kumparan
Tekno & Sains23 Februari 2019 17:54

Mudrik Daryono: Sesar Lembang Ancaman Nyata Bandung Raya

Konten Redaksi kumparan
KONTEN SPESIAL SESAR LEMBANG COVER 5
Konten Spesial: Waspada Sesar Lembang Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Jelang Lebaran 2011, warga Kampung Muril Rahayu di Kabupaten Bandung Barat dikagetkan oleh guncangan gempa. Meski kekuatan gempa tercatat hanya 3,3 magnitudo, dampaknya dirasakan warga begitu merusak.
ADVERTISEMENT
"Kalau rumah yang rusak banyak. Gempanya memang terasa besar. Gempanya terjadi terus-terusan. Usai gempa pertama, ada lagi gempa-gempa selanjutnya, mungkin gempa susulan," ujar Dadang Ratna, salah satu warga.
Sumber gempa berasal dari Sesar Lembang. Sesar aktif itu meliuk-liuk sepanjang 29 kilometer melewati wilayah Kampung Muril Rahayu dan wilayah-wilayah lainnya di Jawa Barat.
Pada 12 Februari 2019 lalu, tim kumparanSAINS bersama Mudrik Rahmawan Daryono, peneliti geoteknologi LIPI, mengunjungi beberapa bagian dari jalur "ular panjang" yang meliuk-liuk tersebut.
Sejak 2011, pria berusia 39 tahun asal Ngawi, Jawa Timur, itu telah mempelajari Sesar Lembang. Mudrik yang kini menjabat sebagai peneliti madya Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, bisa dibilang sebagai peneliti gempa "asli" Bandung karena menamatkan jenjang pendidikan S1 hingga S3-nya di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung (FITB ITB).
KONTEN SPESIAL SESAR LEMBANG, COVER 1
Konten Spesial: Waspada Sesar Lembang Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Sepanjang perjalanan ekspedisi itu, kami berkesempatan berbincang dengan Mudrik yang belum lama ini berhasil menerbitkan hasil penelitiannya soal Sesar Lembang ke jurnal internasional Tectonophysics.
ADVERTISEMENT
Selama perbincangan Mudrik menegaskan, Sesar Lembang adalah "ancaman nyata" untuk wilayah Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi di Provinsi Jawa Barat. Berikut petikan wawancara kami dengannya.
Video
Sesar Lembang itu apa?
Jadi Sesar Lembang adalah sesar yang berada di daerah Lembang. Tapi definisi sesar itu adalah bagian bumi yang dia itu retak, kemudian dia itu membentuk bidang yang memanjang.
Nah sesar ini adalah di mana sumber gempa itu terjadi. Jadi ketika sesar ini bergerak, dia akan menghasilkan gempa bumi, dan lokasinya berada di Lembang. Makanya kita sebut sebagai Sesar Lembang.
Apa yang sudah Anda ketahui soal Sesar Lembang?
Jadi kita tahu semua di sini jalur Sesar Lembang sudah kita petakan dengan baik dengan notasi kilometer mulai dari kilometer nol di daerah Ngamprah. Kemudian sampai di lokasi ini itu di kilometer 5 setengah menerus sampai di kilometer 29.
ADVERTISEMENT
Jadi kita tahu semua bahwa Sesar Lembang memiliki panjang adalah 29 kilometer. 29 kilometer itu capable bisa menghasilkan gempa bumi magnitude antara 6,5 sampai 7 skala momentum gempa bumi.
Kita mempelajari stratigrafi di sekitar sini. kemudian kita bisa tahu umur-umur batuannya itu antara 22 ribu dan 180 ribu tahun yang lalu. Kemudian dari angka itu kita bisa ketahui besaran slip rate-nya (pergeseran) itu antara 1,95 sampai 3,45 milimeter per tahun.
Dari angka ini kita perkirakan itu si periode ulang gempa bumi atau ulang tahun gempa buminya, itu antara 170 tahun sampai 670 tahun. Dan kemudian kita kejar lagi, karena kita harus mencari tahu kapan terakhir gempa yang terjadi di Sesar Lembang ini.
