Kumparan Logo

Orang Ini Klaim Punya Skill Membaca Tercepat dan Memori Super, Apa Benar?

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 8 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cuplikan video Bijay Shahi yang viral di Instagram. Video asli terdapat di channel YouTube Prime Times HD. Foto: Screenshot YouTube Prime Times HD
zoom-in-whitePerbesar
Cuplikan video Bijay Shahi yang viral di Instagram. Video asli terdapat di channel YouTube Prime Times HD. Foto: Screenshot YouTube Prime Times HD

Seorang pria asal Nepal bernama Bijay Shahi viral di jagat media sosial Indonesia baru-baru ini. Cuplikan video di Instagram yang menampilkan dirinya baca buku secepat kilat sukses bikin warganet kagum.

Pada Rabu (8/9), sebuah akun dengan username @viralrepost.id mengunggah video Shahi membaca cepat di suatu acara talkshow. Berdasarkan pantauan kumparan, cuplikan rekaman ini berasal dari video YouTube yang diunggah channel Prime Times HD, sebuah saluran TV lokal di Nepal, pada 19 Juli 2020 lalu. Posting-an @viralrepost.id tersebut langsung viral dengan catatan lebih dari 62 ribu views pada Kamis (9/9) siang.

Video tersebut menampilkan caption yang menyebut bahwa Shahi merupakan “manusia dengan skill baca tercepat.” Dalam rekaman, Shahi memang terlihat membaca dengan kecepatan super: Suaranya enggak bisa dipahami secara jelas, dengan gestur grasah-grusuh yang diiringi bantuan presenter menuangkan air agar ia dapat membalik halaman lebih cepat lagi.

instagram embed

Lantas, bagaimana bisa Shahi membaca cepat seperti itu?

Bijay Shahi: Raja memori palsu di Nepal

Bijay Shahi sebenarnya adalah sosok yang kontroversial di Nepal. Di sana, ia lebih dikenal sebagai ‘Raja Memori’ ketimbang kemampuan membaca cepat, seperti yang ada di posting-an viral Instagram.

Menurut catatan BioFamous, situs web yang mengumpulkan biografi publik figur Nepal, popularitas Shahi mulai mencuat saat pandemi corona. Pada 8 Februari 2020, ia sukses mencatat rekor dunia menghafal 102 kata dalam waktu 30 detik.

Rekor tersebut diberikan oleh Champions Book of World Records. Ini adalah organisasi pencatatan rekor dunia yang dijalankan oleh Champions International Academy, sebuah pusat penelitian dan penerbitan populer dari India. Organisasi pencatat rekor ini berbeda dari Guinness World Records, yang dijalankan perusahaan publikasi Jim Pattison Group dari Inggris.

Setelah berhasil mencatat rekor, ketenaran Shahi melonjak. Ia kerap tampil bersama YouTuber dan acara televisi di Nepal. Dia kerap mengeklaim dapat menghafal buku ribuan halaman hanya dalam waktu beberapa menit.

Bijay Shahi (tengah). Foto: Bijay Shahi via Facebook

Meski demikian, klaimnya tersebut membuat publik di sana jadi skeptis perihal cara Shahi dapat melakukan itu. Menurut laporan sejumlah media lokal Nepal, Shahi menjelaskan bahwa dirinya telah menemukan formula untuk menghafal lebih baik melalui “26 kode” teknik khusus. (Enggak ada elaborasi lebih lanjut apa maksudnya 26 kode tersebut, namun Shahi membuka kursus pelatihan memori bagi orang yang mau mempelajarinya.)

Shahi sendiri kerap memamerkan keahliannya tersebut lewat acara offline maupun online. Aksi pamer memori ia lakukan dengan membaca beberapa halaman buku dan menuliskan hafalannya di kertas. Nantinya, tulisan itu akan dibandingkan dengan kalimat asli di buku, untuk menentukan apakah ingatannya benar atau tidak.

Selama beraksi menuliskan kembali halaman yang dibaca, Shahi enggak pernah mau menunjukkan teknik menghafalnya di depan orang-orang atau kamera. Perilaku ini bikin warga Nepal mulai curiga bahwa Shahi seorang penipu.

Media lokal DWIT News melaporkan bahwa seorang YouTuber tenar di Nepal bernama Punya Gautam sering menghina Shahi sebagai penipu. Dalam sebuah konferensi pers pada September 2020, Gautam menantang Shahi untuk melakukan uji memori. Ia memilih sebuah buku dan meminta Shahi untuk mengingatnya.

