Kumparan Logo

Paparan Radiasi Radioaktif di Tangsel Diharapkan Bersih Sebelum 20 Hari

kumparanSAINSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lokasi penemuan Limbah Radioaktif di Perumahan Batan Indah. Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi penemuan Limbah Radioaktif di Perumahan Batan Indah. Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan

Badan Pengawasan Tenaga Nuklir (BAPETEN) menemukan adanya paparan radiasi radioaktif yang cukup tinggi di daerah Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan. Dari hasil analisis laboratorium yang dilakukan BAPETEN dan Badan Teknologi Nuklir Nasional (BATAN) yang dilakukan 7 hingga 8 Februari 2020, sumber radiasi yang tinggi itu berlokasi di area tanah kosong di samping lapangan voli blok J.

Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik BAPETEN, Indra Gunawan dalam keterangan tertulisnya, mengatakan BAPETEN telah mengambil sampel vegetasi, tanah, dan air sumur di sekitar lokasi untuk memastikan kemungkinan terjadinya kontaminasi silang/terjadi pencemaran. Kegiatan dekontaminasi juga dilakukan oleh tim BATAN dengan melakukan pengerukan tanah dan pemotongan pohon dan tanaman.

Dalam rilis yang diterima kumparanSAINS, BATAN saat ini tengah melakukan clean up area yang terpapar radiasi di depan Kompleks Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan.

“Dengan berbagai fasilitas laboratorium dan pengolahan limbah radioaktif, BATAN diminta Bapeten untuk membantu proses pembersihan dan analisis material penyebab tingginya paparan radiasi,” ujar Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama, BATAN, Heru Umbara di lokasi terpaparnya radiasi, Sabtu (15/2).

Suasana di sekitar lokasi penemuan Limbah Radioaktif di Perumahan Batan Indah, Sabtu (15/2). Foto: Andreas Ricky Febrian/kumparan

“Upaya clean up yang telah dilakukan Batan adalah mengambil sumber pemapar yang memancarkan radiasi di atas ambang dan mengambil seluruh vegetasi dan tanah untuk dilakukan pengujian.”

Heru menjelaskan, hasil clean up area menunjukkan bahwa bahan penyebab paparan radiasi telah ditemukan bercampur dengan tanah. Temuan itu selanjutnya akan dianalisis di laboratorium BATAN.

Clean up area merupakan upaya pertama yang disebut Heru sangat penting untuk menyelamatkan masyarakat dan lingkungan dari paparan radiasi. Dari clean up tersebut, didapatkan vegetasi dan tanah yang dimasukkan ke dalam 52 drum berkapasitas 100 liter.

Proses clean up yang dilakukan pihaknya, imbuh Heru, berhasil menurunkan paparan radiasi 30 persen dari 149 mikro sivet per jam. Berdasarkan pengamatan terakhir yang dilakukan pada Sabtu (15/2) dini hari menunjukkan paparan radiasi kini di angka 98,9 mikrosivet per jam.

"Proses clean up ini akan terus dilanjutkan sampai area tersebut benar-benar bersih dan tidak membahayakan bagi warga dan lingkungan," jelasnya.

Heru menjelaskan, upaya clean up diperkirakan akan berlangsung 20 hari sejak 12 Februari 2020. Namun ia berharap, sebelum 20 hari area tersebut bisa dinyatakan bersih kembali dari paparan radiasi. Selanjutnya, saat ini BATAN juga tengah mempersiapkan upaya pengecekan whole body counting kepada warga, untuk mengetahui dampak kontaminasi.

Seorang jurnalis foto memotret lokasi ditemukannya paparan tinggi radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (14/2). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Heru mengimbau masyarakat agar tidak perlu panik terhadap kejadian ini. Dipastikan bahwa kejadian ini telah ditangani oleh pihak yang berkompeten.

"Warga diharapkan melakukan aktivitas seperti biasa saja, asal tidak masuk ke dalam area yang sudah diberi tanda terkontaminasi. Paparan radiasi ini bila dikelola dengan baik tidak akan membahayakan keselamatan warga," imbaunya.

Radiasi radioaktif ditemukan ketika BAPETEN melakukan uji fungsi rutin pemantauan radioaktivitas lingkungan di area Jabodetabek pada 30 hingga 31 Januari 2020 lalu. Uji fungsi dilakukan di wilayah Pamulang, Perumahan Dinas Puspitek, Daerah Muncul dan Kampus ITI, Perumahan Batan Indah, dan Stasiun KA Serpong.

Secara umum nilai paparan radiasi lingkungan pada daerah pemantauan menunjukkan nilai normal (paparan latar), namun pada saat dilakukan pemantauan di lingkungan Perumahan Batan Indah, ditemukan kenaikan nilai paparan radiasi di lingkungan area tanah kosong di samping lapangan voli blok J.

BAPETEN masih menyelidiki asal radioaktif yang ditemukan di Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan. Untuk sementara, yang baru diketahui adalah jenis radioaktifnya, yaitu Cs-137 atau Cesium 137.