Muslim Finlandia Puasa 21 Jam, Bagaimana Mereka Menjalaninya?

Umat Muslim di seluruh dunia kembali memasuki bulan Ramadhan 1442 H pada Selasa (13/4) di Indonesia. Meski sama-sama menjalani puasa, tidak semua negara memulainya di waktu yang sama karena perbedaan zona waktu.
Hal ini juga berdampak pada durasi puasa yang berbeda-beda di tiap negara di zona waktu lainnya. Kalau di Indonesia, biasanya kita puasa selama sekitar 12 jam sehari, ada negara-negara yang puasa dengan durasi lebih sebentar, atau bahkan lebih lama.
Durasi yang berbeda-beda ini dikarenakan puasa dalam Islam dilakukan sejak Matahari terbit hingga terbenam. Aturan ini menjadi sangat sulit untuk Muslim yang tinggal di negara ujung khatulistiwa atau belahan Bumi utara, terutama saat musim panas.
Di Finlandia, misalnya, para Muslim di sana akan menjalani periode puasa yang lebih lama dibanding kita di Indonesia. Menurut kalkulasi IslamicFinder.org, Muslim di negara Eropa utara ini bisa puasa selama sekitar 17 hingga 21 jam.
Di ibu kotanya, Helsinki, lama puasa dilaporkan mencapai 17 sampai 18 jam. Sementara di Rovaniemi, wilayah utara Finlandia, para Muslim di sana harus bertahan tidak makan dan minum selama 20 hingga 21 jam.
Lalu, bagaimana para Muslim di Finlandia menjalani puasa yang panjang ini? Meski ada aturan untuk berpuasa dari terbit hingga terbenam Matahari, Muslim di Finlandia atau negara Eropa tetangganya diperkenankan tidak mengikuti aturan tersebut. Mereka dapat mengikuti waktu puasa di negara Islam terdekat, seperti Turki.
“Kita pakai akal sehat,” kata Mahmoud Said, warga Muslim Finlandia yang pindah dari Kenya, dikutip NDTV. “(Mengikuti jam negara Muslim terdekat) memerlukan 14 sampai 15 jam waktu puasa dan itu masih bisa, itu tidak buruk.”
Said yang juga bekerja di organisasi non-pemerintahan untuk membantu para imigran bisa tinggal di area tersebut memperkirakan bahwa ada sekitar 100 Muslim yang berada di Rovaniemi. Kebanyakan dari mereka berasal dari Irak, Somalia, dan Afghanistan.
Seperti Said, seorang YouTuber Indonesia yang tinggal di Finlandia bernama Puput Nivala juga menjelaskan hal serupa. Lewat vlog berjudul ’21 Jam Puasa Ramadhan di Finlandia’, ia mengatakan bahwa masyarakat Muslim Finlandia bisa menjalani puasa dengan tiga cara.
“Jadwal lokal yang memang mengikuti jadwal saat Matahari terbit dan terbenam. Yang kedua, mengikuti negara mayoritas Muslim terdekat, yaitu Turki, jadi jadwalnya lebih pendek dari jadwal lokal. Dan yang ketiga mengikuti jadwal Makkah yang mana durasinya hampir sama seperti di Indonesia,” jelasnya di akun channel YouTube-nya bernama Chimy in Finland.
Sederhananya, apabila mengikuti waktu puasa Turki atau Makkah (Arab Saudi), masyarakat akan memulai puasa terhitung sejak Matahari terbit dan buka puasa mengikuti jam Maghrib di Turki atau Makkah.
Mazhab puasa dengan durasi yang sangat panjang
Cara puasa di negara dengan durasi yang sangat lama ini memang masih diperdebatkan. Namun menurut Dr Abdul Mannan, imam lokal dan presiden dari Islam Society of Northern Finland, ada dua mazhab yang berlaku perihal ini.
"Para ulama Mesir mengatakan bahwa jika hari-hari itu panjang, lebih dari 18 jam, maka Anda dapat mengikuti waktu Makkah atau waktu Madinah, atau waktu negara Muslim terdekat,” kata Mannan, seperti dikutip BBC.
“(Mazhab) lain dari ulama Saudi mengatakan apa pun harinya, panjang atau pendek, Anda harus mengikuti waktu setempat."
Dr Mannan mengatakan mayoritas Muslim di Finlandia utara kebanyakan menjalankan puasa berdasarkan jam puasa Makkah atau waktu Turki karena itu adalah negara Muslim terdekat ke Finlandia.
