Penampakan Pesawat Terbesar di Dunia Milik Ukraina yang Hancur Dirudal Rusia

Pesawat terbesar di dunia milik Ukraina, Antonov AN-225, dihancurkan oleh militer Rusia milik Ukraina pada Minggu (27/2). Spekulasi beredar di kalangan masyarakat dunia tentang apakah benar pesawat itu benar-benar hancur?
Pesawat besar, bernama "Mriya," atau "mimpi" dalam bahasa Ukraina, diketahui memang diparkir di lapangan terbang dekat Kiev ketika diserang oleh militer Rusia. Faktanya, Antonov AN-225 memang telah hancur kena rudal Rusia.
Hal ini diperkuat oleh pernyataan Dmytro Kuleba, Menteri Luar Negeri Ukraina, lewat cuitannya di Twitter yang mengkonfirmasi bahwa pesawat terbesar di dunia itu telah hancur.
“Rusia mungkin telah menghancurkan 'Mriya' kita. Tapi mereka tidak akan pernah bisa menghancurkan impian kita tentang negara Eropa yang kuat, bebas dan demokratis. Kita akan menang!” tulis Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba di Twitter, Senin (28/2).
Ini juga diperkuat oleh perusahaan pertahanan negara Ukraina Ukroboronprom, yang mengelola Antonov. Mereka mengatakan pesawat itu telah dihancurkan tetapi akan dibangun kembali dengan biaya dari Rusia. Total biaya yang dikeluarkan diperkirakan mencapai 3 miliar dolar AS.
Kini, rekaman yang menunjukkan Antonov AN-225 hancur lebur beredar di media sosial Twitter. Rekaman itu berasal dari saluran TV pemerintah Rusia yang melakukan peliputan di Bandara Antonov dekat Kyiv.
Antonov AN-225 Mriya sendiri dibuat pada 1980-an. Ia adalah pesawat kargo pengangkut pesawat ulang alik Buran menggantikan Myasishchev VM-T di zaman Uni Soviet. Pesawat ini memegang gelar sebagai pesawat terberat dengan lebar sayap terpanjang di dunia.
Seiring berjalannya waktu, terutama ketika Uni Soviet bubar pada tahun 1991 sampai akhirnya proyek Buran tidak dilanjutkan lagi tahun 1993, pesawat ini terpaksa tidak beroperasi selama hampir 8 tahun.
Pada 2001, Antonov AN-225 kembali dioperasikan dan beralih fungsi menjadi pesawat pengangkut berat yang bernomor penerbangan UR-82060 (yang sebelumnya СССР-82060) sampai sekarang.
Sejatinya, pesawat ini akan dibuat dua unit. Namun hanya satu yang selesai dan digunakan (UR-82060), sedangkan yang kedua dijadwalkan rampung pada 2008 lalu ditunda.
