Peneliti BRIN Temukan Tumbuhan Paku Spesies Baru di Hutan Papua Nugini

8 Januari 2022 10:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tumbuhan paku jenis baru ditemukan di hutan Papua.  Foto: Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN)
zoom-in-whitePerbesar
Tumbuhan paku jenis baru ditemukan di hutan Papua. Foto: Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN)
ADVERTISEMENT
Tumbuhan paku (pteridofita) jenis baru telah ditemukan jauh di pedalaman hutan Pegunungan Bintang, Papua Nugini. Tumbuhan paku itu ditemukan oleh para peneliti dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN).
ADVERTISEMENT
Wita Wardani, Peneliti Bidang Botani Pusat Riset Biologi BRIN mengatakan, temuan ini menjadi sangat penting sebagai langkah dari menggali informasi variasi dan inventarisasi jenis tumbuhan paku, khususnya di wilayah fitogeografi Malesia.
Wita menerangkan, jika dilihat sepintas tutupan permukaan tangkai dan rakis daun jenis baru nampak berbeda. Dan berdasarkan pengamatan lebih lanjut menggunakan mikroskop di Herbarium Bogor (BO), tumbuhan yang kini diberi nama Deparia stellata memang dikonfirmasi sebagai jenis baru. Adapun penelitian Deparia Stellata telah terbit di jurnal Reinwardtia pada 6 Desember 2021.
ADVERTISEMENT
“Setelah pengamatan dengan mikroskop, ciri khas jenis baru ini teramati dengan lebih jelas, baik variasi bentuk, ukuran dan posisinya terhadap ciri yang lain. Mikroskop juga memudahkan ahli line drawing Wahyudi Santoso untuk menggambar detail spesimen secara akurat. Selanjutnya penyelesaian gambar dengan detail yang cukup banyak ini dilakukan melalui proses diskusi dan pengamatan bersama yang lumayan intensif,“ papar Wita.
Penampakan tumbuhan paku jenis baru yang ditemukan di Pegunungan Bintang, Papua. Foto: Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN)
Lebih lanjut Wita bilang, rambut-rambut bintang berwarna gelap kemerahan yang menyelimuti rakis dan kosta (tulang daun) tidak pernah ditemukan pada jenis Deparia. Begitu juga sisik dengan tepian berambut tak beraturan.
“Ciri ini tidak biasa bagi marga ini. Namun rambut-rambut bintang yang serupa teramati pula pada Diplazium stellatopilosum, jenis dari marga yang berbeda namun masih dari suku yang sama yang juga ditemukan di wilayah Papua Nugini,” katanya.
ADVERTISEMENT
Membedakan Deparia dengan Diplazium cukup mudah, kata Wita. Perbedaannya dapat dilihat dari parit pada kosta yang tidak menerus pada Deparia. Namun kebalikannya pada Diplazium. Karakter rambut bintang diperkirakan sebagai ciri khas jenis dari daratan Papua, khususnya di bagian timur, namun perlu dilakukan kajian yang lebih menyeluruh untuk memastikannya.
Tumbuhan paku jenis baru yang diberi nama Deparia stellata. Foto: Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN)