Kumparan Logo

Pakar: Tidur Jadi Pilar Kesehatan, Setara Nutrisi dan Olahraga

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah pengunjung berinteraksi di stan Samsung Health saat World Sleep Congress 2025, Singapura, Selasa (9/9/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah pengunjung berinteraksi di stan Samsung Health saat World Sleep Congress 2025, Singapura, Selasa (9/9/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Kesadaran masyarakat akan pentingnya tidur sehat kini semakin besar. Tidur sehat kini sejajar dengan kebutuhan nutrisi dan olahraga sebagai pilar utama kesehatan. Dokter Spesialis Kesehatan Tidur, Dr. Andreas Prasadja, mengatakan bahwa tidur adalah fondasi dari performa dan keselamatan sehari-hari.

Triumvirate of health tuh gini, jadi misalkan bentuk segitiga. Yang sini nutritional balance, yang sini sport, olahraga. Tetapi yang menjadi dasar itu adalah kesehatan tidur. Tanpa kesehatan tidur yang baik, mau jaga makan kayak apa juga? Bisa kurus, you cannot ya,” ujarnya dalam acara World Sleep Congress 2025, Suntec City di Singapura, Selasa (9/9).

Menurut Andreas, paradigma hidup sehat kini tidak lagi hanya soal makan bergizi dan berolahraga. Kualitas tidur juga menjadi kunci utama.

“Tanpa kesehatan tidur yang baik, olahraga serang jantung. Literally, nah science sudah membuktikan bagaimana durasi tidur yang sehat, kualitas tidur yang sehat itu penting untuk kualitas manusia, bukan kita gak bicara soal kesehatan aja loh kualitas manusia.”

Andreas menambahkan, meningkatnya kesadaran masyarakat turut didorong oleh perkembangan teknologi wearable, seperti smartwatch dan smart ring, yang menyediakan fitur sleep tracking. Meski begitu, ia menilai infrastruktur masih menjadi tantangan di Indonesia.

“Kalau saya lihat (kesadaran) di masyarakat Indonesia sudah sangat baik. Itu sangat dibantu oleh berbagai media, berbagai teknologi yang sekarang semua smartwatch, semua smart ring itu kan ada sleep tracking-nya.”

Teknologi ini, jelasnya, membuat masyarakat mulai mengevaluasi kualitas tidur, mulai dari deep sleep sebagai tahap pemulihan tubuh, hingga REM (Rapid Eye Movement) yang penting untuk memori, emosi, dan kreativitas.

“Gen Z itu bukan menderita gangguan tidur tetapi generasi yang paling sadar dengan kesehatan tidurnya.”

Andreas mengingatkan, kualitas tidur yang buruk dapat menimbulkan risiko serius. Bukan hanya kesehatan secara fisik, namun juga secara psikis.

“Begitu tidurnya gak sehat, badan kan kayak stres. Nah, begitu badannya stres, sederhananya zat-zat oksidannya pada naik di badan. Ini kan risiko-risiko buat stroke, penyakit jantung,” katanya.

Suasana stan Samsung Health saat World Sleep Congress 2025, Singapura, Selasa (9/9/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Samsun Galaxy Watch 8 Series

Samsung Galaxy Watch 8 Series memiliki panduan sederhana dapat membantu perubahan kebiasaan tidur. Pengguna bisa memanfaatkan fitut Samsung Health untuk memantau perkembangan kualitas tidur mereka.

“Galaxy Watch 8 ini. Iya, itu kan hardware-nya. Tapi Samsung Health-nya itu sangat prediktif, sangat personalisasinya itu sangat bagus. Jadi kita gampang melihatnya. Kita bisa evaluasi dan ada bimbingannya sehingga kita dibimbing, untuk tidur lebih sehat,” jelasnya.

Carl Nordenberg, VP Mobile eXperience Business Samsung Electronics SEAO, mengatakan, Samsung Galaxy Watch 8 Series hadir dengan BioActive Sensor generasi baru untuk memberikan gambaran kesehatan yang lebih akurat.

Perangkat ini memungkinkan pemantauan kesehatan yang lebih dalam dan akurat, memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi kesehatan pribadi pengguna. Ada fitur Bedtime Guidance untuk rekomendasi waktu tidur optimal dan Vascular Load untuk memantau tekanan sistem vaskular selama tidur.

“Galaxy Watch 8 Series kini menawarkan fitur-fitur terbaru yang menarik, seperti Bedtime Guidance dan Vascular Load, untuk membantu pengguna memahami serta meningkatkan kualitas tidurnya,” jelas Carl.

Samsung juga memperkenalkan Antioxidant Index. Fitur ini hadir pertama kalinya di smartwatch, dan dapat mengukur kadar karotenoid hanya dalam lima detik. Dalam jangka panjang Samsung, berencana ingin menjadikan wearables sebagai pelatih kesehatan proaktif berbasis AI kepada penggunanya.

Sebuah produk dipamerkan di stan Samsung Health saat World Sleep Congress 2025, Singapura, Selasa (9/9/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

“Seiring dengan terus dikembangkannya platform kesehatan kami, termasuk Samsung Health dan portofolio wearable, kami akan terus menghadirkan fitur-fitur yang membantu pengguna tidur lebih nyenyak, tetap aktif, serta membuat pilihan yang lebih bijak untuk menjalani gaya hidup sehat.”

“Lebih dari sekadar perangkat pelacak pasif, Galaxy Watch 8 menghadirkan lompatan baru dengan berfungsi sebagai pelatih kesehatan pribadi yang proaktif dengan menggabungkan perangkat keras inovatif dan teknologi personalisasi berbasis AI, Samsung menawarkan pengalaman kesehatan yang fleksibel dan terintegrasi,” tutupnya.