Pandemi Masih Mengintai, Apakah Anda Sudah Mencuci Baju dengan Tepat?

31 Agustus 2020 13:04 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi mencuci baju. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mencuci baju. Foto: Shutterstock
Pandemi COVID-19 membuat kita lebih memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan, tak terkecuali kebersihan pakaian. Demi meminimalisir kontaminasi bakteri dan penularan virus corona, intensitas mencuci pun jadi meningkat, apalagi setelah bepergian ke pusat keramaian.
Namun masalah kerap datang saat ada noda membandel yang susah hilang meski sudah dikucek berkali-kali, terutama untuk baju anak. Entah itu noda sisa makanan, tanah dan lumpur, atau noda crayon yang menempel saat anak bermain. Apa Anda juga kerap menemui masalah ini?
Baju yang kotor tentu membuat tampilannya terkesan kusam seperti belum dicuci. Bukan itu saja, baju yang kotor tentunya bisa jadi sarang kuman, bakteri, bahkan virus yang mengancam kesehatan keluarga.
Menurut penelitian dari badan kesehatan masyarakat Amerika Serikat, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus corona bisa menular melalui droplet (tetesan air) dari orang yang bersin atau batuk. Droplet tersebut juga rentan menempel di permukaan benda, termasuk juga pada pakaian.
Jurnal lain yang diterbitkan oleh University of Hong Kong (HKU) (2/4) menyebutkan, para peneliti melakukan pengujian untuk melihat berapa lama virus bisa bertahan di permukaan benda dalam suhu ruang kurang lebih antara 20 sampai 25 derajat celsius. Hasilnya, virus corona yang menempel di permukaan kain atau jaket bisa bertahan hingga dua hari. Karena itulah, setelah bepergian, baju yang dipakai harus segera dicuci dan tidak boleh dicampur dengan baju kotor lain karena dikhawatirkan dapat menjadi media penyebaran virus di rumah.

Cara tepat mencuci baju di masa pandemi agar terhindar serangan virus penyakit

Ilustrasi wanita sedang mencuci pakaian warna putih. Foto: Shutterstock
Saking frustasinya mengatasi noda membandel di pakaian, mencari tips-tips menghilangkan noda pakaian membandel di internet maupun media sosial. Misalnya saja mencuci pakaian dengan air panas untuk menghilangkan noda sekaligus kuman yang menempel. Ada juga trik mencuci pakaian dengan bahan-bahan rumah tangga seperti lemon, baking soda, atau tepung maizena yang dipercaya dapat menyerap kotoran dan minyak.
Beberapa cara di atas mungkin bisa membantu menghilangkan kotoran pada pakaian. Namun, setiap baju terbuat dari bahan yang berbeda sehingga sebenarnya tidak boleh sembarangan saat dicuci. Apalagi untuk baju dengan bahan yang lembut dan rentan rusak, seperti wol atau sutera.
Jangan khawatir lagi. Anda tidak perlu lagi takut pakaian akan rusak atau pudar saat berusaha membersihkan noda membandel. Ada Vanish, produk yang bisa membantu Anda menghilangkan noda membandel seperti saus, lumpur, kosmetik, lumpur, hingga bekas keringat tanpa merusak warna dan serat pakaian.
Selain punya kemampuan menjaga kualitas pakaian tetap baik saat dicuci, Vanish juga siap membantu Anda menjaga kesehatan keluarga. Produk ini diformulasikan secara khusus sehingga lebih efektif membunuh kuman penyebab penyakit yang menempel akibat sisa kotoran di baju.
Vanish dapat membantu menghilangkan kuman dan noda membandel tanpa merusak warna serta serat pakaian. Foto: Vanish
Ya, Vanish telah teruji di laboratorium terakreditasi bisa membunuh kuman dalam waktu 30 menit perendaman dengan 150 ml Vanish dan 4 liter air, atau 60 menit perendaman dengan 60 ml Vanish di dalam 4 liter air bersih.
Vanish punya beberapa varian yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Ada Vanish Cair untuk hilangkan noda sekaligus jaga serat dan warna tetap cemerlang, Vanish White Liquid yang diformulasikan khusus untuk pakaian putih, dan Vanish Oxi Action Bubuk dengan keunggulan Oxi Action yang mengeluarkan gelembung untuk menghilangkan noda dalam satu kali cuci saja.
Bagaimana? Sudah tidak bingung lagi kan, saat ada noda membandel di pakaian Anda atau keluarga?
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Vanish