Shahi menolak permintaan tersebut dengan alasan keterbatasan waktu. “Aku butuh tiga sampai empat jam dalam isolasi untuk menggunakan formula itu dan menuliskannya kembali,” kata Shahi.

Pada konferensi pers lain, Shahi hendak mendemonstrasikan kemampuannya. Namun, syaratnya, Shahi cuma mau menghafal buku yang telah dipilih asistennya. Dalam acara tersebut, seorang penonton dilaporkan menemukan salinan kertas yang diduga hendak dipakai Shahi saat uji memori.

video youtube embed

Terbukti menipu di YouTube

Popularitas Bijay Shahi benar-benar menurun setelah ia terbukti menipu dalam sebuah video YouTube pada pertengahan tahun ini. Video tersebut berisi wawancara Shahi bersama atlet memori asal AS, Nelson Dellis.

Dellis, yang pada saat itu lagi liburan di Gunung Everest di Nepal, diajak oleh Shahi untuk kolaborasi bikin konten YouTube bareng. Lewat konten tersebut, Shahi meminta Dellis untuk menguji kemampuan memorinya.

Dellis awalnya enggak terlalu berminat untuk bikin konten bareng. Dia mau langsung pulang ke AS karena sudah kangen dengan keluarganya.

“Namun, ternyata ada lockdown di Nepal dan (kota) Khatmandu. Enggak ada penerbangan ke luar negeri. Jadi, saya benar-benar di Khatmandu selama sepekan,” kata Dellis menjelaskan latar belakang wawancaranya dengan Shahi.

video youtube embed

Selama wawancara, Dellis menemukan sejumlah kejanggalan pada diri Shahi.

Sebagai contoh, pria Nepal berusia 22 tahun itu enggak menjelaskan secara logis teknik memori macam apa yang dia pakai saat atraksi. Ketika ditanya kapan dirinya mulai mempelajari kemampuan memori, asisten Shahi menginterupsi sembari bilang bahwa kemampuannya muncul berkat ‘kekuatan ilahi’ — klaim yang diamini oleh Shahi, tetapi tak masuk akal bagi Dellis yang merupakan atlet memori.

Setelah wawancara aneh di awal video, Dellis mulai menguji Shahi. Ia menyiapkan secarik kertas yang dirobek dari buku berukuran A4 serta sebuah halaman buku untuk dihafal oleh Shahi. Menjelang tes uji memori ini, Shahi sering bolak-balik keluar ruang interview. Asistennya yang lain pun mondar-mandir keluar masuk ruangan sebelum dan sesudah tes berlangsung.

Keanehan paling besar saat wawancara tersebut muncul tatkala Shahi hendak menulis hafalannya ke kertas. Setelah membaca buku dengan suara keras-keras, Shahi enggak mau ada orang dan kamera yang melihatnya menulis. Hal ini membuat Dellis dan kameranya enggak bisa merekam apa pun yang terjadi saat Shahi menulis memorinya.

Setelah 30 menit, Shahi rampung menulis kembali hafalan dari buku yang dia baca. Dellis awalnya cukup terkesan dengan memori Shahi, karena kalimat-kalimat yang ada di tulisannya hampir mirip seperti yang ada di buku. Namun, para penonton video ini menemukan petunjuk bahwa Shahi melakukan kecurangan.

Beberapa hari setelah video wawancara Dellis di-upload, sebuah channel YouTube bernama Misguided Nepal mengunggah teori penjelasan bahwa Shahi telah menipu.

Misguided Nepal menduga bahwa asisten Shahi yang keluar masuk sempat menaruh handphone (HP) di luar ruangan untuk merekam bacaan Shahi. Asisten tersebut dituding merekam suara Shahi dan menyalinnya di ruangan lain dengan kertas berbeda. Setelah itu, sang asisten memberikannya kepada Shahi saat ia meminta Dellis untuk jangan memperhatikannya.

Argumen Misguided Nepal ini diperkuat dengan bukti bahwa kertas hasil memori yang dikumpulkan Shahi punya bentuk potongan yang rapi. Di sisi lain, kertas yang diberikan Dellis di awal punya sisi yang kurang rapi hasil robekan buku.

Dellis pun menganggap bahwa teori Misguided Nepal cukup kuat. “Aku ditipu oleh Bijay Shahi,” kata Dellis.

video youtube embed

Dalam video berjudul “I got scammed by Bijay Shahi”, Dellis menunjukkan bahwa tulisan Shahi yang sempat tertangkap kamera di awal enggak mirip seperti kertas hasil memori yang diberikan di akhir pengujian. Selain itu, tulisan Shahi di awal sangat rapat dengan garis tepi kertas, sedangkan tulisan di tulisan hasil memori punya jarak di antara awal kalimat baris dan tepi kertas.

