Paus Fransiskus Idap Pneumonia Ganda, Kenali Gejala dan Penyebabnya

21 Februari 2025 18:47 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Paus Fransiskus memimpin misa Malam Natal di Basilika Santo Petrus di Vatikan pada 24 Desember 2024. Foto: Tiziana Fabi/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Paus Fransiskus memimpin misa Malam Natal di Basilika Santo Petrus di Vatikan pada 24 Desember 2024. Foto: Tiziana Fabi/AFP
ADVERTISEMENT
Paus Fransiskus dikabarkan dirawat di rumah sakit karena penyakit bronkitis pada 14 Februari 2025. Beberapa hari kemudian, Vatikan mengumumkan kepala Gereja Katolik tersebut ternyata didiagnosis menderita pneumonia ganda.
ADVERTISEMENT
“Pemindaian CT dada lanjutan yang dilakukan kepada Paus sore ini mengungkap timbulnya pneumonia bilateral, yang memerlukan terapi farmakologis tambahan,” kata Kantor Pers Holy See dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip IFL Science. “Meksi begitu, Paus tetap bersemangat.”

Apa itu pneumonia ganda?

Pneumonia sendiri adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri atau virus, seperti Streptococcus pneumoniae dan influenza, atau bisa juga disebabkan oleh jamur dan parasit. Vatikan mengatakan bahwa Paus Fransiskus mengalami infeksi polimikroba, yakni pneumonia yang disebabkan oleh organisme mikroba.
Pneumonia ganda merupakan istilah informal untuk pneumonia bilateral, yakni kondisi peradangan yang menyerang kedua paru-paru, menyebabkan iritasi pada jaringan di sekitar kantung udara. Infeksi ini menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada kantung udara kecil di paru-paru. Paru-paru akan terisi cairan atau nanah, akibatnya oksigen sulit keluar dari paru-paru dan masuk ke aliran darah, serta menyebabkan gejala seperti sesak napas.
ADVERTISEMENT
Pneumonia ganda juga ditandai dengan serangkaian gejala lain seperti demam, batuk disertai lendir berwarna hijau, kuning, atau darah, lalu kelelahan, nyeri dada, kehilangan nafsu makan, dan kebingungan.

Apa yang bikin seseorang terkena pneumonia?

Siapa pun bisa terserang pneumonia. Ada beberapa faktor medis dan lingkungan yang membuat seseorang berisiko tinggi terkena pneumonia, atau bahkan memperparah pneumonia.
Kondisi medis yang dapat berperan memperparah risiko pneumonia adalah penyakit paru-paru seperti fibrosis kistik dan gangguan paru obstruktif menahun (PPOK), serta penyakit jantung, sistem kekebalan lemah, dan kondisi yang membuat orang sulit menelan.
Ilustrasi wanita sesak napas Foto: Shutterstock
Paus Fransiskus, misalnya, dilaporkan pernah menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-parunya saat masih muda, setelah mengalami infeksi pernapasan parah. Ia juga dirawat di rumah sakit karena bronkitis pada 2023.
ADVERTISEMENT
Orang dengan usia di atas 65 tahun atau di bawah 2 tahun merupakan kelompok rentan terkena pneumonia. Merokok, penyalahgunaan narkoba dan alkohol, serta paparan polusi juga bisa menyebabkan seseorang pneumonia.

Bagaimana pneumonia ganda diobat?

Cara mengobati pneumonia bergantung pada banyak hal, terutama pada apa yang menyebabkan infeksi. Jika seseorang menderita pneumonia bakteri, pasien akan diberi antibiotik.
Dalam kasus Paus Fransiskus, dia terinfeksi polimikroba, membuat pengobatan tak sesederhana hanya memberikan antibiotik. Jika ada virus yang terlibat dalam infeksi tersebut, virus tidak akan bisa diobati memakai antibiotik.
Gejala seperti demam dan nyeri dapat diobati dengan obat-obatan seperti ibuprofen, sementara pelembap udara dan mandi uap adalah pengobatan yang dianjurkan untuk membantu pasien mengatasi batuk dan mengeluarkan dahak. Dalam kasus pneumonia yang lebih parah, beberapa pasien mungkin memerlukan terapi oksigen atau meminum antibiotik secara intravena.
ADVERTISEMENT
Usia, penyebab dan tingkat keparahan infeksi, serta status kesehatan semuanya dapat memengaruhi seberapa cepat seseorang pulih dari pneumonia. Mengingat usianya, Paus diperkirakan akan tetap dirawat di rumah sakit untuk sementara waktu.