Kumparan Logo

Misi Bulan NASA Artemis 1 Sukses, Wahana Mendarat dengan Aman

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapsul Orion NASA ditarik ke dek sumur U.S.S. Portland setelah tercebur mengikuti Artemis I Moon Mission yang berhasil tanpa awak di Samudra Pasifik di lepas pantai Baja California, Meksiko, Minggu (11/12/2022). Foto: Mario Tama/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Kapsul Orion NASA ditarik ke dek sumur U.S.S. Portland setelah tercebur mengikuti Artemis I Moon Mission yang berhasil tanpa awak di Samudra Pasifik di lepas pantai Baja California, Meksiko, Minggu (11/12/2022). Foto: Mario Tama/Reuters

Misi permulaan kembalinya NASA ke Bulan berjalan sukses. Artemis 1 yang meluncur pada 16 Oktober 2022 lalu sukses melaksanakan misinya untuk mengitari orbit Bulan dan mendarat ke Bumi dengan selamat.

Artemis 1 adalah misi NASA yang punya tujuan jangka panjang mengembalikan kehadiran manusia di permukaan Bulan, satelit alaminya Bumi.

Perjalanan misi Artemis 1 dilakukan dengan bantuan roket raksasa Space Launch System (SLS). Roket tersebut membawa wahana pesawat luar angkasa Orion yang mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi.

Artemis 1 adalah misi test drive atau uji coba, dengan roket dan wahana pembawa astronaut (Orion) dites sebelum membawa manusia untuk misi Bulan. Jadi belum ada manusia yang dibawa pada misi uji coba kali ini.

Peluncuran roket SLS NASA menuju bulan, bagian dari misi Artemis (16/11). Foto: Dok. NASA

“Dengan Orion kembali dengan selamat ke Bumi, kita dapat mulai melihat misi berikutnya di cakrawala yang akan menerbangkan awak ke Bulan untuk pertama kalinya sebagai bagian dari era eksplorasi berikutnya,” kata Jim Free, administrator rekanan NASA untuk, Direktorat Misi Pengembangan Sistem dan Eksplorasi.

“Ini memulai jalan kita menuju irama misi reguler dan kehadiran manusia yang berkelanjutan di Bulan untuk penemuan ilmiah dan untuk mempersiapkan misi manusia ke Mars.”

Artemis 1 mendarat

Wahana Orion, lebih tepatnya bagian service module yang nantinya akan ditunggangi oleh astronaut, mendarat di Samudra Pasifik pada Minggu (11/12) waktu setempat.

Secara keseluruhan, Artemis 1 dinyatakan sukses mulai dari peluncuran hingga pendaratan.

“Orion telah kembali dari Bulan dan dengan selamat kembali ke planet Bumi,” kata Mike Sarafin, manajer misi Artemis I.

“Dengan splashdown, kami telah berhasil mengoperasikan Orion di lingkungan luar angkasa yang dalam, yang melebihi ekspektasi kami, dan menunjukkan bahwa Orion dapat bertahan dalam kondisi ekstrem saat kembali melalui atmosfer Bumi dari kecepatan Bulan.”

Bagian-bagian dari roket SLS dan Orion Spacecraft Foto: NASA

Berbicara soal pendaratan, ketika kapsul masuk atmosfer Bumi, temperaturnya bodi akan menyentuh 2.700 derajat Celsius karena gesekan dengan udara. Perisai panas harus menahan suhu tersebut agar tidak memanggang astronaut di dalamnya.

Meluncur setelah ditunda berkali-kali

Artemis 1 mengalami penundaan berkali-kali, tanpa menyebut penundaan deadline persiapan roket.

NASA mulanya ingin meluncurkan SLS pada 1 Agustus 2022, dan roket sudah dibawa ke landasan peluncuran kala itu. Namun karena masalah teknis, peluncuran ditunda ke September 2022, yang kemudian gagal terbang lagi karena berhadapan dengan cuaca dan angin topan Ian.

SLS baru bisa melangit pada 16 Oktober 2022 dengan lancar tanpa ada gangguan.

Foto selfie wahana Artemis, Orion Spacecrat setelah melakukan flyby pada Senin (21/11). Foto: Dok. NASA

Dalam misi yang berjalan 4 pekan, Artemis akan melintas dekat (flyby) orbit Bulan. Semua instrumen dan sistem diuji untuk kesiapan menyambut misi berawak di masa depan.

Misi astronaut masa depan

Di masa mendatang, NASA akan meluncurkan Artemis 2 dan Artemis 3. Keduanya akan membawa astronaut ke Bulan.

Dalam mitologi Yunani, Artemis adalah sepupu dari Apollo. Sesuai dengan namanya, program ini punya tujuan mengembalikan manusia ke permukaan Bulan, melanjutkan kejayaan Apollo.

Roket bulan generasi berikutnya NASA, roket Space Launch System (SLS) berdiri di landasan peluncuran 39B dalam persiapan untuk misi Artemis 1 tak berawak di Cape Canaveral, Florida, AS. Foto: Joe Skipper/REUTERS

Beda dengan misi Apollo, Artemis fokus pada misi jangka panjang dengan membangun hunian astronaut di Bulan. Serta meneliti kandungan air di kutub Bulan untuk menjadikan Bulan sebagai pos singgah sebelum astronaut melanjutkan perjalanan luar angkasa yang lebih jauh, misalnya, ke Mars.

Artemis terbagi atas beberapa misi: Artemis 1, Artemis 2, hingga Artemis 3. Nantinya akan ada beberapa misi Artemis susulan lagi, tapi saat ini belum diumumkan.

Kelak di Artemis 2 dan Artemis 3, Orion akan membawa astronaut ke Bulan. Bedanya, Artemis 2 hanya akan mengantarkan astronaut ke orbit, sementara Artemis adalah misi pertama astronaut menginjakkan kaki ke bulan.

Targetnya, Artemis 2 akan meluncur pada 2024 dan 2025 untuk Artemis 3. Selain misi utama yang membawa astronaut, ada beberapa peluncuran pendukung terpisah yang akan membawa alat serta perlengkapan astronaut di Bulan.