Pecahan Kaca Misterius Ditemukan di Gurun Atacama, Diduga Benda Luar Angkasa

7 November 2021 11:15 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Gurun Atacama, Cile Foto: Flickr / Egon Gleisberg
zoom-in-whitePerbesar
Gurun Atacama, Cile Foto: Flickr / Egon Gleisberg
ADVERTISEMENT
Potongan kaca misterius ditemukan berserakan di Gurun Atacama, Chili. Para peneliti menduga, benda tersebut berasal dari benda asing, yaitu komet ukuran besar, yang meledak di atmosfer Bumi sekitar 12.000 tahun lalu.
ADVERTISEMENT
Ledakan itu telah menghasilkan angin kencang sekuat tornado dan panas yang membakar gurun pasir, mengubahnya menjadi kaca silikat, atau struktur padat yang mengandung silikon dan oksigen.
Deposit kaca pertama kali ditemukan sekitar satu dekade lalu dan telah lama menjadi misteri. Kaca silikon, beberapa berwarna hijau tua dan hitam, ditemukan di dataran sepanjang 75 kilometer di Gurun Atacama.
Para peneliti yang pertama menemukan kaca berpikir bahwa itu berasal dari bolide atau bola api yang meledak di atmosfer, sementara peneliti yang lain menduga kaca merupakan hasil dari kebakaran rumput yang terjadi terus menerus. Di zaman kuno, Gurun Atacama bukanlah hamparan pasir, melainkan daratan yang dipenuhi pepohonan dan rerumputan.
Untuk mengetahui dari mana asal usul kaca, para peneliti dari AS dan Chili melakukan analisis kimia terhadap puluhan sampel kaca yang ditemukan di gurun. Di dalam kaca, para peneliti menemukan mineral yang disebut zirkon, beberapa di antaranya telah terurai menjadi baddeleyite, mineral oksida zirkonium langka.
ADVERTISEMENT
Endapan kaca ditemukan terkonsentrasi di landskap timur Pampa del Tamarugal, sebuah dataran tinggi di Gurun Atacama. Foto: Brown University
Perubahan dari zirkon ke baddeleyite biasanya terjadi pada suhu lebih dari 1.670 derajat Celcius, jauh lebih panas daripada suhu akibat kebakaran rumput. Para peneliti juga menemukan mineral yang sebelumnya hanya ditemukan di meteorit dan batuan lain luar angkasa.
Beberapa mineral, seperti cubanite dan troilite, mirip dengan mineral yang ditemukan dalam sampel komet Wild 2, sampel yang pernah dikumpulkan dalam misi Stardust NASA. Terlebih bentuk kaca yang aneh menunjukkan adanya panas dan angin kencang yang dihasilkan oleh ledakan komet. Dengan begitu, para peneliti menyimpulkan kaca merupakan hasil dari ledakan komet mirip dengan Wild 2.
"Pertama kalinya kami memiliki bukti yang jelas tentang kaca di Bumi yang diciptakan oleh radiasi termal dan angin dari bola api yang meledak tepat di atas permukaan," kata Pete Schultz, penulis utama yang merupakan profesor emeritus di Brown University's Department of Earth, Environmental and Planetary Sciences, dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip Live Science.
ADVERTISEMENT
Para peneliti memperkirakan, ledakan komet itu terjadi sekitar 12.000 tahun lalu. Kendati begitu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan tanggal dan sebesar apa komet tersebut.
“Terlalu dini untuk mengatakan apakah ada hubungan sebab akibat atau tidak, tetapi apa yang dapat kami katakan bahwa peristiwa ini terjadi sekitar waktu yang sama ketika kami berpikir megafauna menghilang,” kata Schultz.
“Ada juga kemungkinan bahwa ini benar-benar disaksikan oleh penduduk awal, yang baru saja tiba di wilayah tersebut. Itu akan menjadi pertunjukan yang cukup bagus.”