NASA Prediksi Waktu Asteroid Bennu Tabrak Bumi, Kapan?
·waktu baca 1 menit

Dengan menggunakan data OSIRIS-Rex yang telah mengorbit di sekitar asteroid Bennu selama kurang lebih 2 tahun, NASA telah memprediksi kapan kemungkinan batu luar angkasa itu akan menabrak Bumi dengan prediksi terjadi 100 tahun dari sekarang, atau sekitar tahun 2100-an.
NASA juga memperkirakan potensi dampak dari hantaman asteroid Bennu, jika benar-benar menghantam Bumi. Peneliti mengatakan, kemungkinan asteroid Bennu menabrak Bumi antara tahun 2175 hingga 2199 punya probabilitas 1 banding 2.700. Sementara pada tahun 2300 probabilitasnya 1 banding 1.750.
Data OSIRIS-REx juga mengungkapkan bahwa Asteroid Bennu akan bergerak sangat dekat dengan Bumi pada September 2135. Gravitasi Bumi bisa mengubah jalur Bennu dan menempatkannya pada jalur tabrakan dengan Bumi beberapa dekade atau abad berikutnya. Meski begitu, dampak ditimbulkan dari hantaman ini tidak akan seperti zaman prasejarah yang memusnahkan dinosaurus di seluruh planet.
Asteroid Bennu adalah tumpukan puing-puing yang dihasilkan dari hancurnya sebuah objek berukuran besar yang terjadi ratusan juta tahun lalu.
Sementara OSIRIS-REx (Origins, Spectral Interpretation, Resource Identification, Security-Regolith Explorer) adalah pesawat ruang angkasa yang diluncurkan NASA pada 2016 lalu untuk mengumpulkan sampel dua asteroid besar yang dianggap sebagai ancaman berbahaya di tata surya, salah satunya Bennu.
OSIRIS-REx tiba di Bennu pada 2018 dan memberikan gambaran detail tentang asteroid tersebut. Pesawat ruang angkasa itu mengumpulkan data selama dua setengah tahun, salah satunya untuk membantu para ilmuwan menentukan jalur orbit asteroid.
Penelitian OSIRIS-REx berakhir pada Oktober 2020, ketika ia berhasil mengambil sampel Bennu dan kembali ke Bumi. Sampel itu diperkirakan akan tiba di Bumi pada 2023 mendatang. Sampel asteroid yang diambil OSIRIS-REx sangat berguna untuk penelitian, seperti mempelajari materi asteroid menggunakan teknologi canggih dan laboratorium yang sangat mendukung.
Berkat data yang dikumpulkan OSIRIS-REx, peneliti juga dapat memetakan arah asteroid dan memprediksi ancaman benda ruang angkasa ke Bumi.
