Metode Uji Kreativitas Baru Ditemukan, Bisa Kamu Lakukan Sendiri
·waktu baca 2 menit

Sekelompok peneliti psikologi menemukan metode baru dalam menguji kreativitas seseorang. Kreativitas didefinisikan sebagai kemampuan personal untuk menghasilkan sesuatu yang baru atau mewabah nilai dari sesuatu.
Ilmuwan membuat salah satu metode tes sederhana untuk menguji kreativitas, namanya Divergent Association Task (DAT). Metode ini jauh lebih sederhana dan membutuhkan waktu yang lebih singkat.
Tes ini meminta responden menulis 10 kata yang benar-benar tidak berhubungan. Semakin jauh hubungan antara kata, semakin tinggi skor tesnya.
Sebuah algoritma komputer kemudian mengukur jarak semantik ini —jarak hubungan kedua kata itu satu sama lain - antara kata benda yang dibuat oleh orang tersebut.
Berdasarkan sebuah riset yang terbit Juni 2021 lalu, DAT setidaknya sama baiknya dengan metode terkini untuk memprediksi kreativitas seseorang. Tim ilmuwan yang dipimpin oleh Jay A. Olson dari Harvard University melakukan analisis dari 8.914 relawan yang melakukan tes DAT sebagai tolak ukur kreativitas.
"Beberapa teori mengandaikan bahwa orang-orang kreatif mampu menghasilkan ide-ide yang lebih berbeda," tulis para peneliti dalam makalah mereka yang terbit di PNAS.
Jika ini benar, hanya menyebutkan kata-kata yang tidak berhubungan dan kemudian mengukur jarak semantik di antara mereka bisa berfungsi sebagai ukuran objektif dari pemikiran divergen,
- Jay A. Olson, psikolog dari Harvard University
Ada dua macam tes pengukuran kreativitas yang sering digunakan. Pertama ada Alternative Uses Task, dengan responden menulis sebanyak-banyaknya kegunaan atau manfaat dari sebuha objek. Kedua ada Bridge-the-Associative Gap Task yang mencari hubungan antara tiga kata berbeda.
Kontras dengan kedua tes di atas, DAT meminta responen untuk mencari objek yang saling tak berhubungan.
Skor kreativitas dari DAT juga berkorelasi dengan skor tes kreativitas lain, seperti menyiratkan bahwa penilaian kreativitas DAT sama bermanfaatnya dengan metode tes lain yang lebih rumit. Ditambah, data menunjukkan bahwa efektivitasnya tampaknya berlaku di berbagai demografi, sehingga cocok untuk survei skala besar.
"Tugas kami hanya mengukur sepotong dari satu jenis kreativitas," kata Olson dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip ScienceAlert.
"Tetapi temuan ini memungkinkan penilaian kreativitas di sampel yang lebih besar dan lebih beragam dengan lebih sedikit bias, yang pada akhirnya akan membantu kita lebih memahami kemampuan dasar manusia ini."
Olson mengatakan kepada CNN bahwa tes DAT mengeksplorasi pemikiran divergen dan kreativitas verbal –tes ini tidak akan menunjukkan seberapa kreatif kamu saat memasak di dapur, misalnya, yang menggunakan serangkaian keterampilan yang berbeda, tetapi dapat memprediksi bakat pada tingkat tertentu tugas-tugas pemecahan masalah.
Jika kamu tertarik, dapat mencoba tes kreativitas DAT di sini.
