Musim Mudik Tiba, Kenapa Ada Orang yang Bisa Mabuk Perjalanan?
ยทwaktu baca 3 menit

Lebaran sebentar lagi, musim mudik tiba. Artinya, ada jutaan orang yang akan melakukan perjalanan antar kota atau provinsi melalui darat, laut, hingga udara.
Bagi mereka yang mudik lewat jalur darat dan laut, perjalanan bisa menghabiskan waktu berjam-jam hingga berhari-hari, tergantung seberapa jauh jarak yang ditempuh. Selain melelahkan, perjalanan lama juga seringkali memicu kondisi yang kurang menyenangkan, salah satunya adalah mabuk perjalanan yang ditandai rasa mual hingga muntah.
Mabuk perjalanan ini umumnya dialami oleh anak-anak. Namun dalam kondisi tertentu apalagi kurang sehat, orang dewasa juga bisa mengalaminya. Lantas, kenapa orang bisa mengalami mabuk perjalanan? Mari kita bahas lebih lanjut.
Kenapa orang bisa mabuk perjalanan?
Menurut para ahli, mabuk perjalanan terjadi ketika bagian otak yang bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan menerima informasi sensorik terganggu. Sering kali terjadi karena perbedaan antara apa yang dirasakan dan apa yang dilihat.
Misalnya, saat kamu berada di mobil atau perahu dan kamu masih merasakan gerakan dari kendaraan, maka otak akan merasakan gangguan sensorik sehingga membuat kamu mual. Gejala mabuk perjalanan ini hampir sama dengan rasa mual yang dialami ketika menggunakan perangkat Virtual Reality terlalu lama.
Sementara dalam Medical News Today dijelaskan, mabuk perjalanan adalah gangguan telinga bagian dalam yang umum terjadi. Ini disebabkan oleh gerakan berulang dari kendaraan atau gerak lain yang mengganggu telinga bagian dalam.
Adapun gejala mabuk perjalanan meliputi:
Mual
Muntah
Muka pucat
Berkeringat
Meneteskan air liur
Napas pendek
Pusing
Kantuk
Menguap
Tanda umum lainnya
Perasaan tidak nyaman
Tidak enak badan
Diagnosis
Sebagian besar orang yang mengalami mabuk perjalanan bisa diatasi dengan cara meminum obat. Sementara kasus yang lebih parah harus segera memerlukan pertolongan atau perawatan dokter spesialis THT (telinga, hidung, tenggorokan).
Pengobatan
Mabuk perjalanan biasanya akan berhenti kalau kamu turun dari kendaraan yang dinaiki. Tapi ada juga orang yang mengalami gejala mabuk hingga berhari-hari setelah perjalanan selesai. Adapun cara lain untuk menangani mabuk perjalanan adalah:
Melihat cakrawala
Kamu bisa melakukanya dengan cara membuka jendela, lalu melihat pemandangan atau alam yang dilihat sepanjang perjalanan agar otak dan matamu lebih fresh.
Menutup mata atau tidur
Menutup mata akan sangat membantu meredakan gejala mabuk perjalanan, atau jika memungkinkan tidur juga sangat ampuh menyelesaikan konflik input antara mata dan telinga bagian dalam.
Mengunyah
Metode sederhana lain untuk meredakan mabuk perjalanan adalah dengan mengunyah. Mengunyah permen karet memiliki keefektifan luar biasa untuk mengurangi gejala mual.
Udara segar
Menghirup udara segar dan sejuk bisa sedikit meredakan gejala mabuk perjalanan.
Mencegah biar gak mabuk perjalanan
Ada beberapa tips untuk mencegah supaya enggak mabuk saat berkendara. Berikut tipsnya:
Selalu melihat ke depan dan usahakan berada di posisi duduk yang baik supaya mata melihat gerakan sama seperti yang dirasakan tubuh dan telinga bagian dalam.
Di mobil, duduklah di kursi depan dan lihatlah pemandangan sepanjang perjalanan
Di pesawat, duduklah di dekat jendela dan lihat keluar
Jangan membaca atau main smartphone jika mengalami mabuk perjalanan
Jangan duduk di kursi menghadap ke belakang
Jangan menonton film atau bicara dengan pemudik lain yang juga sedang mengalami mabuk perjalanan
Hindari bau menyengat dan makan pedas atau berminyak sebelum dan sesudah perjalanan
Terakhir, kamu bisa minum obat anti-mabuk yang banyak dijual di toko atau apotek dengan tetap berkonsultasi dahulu pada dokter