KONTEN SPESIAL SESAR LEMBANG
Peralatan Mudrik Daryono saat meneliti Sesar Lembang di lapangan. Foto:Dok. Mudrik Daryono
ADVERTISEMENT
Sesar Lembang pernah sebabkan gempa besar?
Kita lakukan uji paritan di tiga lokasi. Dari tiga lokasi ini kita ketemu ada tiga kejadian gempa bumi yang tua. Satu termuda itu pada abad ke-15, yang lebih tua lagi itu adalah 60 sebelum masehi, yang satunya lagi itu sekitar 19 ribu tahun lalu.
Jadi dari tiga ini, secara klasifikasi sudah masuk ke sebagai klasifikasi sesar aktif. Bahwa dia masuk ke kurun 11.500 tahun lalu pernah terjadi gempa bumi. Terus kita tahu bahwa yang paling akhir pernah terjadi gempa bumi itu pada abad ke-15.
Abad 15 sampai sekarang itu kurang lebih sekitar 500 tahun. Jadi 500 tahun belum pernah terjadi gempa bumi. Dan kita tahu bahwa siklus gempa bumi di sini itu antara 170 sampai 670 tahun sekali, periode terjadinya gempa bumi.
ADVERTISEMENT
Jadi ini adalah sesuatu yang kita harus waspadai, bahwa sekarang Sesar Lembang berada pada tahap akhir dari siklus gempa buminya. Dalam artian pada akhir pelepasan energial, dalam artian akan terjadi gempa bumi di masa mendatang.
Siklus gempa besar Sesar Lembang antara 170-670 tahun?
Itu adalah angka ketidakpastian. Jadi dia (gempa) bisa di kurun antara 170 sampai 670 tahun. Kalau dari abad ke-15 (sampai sekarang) sudah 500 tahunan. Jadi kita sudah berada di waktu jeda waktu siklus gempa buminya itu.
KONTEN SPESIAL SESAR LEMBANG COVER
Mudrik Daryono saat meneliti Sesar Lembang. Foto: Dok. Mudrik Daryono
Bagaimana dengan Gempa di Kampung Muril Rahayu pada 2011?
Jadi di tahun yang sama, ada dua gempa magnitudo 3 yang terjadi. Yang satu itu di Muril yang satunya lagi di sekitar Palintang. Kalau Muril itu posisinya di sebelah barat Sesar Lembang, lalu Palintang di sebelah timurnya.
ADVERTISEMENT
Di dua tempat itu terjadi gempa dengan magnitudo kecil, magnitudo tiga, dalam waktu yang hampir berdekatan. Itu sesuatu yang mengkhawatirkan. Itu salah satu tanda mulai terjadi pelepasan energi di Sesar Lembang.
Kapan kiranya gempa besar Sesar Lembang bakal terjadi lagi?
Kapan akan terjadinya itu bukan sesuatu yang gampang dijawab. Jadi hemat saya, ini akurasi data yang saat ini kita pelajari sangat kasar. Jadi bisa terjadi dalam 100 tahun yang akan datang, bisa terjadi 50 tahun yang akan datang, atau bisa terjadi 5 tahun yang akan datang, atau bisa terjadi tahun yang akan datang, atau bahkan besok.
Jadi itu yang kita tidak tahu. Tapi secara pasti bahwa sesar ini aktif itu jelas dan ancaman ini jelas nyata di daerah Bandung Raya.
ADVERTISEMENT
Tidak khawatir hasil penelitian Anda ini dianggap menakut-nakuti?
Wajar saja masyarakat berpikir seperti itu, tapi sebaiknya kita semua bijaksana. Dalam artian, kalau itu hasil penelitian itu kan suatu Sunnatullah, itu suatu fakta alam, bahwa kita itu tinggal berada dekat dengan ancaman gempa bumi.
Jadi harapan saya untuk kawan-kawan seperti itu, ada baiknya jika dia tidak percaya, boleh, tetapi dia harus melihat lebih rinci lagi. Apa dasar, apa landasan seseorang itu memberikan informasi semacam itu. Jadi dia harus mempelajari lebih rinci lagi apa yang melatarbelakangi seorang peneliti, katakanlah saya, memberikan informasi itu.
