Misteri Sumur Neraka Barhout, Sumber Air Berbau Busuk yang Konon Jadi Sarang Jin

18 April 2022 8:06
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Foto udara menunjukkan Sumur Barhout yang dikenal sebagai 'Sumur Neraka' di gurun provinsi Al-Mahra, Yaman. Foto: AFP
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara menunjukkan Sumur Barhout yang dikenal sebagai 'Sumur Neraka' di gurun provinsi Al-Mahra, Yaman. Foto: AFP
ADVERTISEMENT
Sumur Barhout adalah salah satu keajaiban alam yang masih menyisakan tanda tanya. Ia dikelilingi misteri dan kisah makhluk halus yang dipercayai warga lokal.
ADVERTISEMENT
Sumur Barhout terletak di sebuah gurun di Hadramaut, provinsi Al-Mahra, di wilayah timur Yaman. Masyarakat setempat yakin sumur itu dibuat sebagai penjara bagi setan karena bau busuk yang menyeruak dari dalamnya.
Mereka juga percaya sumur telah menjadi tempat tinggal makhluk gaib atau bangsa jin. Banyak orang yang enggan membicarakannya karena takut kualat atau bernasib buruk.
Sumur Barhout–dijuluki Sumur Neraka– sendiri punya lebar 30 meter dengan kedalaman mencapai 100 hingga 250 meter. Menurut Salah Babhair, direktur jenderal survei geologi dan otoritas sumber daya mineral Mahra, gua itu hanya memiliki sedikit oksigen dan tidak ada ventilasi.
Sudah banyak orang yang mencoba turun ke dasar lubang, tapi tak ada yang pernah berhasil. Belum lama ini, penjelajah gua dari Oman menjadi orang pertama yang turun ke dasar lubang sedalam 112 meter.
ADVERTISEMENT
Tim yang beranggotakan 10 orang dari Omani Caves Exploration Team (OCET) menjelajahi Sumur Barhout menggunakan sistem katrol. Delapan anggota turun ke bawah sumur, sementara dua orang lagi berjaga di atas permukaan. Proses eksplorasi sumur diabadikan dalam sebuah video.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020

“Gairah mendorong kami untuk melakukan ini. Dan kami merasa bahwa ini adalah sesuatu yang akan mengungkapkan keajaiban baru dan bagian dari sejarah Yaman.”

- Mohammed al-Kindi, seorang profesor geologi dari University of Technology Jerman di Oman yang merupakan bagian dari tim OCET, kepada AFP

Saat tim OCET turun ke lubang, mereka tiba menemukan kontur tanah yang tidak rata, bergerigi dan ditutupi stalagmit, beberapa di antaranya mencapai ketinggian 9 meter. Beberapa pijakan atau lantai juga tertutupi mutiara gua jenis speleothems. Mutiara gua ini hanya bisa tumbuh di bagian dasar gua.
ADVERTISEMENT
Ketika di dasar sumur, tim juga menemukan air yang muncul di beberapa lubang di dinding gua sekitar 65 meter di bawah permukaan, menciptakan air terjun kecil. Tetesan air inilah menciptakan speleothem, stalagmit, dan mutiara gua.
Penjelajah juga melihat adanya jejak kehidupan, termasuk ular, katak, dan kumbang, serta beberapa hewan mati, seperti burung. Mayat yang membusuk menimbulkan aroma busuk yang menyengat di dalam Sumur Barhout dan menyeruak ke luar. Faktanya, para penjelajah tidak menemukan jin atau pintu neraka seperti yang diceritakan warga.
Foto udara menunjukkan Sumur Barhout yang dikenal sebagai 'Sumur Neraka' di gurun provinsi Al-Mahra, Yaman. Foto: AFP
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara menunjukkan Sumur Barhout yang dikenal sebagai 'Sumur Neraka' di gurun provinsi Al-Mahra, Yaman. Foto: AFP
Bagaimana lubang itu terbentuk, sampai saat ini belum diketahui. Tapi, peneliti menduga, Sumur Barhout sudah ada sejak juta tahun yang lalu dan itu adalah sebuah lubang pembuangan atau sinkhole.
ADVERTISEMENT
Philip van Beynen, ahli lubang pembuangan di University of South Florida yang tidak ikut dalam peneliti mengatakan, sinkhole terbentuk ketika rongga di batuan dasar di bawah permukaan mengembang sedemikian rupa sehingga tanah yang ada di atasnya tidak kuat untuk menopang sehingga batuan sedimen runtuh ke dalam gua.
Sayangnya, sulit untuk menentukan kapan dan bagaimana lubang itu terbentuk. Kecuali ada orang yang tinggal di sana dan merekam peristiwa tersebut. Kendati begitu, tim telah mengambil sampel sumur untuk mengungkap informasi lebih lanjut seluk beluk sinkhole tersebut.
"Kami mengumpulkan sampel air, batu, tanah, dan beberapa hewan mati tetapi belum dianalisis," kata al-Kindi.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020