Kumparan Logo

Peneliti Deteksi Black Hole Mini Muncul di Dekat Bumi

kumparanSAINSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Black hole Foto: Courtesy Robin Dienel/Carnegie Institution for Science/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Black hole Foto: Courtesy Robin Dienel/Carnegie Institution for Science/Handout via REUTERS

Para astronom mendeteksi kemunculan black hole atau lubang hitam di dekat Bumi dengan massa yang sangat kecil sehingga menempatkannya dalam kategori eksklusif.

Lubang hitam itu diperkirakan berada sekitar 1.500 tahun cahaya dari Bumi, di dalam konstelasi galaksi Bima Sakti yang dikenal sebagai konstelasi Monoceros. Menurut astronom, ia merupakan kandidat lubang hitam terdekat yang pernah diketahui.

Tim peneliti dari Ohio State University, Amerika Serikat, memberi nama lubang hitam mini ini dengan sebutan unicorn. Nama unicorn merujuk pada posisi lubang hitam yang berada di tepi galaksi dan sifatnya sangat langka.

“Saat kami melihat datanya, lubang hitam ini muncul begitu saja,” kata Tharindu Jayasingle, astronom dari Ohio State University sebagaimana dikutip Science Alert.

Black Hole di Galaksi Bima Sakti Foto: NASA

Peneliti menyebutkan, lubang hitam kecil maupun supermasif sudah sejak lama menggerakan jantung galaksi. Teori mengatakan bahwa lubang hitam dapat muncul dalam berbagai ukuran. Namun, saat lubang hitam dibentuk oleh inti bintang mati yang runtuh, selama bertahun-tahun astronom menemukan beberapa celah massa.

Jika sebuah bintang runtuh punya massa kurang dari 2,3 kali massa Matahari, maka ia akan menjadi bintang neutron, bukan lubang hitam. Dan peneliti belum pernah menemukan lubang hitam bintang yang massanya lebih kecil dari 5 kali massa Matahari, yang meninggalkan celah massa.

Sebelum peneliti menemukan objek apapun di celah tersebut, keberadaan lubang hitam kecil di dekat Bumi sangat meragukan, sehingga ketika para astronom melihat bintang raksasa merah ditarik oleh sesuatu, mereka awalnya menepis kemungkinan bahwa itu adalah lubang hitam kecil yang tak terlihat.

Namun, Jayasinghe menemukan lubang hitam mini ini dengan cara yang berbeda. Berangkat dari arahan peneliti senior tentang potensi adanya lubang hitam kecil, ia langsung bergerak untuk menyelidikinya.

NASA Temukan Black hole Ukuran Sedang (intermediate-mass). Foto: NASA

Ia menganalisis data dari berbagai sistem teleskop dan satelit, dan menemukan raksasa merah di konstelasi Monoceros yang berada di tahap akhir kehidupannya. Berdasarkan kecepatan bintang dan cara bintang itu ditarik oleh gravitasi, semuanya menunjukkan adanya lubang hitam kecil yang mengorbit di Monoceros. Ukuran lubang hitam itu 3 kali massa Matahari.

"Sama seperti gravitasi Bulan yang mendistorsi lautan Bumi, menyebabkan lautan pasang dan menjauh dari Bulan, menghasilkan gelombang pasang, begitu pula lubang hitam mengubah bintang menjadi bentuk seperti bola dengan satu sumbu lebih panjang dari yang lain," kata Todd Thompson, seorang astronom yang telah membantu menemukan lubang hitam kecil lainnya di masa lalu.

Thompson menyimpulkan bahwa apa yang ditemukan itu adalah sebuah lubang hitam kecil. Sekarang, Unicorn bergabung dengan beberapa lubang hitam kecil lainnya.

Ada banyak lubang hitam kecil lain yang belum ditemukan. Kini, hasil penemuan Unicorn telah dipublikasikan di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.