Orang Berdarah Campuran Dianggap Lebih Menarik

Di Indonesia, banyak sekali artis yang berdarah campuran. Contohnya saja Chelsea Islan yang memiliki darah campuran Indonesia-Amerika Serikat. Atau Arifin Putra dan Nicholas Saputra yang berdarah Indonesia-Jerman.
Tidak cuma mereka yang berdarah campuran Eropa atau Amerika Utara, mereka yang berdarah campuran dengan bangsa selain itu pun punya ‘nilai lebih’ secara fisik. Sebut saja misalnya Shireen Sungkar yang berdarah campuran Arab atau Kimmy Jayanti yang berdarah India-China juga tetap berhasil menarik perhatian masyarakat Indonesia.
Ternyata, fenomena seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Di industri hiburan dunia pun mereka yang berdarah campuran dianggap lebih menarik daripada yang hanya berdarah Eropa. Sebut saja nama seperti Demi Lovato yang berdarah Latin, Indian, dan Inggris, atau Zayn Malik yang berdarah campuran Pakistan-Inggris.
Sebuah studi yang dipublikasikan di Jurnal of General Psychology menunjukkan bahwa mereka yang memiliki darah campuran dianggap lebih menarik daripada mereka yang tidak.

Lalu, mengapa orang berdarah campuran dianggap lebih menarik?
Untuk mengetahuinya, dua buah eksperimen dilakukan untuk mengetahui mengapa orang yang berdarah campuran lebih menarik.
Dalam eksperimen pertama, peneliti melibatkan 85 orang mahasiswa sarjana untuk memberikan penilaian pada enam jenis wajah yang didapatkan secara acak oleh komputer. Wajah tersebut memiliki berbagai rupa, ras, dan warna kulit.
Eksperimen kedua melibatkan 321 mahasiswa sarjana untuk menilai 100 wajah yang diacak oleh komputer dari berbagai rupa, ras, dan warna kulit.

Dari hasil kedua eksperimen tersebut, ternyata para mahasiswa menilai mereka yang memiliki darah campuran dan kulit yang tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap sebagai yang paling menarik.
“Baik peserta laki-laki maupun perempuan menganggap pria berwajah campuran sebagai yang paling menarik, baru yang berkulit hitam, dan kemudian berkulit putih,” kata Elena V. Stepanova, asisten profesor di University of Southern Mississippi dan penulis studi ini kepada PsyPost.
“Ketika kita membicarakan mengenai darah campuran yang paling menarik adalah, satu, memiliki bentuk yang memiliki fitur wajah (bentuk hidung, bibir, dan lainnya) yang campuran antara ras kulit putih dan kulit hitam, dan memiliki warna kulit yang tidak terlalu terang ataupun gelap.”
Ke depannya, Stepanova akan melihat apakah wanita berdarah campuran juga sama-sama dianggap menarik, karena studi ini baru menggunakan wajah laki-laki. Selain itu, ke depannya studi akan dilakukan dengan foto asli, bukan foto hasil acak komputer dan melibatkan wajah dari berbagai umur, baik itu manula maupun anak-anak.
