Kumparan Logo

Pable dan Brilington Hadirkan Koleksi Fashion Hasil Daur Ulang Limbah Tekstil

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Koleksi Tailored Sustainable Fashion Pieces, pakaian hasil dari daur ulang tekstil garapan Pable dan Brilington. Foto: Muhamad Ardyansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Koleksi Tailored Sustainable Fashion Pieces, pakaian hasil dari daur ulang tekstil garapan Pable dan Brilington. Foto: Muhamad Ardyansyah/kumparan

Pable, startup daur ulang tekstil, bersama dengan Brillington Establishment, menghadirkan koleksi Tailored Sustainable Fashion Pieces untuk pasar global Jepang dan Inggris dalam acara "Tailored for Tomorrow" di butik Brillington, Jakarta, Jumat (12/9).

Melalui inovasi daur ulang tekstil, Pable telah mengolah sampah tekstil post-production menjadi serat, benang, hingga kain baru yang dapat kembali digunakan sebagai bahan pakaian layak pakai.

"Sampah tekstil Indonesia kalau kita tidak melakukan apa pun, 2030 itu mencapai 3,9 juta ton. Kalau di-convert, semua bisa didaur ulang, itu kita bisa bikin baju gratis buat masyarakat kita, buat penduduk Indonesia sampai ke-10 generasi ke depan," kata Aryenda Atma, Co Founder dan CEO Pable.

"Jadi sebetulnya itu adalah hal yang pengin kita lakukan untuk raise up the issue, dan setelah kita collect, kita proses di Pable, kita proses sendiri di benang, setelah benang, kita tenun."

Aryenda Atma, Co-Founder dan CEO Pable. Foto: Muhamad Ardyansyah/kumparan

Proses daur ulang tekstil ini berkolaborasi dengan komunitas lokal, yaitu komunitas penenun dari daerah Pasuruan, Jawa Timur, sebagai bagian dari praktik ekonomi sirkular yang mengolah Pabtex. Pabtex merupakan kain hasil daur ulang limbah tekstil bersertifikat RCS 100, standar internasional yang mengakui kepatuhan rantai produksi berbasis material daur ulang.

Setelah menjadi bahan pakaian layak pakai, master tailor Brillington membuat material tersebut menjadi busana elegan yang berkelas internasional. Koleksi kolaborasi ini menjadi langkah nyata untuk menunjukkan bahwa Indonesia dapat bersaing di pasar global dengan produk fashion ramah lingkungan.

"Bagi Brillington, kolaborasi dengan Pable adalah kesempatan untuk membukakan bahwa tailoring Indonesia mampu melahirkan karya berkelas dunia, tanpa kehilangan identitas lokalnya. Kami percaya perpaduan antara material berkelanjutan dan keterampilan cra8smanship adalah masa depan industri mode,” ungkap Audrey, Founder Brillington Establishment.

Pable dan Brilington Establishment bekerja sama menghadirkan Pabtex, kain hasil daur ulang limbah tekstil bersertifikasi RCS 100. Foto: Muhamad Ardyansyah/kumparan

Hingga kini, Pable telah berhasil mendaur ulang lebih dari 300 ton limbah tekstil menjadi material terbarukan dengan potensi dampak lingkungan setidaknya penghematan 297 juta liter air, menekan emisi karbon hingga 15 juta kilogram CO₂ dan menghindari 6.000 m² area tempat pembuangan akhir (TPA) dari timbunan limbah tekstil.

“Melalui 'Tailored For Tomorrow', kami ingin menunjukkan bahwa karya berkelanjutan Indonesia bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai budaya dan keahlian yang setara dengan standar global. Dari benang yang ditenun, hingga jahitan terakhir di tangan master tailor, setiap langkah mencerminkan kolaborasi dan dedikasi,” ujar Atma.

Dalam acara ini juga mempertemukan berbagai brand lokal, seperti Brillington & Be4Women, OQ Essentials, Organiq x Galih Collection, dan Atimoré dalam satu ruang kolaborasi yang menampilkan masa depan mode berkelanjutan Indonesia, sekaligus memperlihatkan kesiapan karya Indonesia memasuki panggung global.

Reporter: Muhamad Ardyansyah