Penampakan Ubur-ubur Aneh Terekam Kamera di Bawah Es Antartika
·waktu baca 3 menit

Ubur-ubur transparan seperti jeli aneh dengan kerlap-kerlip cahaya menyala di dalam tubuhnya di mana sisa-sisa makanan masih terlihat di perutnya berhasil ditemukan di bahwa es Antartika oleh para ilmuwan dan diabadikan dalam sebuah rekaman video.
Rekaman yang diedit oleh pembuat film dan ilmuwan Emiliano Cimoli tersebut menyajikan pemandangan ubur-ubur sisir dan makhluk bawah tembus pandang bertubuh lunak di bawah laut Ross, di Samudra Selatan di McMurdo Sound.
Detail luar biasa dalam video memungkinkan para peneliti untuk melihat belasan spesies hewan agar-agar, di mana dua spesies ubur-ubur dan tiga spesies ubur-ubur sisir belum diketahui oleh sains.
Cimoli, rekan penulis studi yang merupakan peneliti pascasarjana di University of Tasminia di Hobart, Australia, adalah orang yang merekam video tersebut ketika dia mengunjungi Antartika untuk melakukan penelitian pada 2018 dan 2019.
Sayangnya, saat itu ia tidak sedang meneliti ubur-ubur atau ubur-ubur sisir, melainkan sedang menguji peralatan pengindera untuk memantau gangga yang hidup di bawah es laut.
"Ganggang es memainkan peran penting dalam jaring makanan dan ekosistem laut kutub," kata Cimoli. “Tema penelitian dari ekspedisi tersebut adalah untuk menyelidiki kelimpahan dan fisiologi mereka di bawah kondisi cahaya yang berubah, seperti yang disebabkan oleh perubahan iklim.”
Di wilayah tempat pengamatan para peneliti, tampak lubang yang cukup besar memotong es laut. Cimoli, yang merupakan seorang videografer dan fotografer satwa liar, melihat ini sebagai kesempatan untuk memasukkan kamera ke bawah laut es untuk mencari kehidupan laut yang sulit dipahami dan seringkali sulit diamati di habitat aslinya.
“Ini membuka jendela ke ekosistem laut yang jarang dilihat seperti portal ajaib ke dunia lain,” kata Cimoli dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip Live Science.
Dalam beberapa rekaman, permukaan es terlihat berada di atas kepala ubur-ubur. Sementara dalam cuplikan lain tampak dasar laut yang dipenuhi bintang laut. Namun, adegan yang paling menakjubkan adalah adegan di mana ubur-ubur melayang dengan berjuntai-juntai di air yang tenang.
Dalam satu adegan, tubuh ubur-ubur Diplulmaris antarctica berdenyut dan beriak dengan lembut. Sejumlah bola oranye kecil yang diketahui sebagai krustasea parasit disebut amphipoda hyperiid tampak menempel di sekitar tentakel ubur-ubur. Sementara di dalam tubuh ubur-ubur tampak makanan yang baru mereka cerna.
Cimoli mengedit rekaman hasil bidikannya itu selama karantina COVID-19 dan dia baru mem-posting video di YouTube dan Vimeo pada Maret 2020. Gerlien Verhaegen, seorang peneliti postdoctoral di Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (JAMSTEC) di Kanagawa, Jepang, sekaligus penulis utama penelitian, mengakui bahwa tempat pengambilan video adalah tambang emas bagi para ahli biologi yang mempelajari jeli.
Struktur halus pada tubuh licin ubur-ubur dan ubur-ubur sisir sangat sulit untuk diawetkan ketika hewan tersebut keluar dari air. Jadi penulis studi mengidentifikasi spesies dalam video dengan membandingkan ilustrasi dan deskripsi naturalis, banyak di antaranya berasal dari awal abad ke-20, kata Verhaegen dalam pernyataannya.
"Studi kami merupakan survei berbasis optik pertama dari zooplankton agar-agar di Laut Ross," para peneliti.
Diterbitkan dalam Biodiversity Data Journal, Ini juga merupakan studi pertama yang menggunakan pengamatan ubur-ubur hidup di habitatnya di Samudra Selatan. Gambar dari rekaman akan digunakan untuk melatih algoritma komputer mengidentifikasi spesies ubur-ubur, suatu prestasi yang hanya bisa dilakukan jika database pelatihan berisi foto atau video berkualitas tinggi dapat dipelajari oleh komputer.
"Ketika rasa ingin tahu timbul, itu melibatkan seseorang untuk terlibat secara mendalam dan menjadi berpengetahuan tentang sesuatu," kata Cimoli.
