Mudik Sebabkan Keluhan Sakit Pinggang, Begini Cara Atasinya
ยทwaktu baca 3 menit

Kemacetan selama beberapa jam saat mudik, membuat pemudik harus berdiam diri di dalam kendaraan. Belum lagi, ditambah jarak tujuan mudik yang jauh, pemudik memiliki risiko tinggi untuk alami keluhan sakit pinggang.
Posisi duduk yang tidak tepat dan terlalu lama saat mudik, menjadi dua faktor penyebab pemudik terserang sakit pinggang.
Untuk mengatasi keluhan itu, berikut tips atasi sakit pinggang yang timbul setelah lakukan mudik lebaran:
Kompres dengan es batu
Terapi menggunakan es batu dapat dilakukan segera jika keluhan sakit pinggang setelah mudik telah ada. Penggunaan es batu dapat mengurangi peradangan dan pembengkakan yang menyebabkan rasa sakit pada area pinggang. Alternatif selain penggunaan es batu secara langsung, dapat menggunakan ice bag yang telah dimasukkan dalam freezer terlebih dahulu.
Terapi ini cocok dipakai bila keluhan rasa sakit pinggang masih tergolong ringan. Meski efek yang dirasa relatif cepat, terapi ini hanya bersifat sementara saja.
Terapi panas
Bila rasa sakit tergolong cukup terasa atau beberapa hari, maka dapat dipilih alternatif terapi panas. Penggunaan panas dapat melancarkan aliran darah yang merilekskan otot di area sekitar pinggang.
Terapi ini dapat menggunakan botol kaca yang diisikan air hangat yang ditempelkan pada area pinggang. Usahakan botol telah dibalut dengan kain atau handuk kecil terlebih dulu, agar panas tidak langsung membuat kulit terbakar.
Alternatif lain, dapat dengan plester koyo atau krim otot yang ditempelkan dibalurkan pada area pinggang. Gunakan secukupnya, agar tidak terjadi reaksi hipersensitifitas pada kulit.
Lakukan peregangan ringan
Beberapa gerakan peregangan dapat digunakan untuk menetralisir sakit pada pinggang. Di antaranya peregangan kobra dan child pose. Kedua gerakan peregangan ini dapat merilekskan otot-otot pinggang dan tulang punggung bagian bawah.
Kedua peregangan tersebut harus dilakukan dengan bertahap, tidak memaksakan durasi waktu yang lama, namun postur tubuh yang benar dan tepat. Serta bila sudah terasa nyeri, lebih baik untuk dapat disudahi sesi kedua peregangan tersebut.
Cara untuk melakukan pose kobra (bhujangasana) sebagai berikut:
Baringkan tubuh dalam posisi menelungkup di atas matras.
Letakkan telapak tangan di sisi tubuh. Posisi siku dekat ke arah tubuh, bukan menjauh dari tubuh, atau tidak terlalu lebar.
Kemudian tekan matras dengan kedua telapak tangan.
Tarik bahu secara perlahan ke belakang dan menjauhkan dada dari matras dengan mengaktivasi otot pinggang dan perut, sehingga posisi tubuh akan melengkung ke belakang.
Lakukan selama 10-30 detik dengan tetap menjaga posisi paha untuk tetap menempel pada matras.
Sedangkan child pose dapat dilakukan dengan cara berikut:
Letakkan tangan dan lutut di atas matras, dengan posisi lengan dan telapak tangan direntangkan.
Posisikan tubuh pada posisi duduk dengan pinggul berada di atas tumit kaki.
Lalu posisikan kepala dan dada ke bagian bawah secara perlahan.
Lakukan selama 10 hingga 30 detik.
Ubah posisi tidur
Saat pinggang kita merasakan nyeri atau sakit, kita bisa atasi dengan mengubah posisi tidur. Jika terbiasa dengan posisi tidur berbaring miring ke kanan, maka letakkan satu bantal di antara dua lutut atau bantal lain kita letakkan di kaki dengan cara diapit.
Posisi tidur kedua yakni dengan berbaring telentang menghadap langit-langit, dengan menaruh satu bantal lain di bawah lutut kita. Atau kita bisa gunakan guling dengan posisi salah satu kaki ditaruh di bagian atas guling. Hal ini akan menetralkan posisi tulang belakang kita, termasuk pinggang.
Konsultasikan dengan dokter atau fisioterapis
Bila sakit atau nyeri pada pinggang terus berlanjut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau fisioterapis untuk mengetahui permasalahan apa yang sebenarnya terjadi.
Biasanya dokter akan meresepkan obat anti nyeri dan menyarankan untuk melakukan fisioterapi. Bila keluhan terus berlanjut dokter akan melakukan rangkaian pemeriksaan, termasuk MRI (magnetic resonance imaging), untuk penunjang diagnosa keluhan yang diderita.
