Kumparan Logo

Orang yang Punya Tujuan Hidup Ternyata Lebih Panjang Umur

kumparanSAINSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi orang bahagia. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi orang bahagia. Foto: Shutterstock

Menurut hasil penelitian terbaru, orang-orang yang memiliki tujuan hidup ternyata lebih panjang umur daripada orang-orang yang tidak punya tujuan hidup. Hasil riset yang telah dipublikasikan di jurnal JAMA Network Open itu mengaitkan orang-orang yang punya tujuan hidup dengan kualitas hidup dan kesehatan fisik dan mental yang lebih baik.

Riset ini mengumpulkan data dari 6.985 orang dewasa yang berusia 50 tahun atau lebih di Amerika Serikat. Rata-rata usia orang-orang tersebut adalah 68,6 tahun.

Pada tahun 2006 orang-orang itu diminta untuk mengisi kuesioner mengenai tujuan hidup mereka. Setelah itu, para peneliti menilai masing-masing tujuan hidup para peserta dengan memberikannya skor tertentu.

Selanjutnya, para ilmuwan mengamati dan mendata penyebab kematian para peserta itu dalam rentang tahun antara 2006 dan 2010. Dalam pengamatan ini para peneliti juga memperhatikan sejumlah variabel, seperti tingkat demografis, status perkawinan, ras, dan pendidikan orang-orang itu. Pilihan gaya hidup orang-orang tersebut, seperti merokok dan minum alkohol, juga diperhatikan.

Ilustrasi Pernikahan. Foto: Tom Pumford

Adapun tujuan yang didefinisikan oleh para peneliti sebagai tujuan hidup adalah sesuatu yang membuat orang-orang itu mengatur diri mereka sendiri demi mencapai tujuan, mendorong pada perilaku sehat, dan memberi makna pada kehidupan mereka.

Hasilnya, pemodelan data dalam riset ini menunjukkan bahwa semakin kuat para peserta merasa memiliki tujuan dalam hidup, semakin rendah risiko kematian mereka. Hasil ini berlaku tetap bahkan ketika para ilmuwan menyesuaikan perhitungan mereka untuk faktor-faktor yang dapat mempengaruhi skor mereka, seperti status sosiodemografi peserta dan kesehatan mereka.

Sayangnya, para ilmuwan belum tahu mengapa ada hubungan antara tujuan dan umur yang lebih panjang. Salah satu penjelasan yang mungkin adalah tidak memiliki tujuan dapat mengurangi motivasi seseorang untuk menjadi sehat dan aktif, kata para peneliti, sebagaimana dilansir Newsweek.

Yang jelas hasil riset ini telah menunjukkan suatu korelasi yang menakjubkan. Celeste Leigh Pearce, Associate Professor di Departemen Epidemiologi di University of Michigan School of Public Health selaku salah satu penulis laporan hasil riset ini, mengatakan bahwa dengan adanya riset ini, tujuan hidup dan pengaruhnya terhadap kesehatan menjadi semakin jelas.

Ilustrasi seorang lelaki sedang bekerja. Foto: Shutterstock

“Tujuan hidup dapat berasal dari keluarga, komunitas, pekerjaan, agama atau domain lain, dan karenanya dapat diakses oleh semua orang," kata Celeste.

Andrew Oswald, profesor ekonomi dan ilmu perilaku di University of Warwick, Inggris, yang mempelajari kebahagiaan manusia dan yang tidak terlibat dengan penelitian, mengatakan dirinya terkejut atas hasil riset ini. Dia terkejut bahwa efek tujuan hidup terhadap kesehatan ternyata bisa lebih besar daripada efek kebahagiaan. “Tujuan itu sendiri tampaknya berharga, dalam beberapa cara yang misterius."

Dengan begitu, maka Oswald mengatakan, “Memperbaiki pikiran orang-orang mungkin adalah cara terbaik dan termurah untuk memperbaiki tubuh mereka.”

“Karya ini jelas menunjukkan bahwa jika Anda pensiun dini, masuk akal untuk memiliki tujuan yang mendalam dalam hidup. Kebosanan mungkin berbahaya bagi kesehatan Anda,” katanya lagi.