kumparan
18 Februari 2018 11:44

Pemburu Jadi Ancaman Utama Kepunahan Orang Utan di Kalimantan

Orang Utan. (Foto: Instagram @heytuta)
Populasi orang utan di Kalimantan terancam punah. Berkurangnya jumlah orang utan di Kalimantan lebih banyak disebabkan oleh aktivitas berburu manusia ketimbang akibat kehilangan habitatnya.
ADVERTISEMENT
Angka populasi orang utan di sana memang terus berkurang sejak 1999 sampai 2015 lalu, totalnya mencapai 148.500 orang utan. Menurunnya populasi orang utan ini banyak terjadi di hutan-hutan tempat tinggal orang utan, yang disebutkan kebanyakan orang utan itu menghilang tanpa bekas.
Hal ini dilaporkan oleh ahli primata Maria Voigt dari Max Planck Institute di bidang Antropologi Evolusioner, Jerman, pada 15 Februari dalam jurnal Current Biology.
Dengan begitu, bisa dikatakan bahwa ratusan ribu orang utan itu menghilang karena diburu oleh manusia.
Angkara manusia kepada orang utan (Foto: Prima Gerhard/kumparan)
"Pembunuhan orang utan sepertinya telah menjadi ancaman nomor satu bagi kehidupan orang utan," kata ahli biologi dan ekologi Serge Wich dari Liverpool John Moores University, yang juga bagian dari tim tersebut, dilansir ScienceNow.
ADVERTISEMENT
Orang utan diburu untuk makanan atau mencegah mereka mencuri dari kebun atau sawah, menurut peneliti. Orang-orang juga disebut membunuh orang utan dewasa untuk mencuri bayinya yang kemudian dijual dalam perdagangan hewan ilegal internasional.
Orang Utan Bersama Anaknya. (Foto: Instagram @tanjungputing)
Kini, hanya ada sekitar 70 ribu hingga 100 ribu orang utan yang tinggal di Kalimantan. Meskipun angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan perkiraan populasi sebelumnya, orang utan hanya memiliki habitat di Kalimantan dan Sumatera. Dan di kedua tempat ini jumlahnya sudah sangat langka.
Belum lagi, adanya penggundulan hutan Kalimantan atau dikonversikan ke lahan pertanian yang juga ikut mengancam keberadaan orang utan saat ini.
"Kami tidak memperkirakan kerugiannya begitu besar di hutan ini, jadi studi ini mengkonfirmasi bahwa pemburuan (orang utan) adalah masalah besar. Ketika binatang-binatang ini berkelahi dengan warga di tepi perkebunan, mereka selalu kalah. Warga akan membunuh mereka," kata Serge.
ADVERTISEMENT
Data yang ditemukan lewat satelit menunjukkan bahwa populasi orang utan di kawasan hutan Borneo telah menurun sekitar 30 persen sejak tahun 1972 hingga 2010. Dalam 25 tahun ke depan, Voigt dan timnya memprediksi kalau penggusuran habitat orang utan akan mengancam hilangnya kehidupan 45 ribu orang utan.
"(Jika) angka berburu bertambah, ini akan menjadi kombinasi yang mematikan (dari pemburuan dan penggundulan hutan),"ucap Serge.
Meski begitu, sejumlah orang utan yang tinggal di zona dilindungi di Kalimantan kemungkinan besar akan mampu menghindari kepunahan. Ini dikarenakan mereka dilindungi dengan baik dan terus diperhatikan oleh para petugas konservasi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan