Kumparan Logo

NASA Temukan 'Batu Alien' di Permukaan Mars

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Misi penjelajahan Mars milik NASA, Perseverance, menemukan batu yang tidak berasal dari Planet Merah itu dan diberi nama Phippsaksla. Foto: NASA
zoom-in-whitePerbesar
Misi penjelajahan Mars milik NASA, Perseverance, menemukan batu yang tidak berasal dari Planet Merah itu dan diberi nama Phippsaksla. Foto: NASA

Robot penjelajah (rover) Perseverance milik NASA kembali membuat penemuan misterius di Planet Merah. Sebuah batuan dengan bentuk "terpahat" yang aneh ditemukan tergeletak di Kawah Jezero.

Penemuan ini terjadi saat ia sedang menyelidiki area Vernodden, lokasi pendaratan rover tersebut pada Februari 2021, Perseverance menemukan batuan yang menurut para ilmuwan "seharusnya tidak berada" di permukaan Mars secara alami. Bahkan batuan ini memiliki elemen yang justru lazim ditemukan di inti Bumi.

Asal-Usul 'Phippsaksla'

Batuan misterius yang diberi nama "Phippsaksla" ini memiliki diameter sekitar 78 cm. Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA mengungkapkan dalam sebuah unggahan blog bahwa batuan ini kemungkinan besar adalah sebuah meteorit.

Analisis awal menunjukkan batuan ini mengandung elemen yang biasanya diasosiasikan dengan meteorit besi-nikel. Jenis batuan ini umumnya terbentuk di inti asteroid besar. Menariknya, paduan nikel-besi juga merupakan komponen utama penyusun inti planet Bumi.

Batu ini menjadi target penelitian Perseverance karena penampilannya yang mencolok. Ia berdiri tinggi dan tampak "terpahat" unik di antara batuan-batuan lain yang lebih rendah dan terpecah-pecah di sekitarnya.

Untuk memastikan temuannya, Perseverance menggunakan instrumen SuperCam. Alat canggih ini memeriksa bebatuan dan tanah menggunakan kamera, laser, dan spektrometer untuk mengukur sifat cahaya dan menentukan komposisi kimia.

Penemuan 'batu alien' atau meteorit ini sebenarnya bukan hal baru bagi misi Mars secara umum, namun merupakan pencapaian tersendiri bagi Perseverance.

Misi penjelajahan Mars milik NASA, Perseverance, menemukan batu yang tidak berasal dari Planet Merah itu dan diberi nama Phippsaksla. Foto: NASA

Rover pendahulu seperti Curiosity, Opportunity, dan Spirit, sebelumnya telah menemukan meteorit besi-nikel serupa, tetapi berada di Kawah Gale, lokasi yang berjarak sekitar 3701.4912 km dari posisi Perseverance saat ini. Contoh terkenalnya adalah meteorit yang diberi nama "Lebanon" (2014) dan "Cacao" (2023).

"Oleh karena itu, agak tidak terduga bahwa Perseverance belum melihat meteorit besi-nikel di Kawah Jezero sebelumnya, terutama mengingat usianya yang mirip dengan Kawah Gale," tulis NASA dilansir Independent.

NASA menyatakan bahwa pekerjaan lebih lanjut masih diperlukan untuk mengonfirmasi temuan Perseverence saat ini sepenuhnya. Namun, jika batu ini dipastikan sebagai meteorit, Perseverance akhirnya resmi masuk dalam daftar rover Mars yang berhasil menyelidiki pecahan batuan "pengunjung" dari luar angkasa.

Sebelumnya, pejabat NASA dan ilmuwan geologi sempat mengungkapkan temuan potensi biosignature (tanda kehidupan) di sampel batuan dasar sungai kuno di kawah yang sama.

Adapun selain menganalisis batuan aneh ini, SuperCam dan Perseverance juga memiliki misi utama mencari bahan kimia yang berkaitan dengan kehidupan masa lalu di Mars.