Kumparan Logo

Ngeri! Jamur Pembawa Sial Ini Bikin Lalat Jantan Kawin dengan Mayat

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Larva lalat Oestrus ovis. Foto: Cosmin Manci/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Larva lalat Oestrus ovis. Foto: Cosmin Manci/Shutterstock

Dunia selalu memberi kejutan, tak terkecuali bagi jamur pembawa sial ini yang hidup menjadi parasit di tubuh lalat betina. Baru-baru ini peneliti menemukan jamur tersebut memiliki kemampuan jauh lebih hebat dari yang dibayangkan sebelumnya.

Namanya jamur Entomophthora muscae. Jamur itu tumbuh di dalam lalat betina, mengendalikan perilakunya, kemudian meledak dari perut lalat.

E. muscae adalah jamur yang menginfeksi lalat rumah atau lalat buah. Setelah lalat terinfeksi spora jamur, lalat bakal berperilaku aneh selama beberapa hari ke depan.

Jamur hidup di dalam perut lalat, memakan organ tubuh, dan mengambil alih sistem saraf. Empat atau lima hari setelah infeksi berlangsung, lalat mulai bertingkah aneh.

Ia naik ke tempat lebih tinggi, diam di sana dengan cairan keluar dari mulutnya. Setelah bertengger cukup lama, ia mulai berkedut.

Lalat akhirnya melebarkan sayapnya, kemudian mati dengan posisi aneh. Jamur mulai keluar dari perut lalat. Lalat betina yang mati dalam posisi aneh itu memikat lalat jantan untuk mendekatinya.

Lalat jantan juga bisa terpikat oleh sinyal kimia disebut seskuiterpen yang keluar dari tubuh bangkai betina. Lalat jantan kemudian kawin dan mereka terinfeksi jamur.

“Saya pikir betina gemuk sangat menarik bagi lalat jantan,” kata Brad Mullens, seorang pensiunan entomologi, sebagaimana dikutip IFL Science. “Jika otak kecil mereka memahaminya, mereka akan hidup dalam ketakutan.”

video youtube embed

Faktanya, dalam sebuah penelitian baru yang dilakukan University of Copenhagen menemukan bahwa nekrofilia yang diinduksi bahan kimia ini menjadi lebih menarik saat mayat membusuk.

Studi ini membandingkan perilaku lalat jantan di sekitar mayat betina yang terinfeksi dan tidak terinfeksi. Lalat jantan lebih mungkin kawin dengan betina yang membusuk, dan ini semua telah diatur oleh jamur agar si betina mati dalam posisi siap kawin. Semakin lama betina mati, semakin buruk buat lalat jantan.

Kami melihat bahwa semakin lama lalat betina mati, semakin memikat lalat jantan. Ini karena jumlah spora jamur meningkat seiring waktu, yang meningkatkan aroma menggoda,"

- Henrik H. De Fine Licht, penulis utama studi -

Studi itu menyebutkan 15 persen lalat jantan kawin dengan mayat betina yang terinfeksi 3-8 jam setelah mati. Persentasenya naik menjadi 73 persen dalam waktu 25 hingga 30 jam setelah betina mati.

"Lalat sangat tidak higienis dan dapat membuat manusia dan hewan sakit dengan menyebarkan bakteri coli atau penyakit apa pun yang dibawanya. Jadi, ada insentif untuk membatasi populasi lalat rumah, di daerah tempat produksi makanan misalnya," kata Licht.

"Di sinilah jamur Entomophthora muscae mungkin terbukti berguna. Mungkin saja kita menggunakan wewangian jamur yang sama ini sebagai pengendalian hama biologis yang menarik jantan sehat ke perangkap lalat alih-alih mayat."