Dellis sendiri enggak mau berkomentar banyak soal bagaimana cara asisten Shahi membantu bosnya untuk melakukan penipuan. Namun, dengan fakta bahwa tulisan Shahi yang sempat tertangkap video di awal enggak mirip seperti kertas hasil yang diberikan, itu sudah cukup untuk jadi bukti tak terbantahkan bahwa Shahi melakukan kecurangan.

Menanggapi bukti kecurangan tersebut, Shahi membela diri lewat posting-an di Facebook.

“Bagaimana mungkin seorang gadis (asisten) yang melakukan pekerjaan normal dapat membuat (salinan dari) rekaman ponsel? Apakah ini mungkin? Selain itu, pintu tertutup total, kertas datang dari luar, juga keraguan yang sia-sia,” kata Shahi di Facebook pada 18 Juli lalu.

Kesimpulan: Kemampuan memori super, apa ada?

Bijay Shahi bukanlah orang pertama yang mengeklaim punya memori super. Sejumlah orang di seluruh dunia juga sempat mengeklaim kemampuan tersebut. Namun, klaim Shahi mendapat sorotan lebih karena ketahuan bahwa ia menipu.

Lantas, apa benar ada orang yang punya kemampuan memori super?

Menurut laporan New Scientist, kemampuan memori super umumnya merujuk pada istilah photographic memory dan eidetic memory. Ini merupakan kemampuan memori di mana seseorang bisa mengingat lebih baik suatu kejadian dibanding orang pada umumnya.

Meski mirip, photographic memory dan eidetic memory punya perbedaan fundamental.

Photographic memory merujuk pada kemampuan untuk mengingat kejadian masa lalu secara detail dengan akurasi tinggi – layaknya memotret sebuah foto lewat kamera. Meskipun banyak orang mengeklaim bahwa mereka memiliki kemampuan ini, para ilmuwan masih belum memiliki bukti bahwa photographic memory benar-benar ada.

Di sisi lain, eidetic memory adalah kemampuan untuk mengingat dengan jelas gambar yang telah dilihat, namun durasinya hanya sebentar. Misalnya, orang yang punya kemampuan eidetic memory dapat mengingat gambar selama 30 detik, kendati gambar tersebut telah dihapus beberapa menit lalu.

Dikutip New Scientist, beberapa orang memang dilaporkan memiliki memori visual yang lebih baik daripada orang kebanyakan. Orang-orang ini disebut memiliki Highly Superior Autobiographical Memory (HSAM).

Ilustrasi mengingat. Foto: Shutter Stock

HSAM merupakan kondisi yang membuat orang dapat mengingat peristiwa masa lalu dengan sangat rinci, bersama dengan tanggal yang tepat ketika peristiwa itu terjadi. Misalnya, orang dengan kemampuan HSAM dapat memberi tahu apa yang mereka makan saat siang hari pada 1 Mei 1999.

Majalah Time melaporkan bahwa para peneliti cuma mengidentifikasi HSAM pada kurang dari 100 orang di seluruh dunia. Hingga kini, mereka belum memahami apa yang sebenarnya terjadi di otak individu yang punya kondisi HSAM.

Kendati punya ingatan yang lebih baik ketimbang orang pada umumnya, orang dengan HSAM tidak lebih unggul dalam hal belajar, menurut riset di jurnal Frontiers in Phsycology terbitan 2016 lalu. Mereka hanya lebih baik dalam mempertahankan ingatan.

Orang-orang pada umumnya juga sebenarnya bisa mempelajari cara mempertahankan memori lewat metode mnemonic. Ini merupakan teknik untuk mengingat hafalan yang banyak lewat analogi sederhana seperti akronim hingga pola.

Sebagai contoh, pernahkah kamu mengingat bulan ganjil dan genap lewat sela-sela jari tangan? Nah, itu merupakan metode mnemonic.

Metode mnemonic inilah yang digunakan atlet memori seperti Nelson Dellis untuk berlatih ingatan dan bertanding di kompetisi memori. Makanya, ketika Shahi menyebut bahwa kemampuannya berasal dari ‘kekuatan ilahi’, Dellis menganggapnya enggak masuk akal.

“Percaya atau enggak, teknik memori ini bukanlah kekuatan ilahi,” kata Dellis. “Semua orang bisa melakukannya.”