Kumparan Logo

Peneliti Harvard Duga ‘Oumuamua Bukan Asteroid, tapi Pesawat Alien

kumparanSAINSverified-green

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Asteroid ‘Oumuamua (Foto: M. Kornmesser/European Southern Observatory)
zoom-in-whitePerbesar
Asteroid ‘Oumuamua (Foto: M. Kornmesser/European Southern Observatory)

Sebuah objek misterius berbentuk panjang dan mirip seperti cerutu ditemukan melintasi tata surya kita pada 2017 lalu. Sekarang, dalam hasil sebuah riset terbaru, para ahli astronomi di Harvard memberikan dugaan bahwa objek tersebut merupakan sebuah pesawat luar angkasa milik alien yang dikirim untuk menyelidiki Bumi.

Objek yang dinamai ‘Oumuamua, yang berarti "pembawa pesan dari masa lalu" dalam bahasa lokal Hawaii, ini pertama kali dideteksi pada Oktober 2017 oleh teleskop Pan-STARRS 1 di Hawaii.

Sejak awal penemuan objek ini, para peneliti telah banyak berdebat untuk menjelaskan bentuk unik dan asal usulnya. Awalnya para peneliti menyebutnya sebagai komet dan kemudian asteroid, hingga akhirnya memberikan sebutan baru, yaitu objek antarbintang atau interstellar object.

CNN melaporkan, sekarang para peneliti di Harvard Smithsonian Center for Astrophysics memberikan dugaan baru atas asal usul ‘Oumuamua. Mereka menduga asal usul objek yang bergerak dalam kecepatan sekitar 315 ribu kilometer per jam ini mungkin memiliki asal usul yang tidak alami.

"’Oumuamua mungkin adalah sebuah penyelidik yang dengan sengaja dikirim ke daerah sekitar Bumi oleh suatu peradaban alien," tulis para peneliti dalam riset mereka yang dipublikasikan di jurnal Astrophysical Journal Letters.

Ilustrasi alien. (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi alien. (Foto: Pixabay)

Teori ini berdasarkan pada akselerasi objek yang terjadi tiba-tiba saat melintasi tata surya kita hingga akhirnya meninggalkannya pada Januari 2018.

"Mempertimbangkan asal usulnya yang tidak alami, salah satu kemungkinannya adalah ‘Oumuamua adalah sebuah pesawat ringan, yang terbang bebas di luar angkasa sebagai sisa-sisa dari suatu peralatan teknologi canggih," tulis mereka lagi.

Selain itu, para penulis juga memberikan dugaan bahwa objek ini digerakkan oleh radiasi solar. Mereka mengatakan, pesawat ringan serupa ini telah ada di Bumi.

"Pesawat ringan dengan dimensi serupa telah didesain dan dibuat oleh kita sendiri, seperti proyek IKAROS dan Starshot Initiative. Teknologi pesawat ringan mungkin sering digunakan sebagai transportasi kargo antarplanet atau antarbintang," tulis para peneliti dalam riset ini.

Benda-benda langit di luar angkasa. (Foto: Flickr)
zoom-in-whitePerbesar
Benda-benda langit di luar angkasa. (Foto: Flickr)

Riset ini ditulis oleh Abraham Loeb, profesor astronomi di Harvard Smithsonian Center for Astrophysics, dan Shmuel Bialy, peneliti dari instansi yang sama. Dalam hasil riset ini mereka menduga bahwa kecepatan tinggi serta jalur lintasan objek yang tidak biasa menunjukkan bahwa ‘Oumuamua sudah tidak lagi dioperasikan.

"Dugaan ini akan menjawab beberapa anomali dari ‘Oumuamua, seperti bentuk geometrinya yang tidak biasa, emisi panasnya yang rendah, kemampuan memantulkan cahaya yang tinggi, dan perbedaannya yang tidak menunjukkan adanya ekor komet," jelas mereka.

‘Oumuamua merupakan objek pertama di tata surya kita yang asal usulnya berasal dari tempat lain. Awalnya para astronom menduga bahwa ‘Oumuamua merupakan sebuah komet atau asteroid biasa yang berasal dari tata surya kita.

Komet umumnya semakin bertambah cepat ketika sinar Matahari menghangatkan permukaannya yang penuh es dan menghasilkan koma, lapisan samar-samar di sekitar inti komet. Namun ‘Oumuamua tidak memiliki lapisan es di permukaannya dan tidak memiliki ekor.