NASA Deteksi Suara Misterius di Venus, Apa Itu?

Pada tahun 2018, Badan Antariksa Nasional AS (NASA) melakukan misi Parker Solar Probe untuk melakukan penyelidikan menuju Matahari. Selain melakukan misi terhadap Matahari, para astronaut juga mendapatkan informasi menarik saat perjalanan.
Mereka mendeteksi adanya suara aneh saat mereka melewati planet Venus. Suara itu berasal dari sinyal radio alami yang misterius di planet bintang kejora itu.
Pada praktiknya sendiri, Parker Solar Probe adalah perjalanan astronaut mendekati Matahari. Namun untuk melakukan itu, astronaut harus memperlambat kecepatan roket sebelum mereka berada di jarak yang terlalu dekat.
Oleh karena itu, mereka terbang mendekati planet Venus dengan jarak yang cukup dekat sehingga gravitasi dan atmosfer di sana akan menurunkan kecepatan mereka.
Kesempatan ini juga digunakan untuk mengukur atmosfer Venus untuk pertama kalinya setelah hampir 30 tahun. Saat pengukuran, Parker Solar Probe menangkap sinyal radio.
"Tujuan terbang di Venus adalah untuk memperlambat pesawat luar angkasa sehingga Parker Solar Probe dapat terbang lebih dekat ke Matahari," kata ilmuwan Parker Solar Probe, Nour E Raouafi.
"Tapi kami tidak akan melewatkan kesempatan untuk mengumpulkan data sains lainnya dan memberikan wawasan unik tentang planet misterius seperti Venus.”
Pembacaan sinyal radio ini berasal dari instrumen FIELDS. Ketika probe di jarak 824 kilometer dengan Venus, instrumen FIELDS mendeteksi sinyal radio frekuensi rendah alami hanya selama tujuh menit.
Data ini menarik perhatian Glyn Collison dari Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA, ilmuwan utama dalam penelitian ini. Dia mengenali bentuk dan kekuatan sinyalnya, namun tidak bisa memastikan suara apa yang terdeteksi.
Sebelumnya, pernah ada sinyal serupa muncul ketika pengorbit Galileo NASA melewati ionosfer bulan Jupiter di awal tahun 2000-an.
"Seperti Bumi, Venus memiliki lapisan gas bermuatan listrik di tepi atas atmosfernya, yang disebut ionosfer,” kata NASA.
“Lautan gas bermuatan, atau plasma, secara alami memancarkan gelombang radio yang dapat dideteksi oleh instrumen seperti FIELDS. Ketika Collison dan timnya mengidentifikasi sinyal itu, mereka menyadari Parker Solar Probe telah menelusuri atmosfer atas Venus.”
Tim di balik penelitian tersebut menggunakan sinyal radio dari Venus untuk menghitung kepadatan ionosfer yang dilewati wahana. Ini adalah sesuatu yang belum pernah dilakukan sejak passthrough Pioneer Venus Orbiter tahun 1992.
Data yang diperoleh dari penelitian itu dan pada tahun-tahun berikutnya tampaknya menunjukkan bahwa ionosfer Venus lebih tipis selama fase tenang Matahari. Ini adalah masa ketika aktivitas permukaan Matahari berkurang ditandai dengan berkurangnya bintik hitam.
Teori ini memang mustahil untuk dikonfirmasi, tetapi penerbangan Parker Solar Probe mungkin mengubahnya.
"Ketika beberapa misi menujukkan hasil yang sama, satu demi satu, itu memberi kita keyakinan bahwa penipisan (atmosfer) itu nyata," kata rekan penulis studi, Robin Ramstad.
Venus dan Bumi telah lama disebut sebagai planet kembar. Keduanya lahir dari proses yang sama, keduanya berbatu, dan ukuran serta susunan strukturnya sangat mirip, tetapi mereka juga memiliki perbedaan.
Venus tidak memiliki medan magnet seperti Bumi, dan jika manusia mencoba berjalan di permukaan planet seperti yang mereka lakukan di Bumi, kemungkinan besar mereka akan langsung mati karena permukaannya mendidih pada suhu yang cukup panas. Suhu tersebut cukup untuk melelehkan timah.