Ini adalah salah satu bukti yang jelas bahwa Sesar Lembang itu ada. Sebaiknya dia harus melihat nih, fakta geologi itu seperti apa. Kemudian bukti geologi adanya patahan itu seperti apa, itu harus didatangi, harus dilihat juga kemudian kita juga bisa belajar bersama untuk melihat fakta-fakta ancaman ini di Sesar Lembang di kawasan Bandung Raya ini.
ADVERTISEMENT
Masyarakat harus cerdas dalam artian kalau peneliti bicara ya kita harus dengerin karena dia pasti bicara masalah data. Jadi coba lihat data yang dia punya. (Tentu) dia tidak akan bilang data ini solid 100 persen.
Dia akan memberikan range, range itu kan ketidakpastian. Jadi seperti Sesar Lembang di sini kan antara 170-610 tahun, range-nya kan panjang. Jadi kita tidak bisa presisi sekali kapan akan terjadinya ulang tahun gempa buminya. Jadi range yang kita punya ya angka itu saja, antara 170 sampai 670 tahun.
Jadi masyarakat harus paham juga bahwa yang kita pelajari bukan sesuatu yang kayak dukun, yang pasti kayak begitu. Kita peneliti itu berdasarkan data, dan data punya kelemahan, dan kita bicara dengan range ketidakpastian itu.
ADVERTISEMENT
Harapan Anda dari hasil penelitian Sesar Lembang ini?
Jadi harapan saya setelah penelitian kita ini berhasil mendefinisikan Sesar Lembang dengan baik, ada penelitian-penelitian lanjutan yang lebih merinci mengenai Sesar Lembang. Dan dampaknya secara spesifik jadi untuk likuefaksi seperti apa, guncangannya seperti apa, penyebarannya.
Kemudian sampai ke level risiko di Kota Bandung Raya ini seperti apa. Kemudian tentunya mitigasi ini informasinya kita berikan ke masyarakat supaya masyarakat itu jauh lebih waspada dan membangun bangunan dengan tahan gempa. Itu yang saya harapkan dari penelitian ini.
Objek Vital di Dekat Sesar Lembang
Objek Vital di Dekat Sesar Lembang Foto: Basith Subastian/kumparan
Anda pernah mensosialisasikan potensi gempa Sesar Lembang kepada siapa saja?
Upaya kantor saya, Puslit Geoteknologi LIPI, sudah bermacam-macam, salah satunya mengandalkan rembug lini sesar Bandung, itu sekitar dua tahun lalu itu tahun 2016. Jadi kita sudah mengundang seluruh yang punya di sepanjang jalur Sesar Lembang.
ADVERTISEMENT
Ada sekolah angkatan udara, terus kemudian pemerintah KBB (Kabupaten Bandung Barat) dan lain sebagainya kita undang. Termasuk dari Pemerintah Provinsi (Jawa Barat) dan Kodya Bandung sendiri kita undang semua.
Kemudian juga kita memberikan solusi-solusi apa saja yang harus kita penuhi supaya kita bisa hidup harmoni dengan ancaman gempa bumi di Sesar Lembang ini.
Harapan Anda kepada pemerintah dalam menyikapi ancaman Sesar Lembang?
Jadi harapan saya untuk pemerintah, sebaiknya pemerintah lebih cerdas dalam artian penelitian ini punya kelemahan, dia banyak hal yang belum terjawab.
Tetapi penelitian ini adalah penelitian yang terbaik saat ini yang kita punya. Jadi ada hal-hal yang sudah terbaik, ya kita adopsi itu untuk bagian dari memitigasi ancaman ini. Itu jelas. Yang kedua yang harus dilakukan oleh pemerintah itu adalah kita harus meneliti lebih dalam lagi, supaya kita bisa memberikan mitigasi yang lebih presisi lagi untuk ancaman Sesar Lembang ini
ADVERTISEMENT
Terus kemudian yang kedua yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah apa yang sudah ada itu segera untuk diimplementasikan di masyarakat. Semacam penetapan jalur buffer (kawasan penyangga yang tidak boleh didirikan bangunan) itu harus benar-benar (diterapkan) di masyarakat. Bukan sesuatu di atas kertas, tetapi sesuatu yang benar-benar terlihat di lapangan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan