kumparan
28 Juni 2018 12:06

Peneliti Kembangkan Obat Tetes Mata yang Bisa Sembuhkan Kerabunan

Lakukan ini untuk menjaga kesehatan mata (Foto: Pixabay)
Para peneliti tengah mengembangkan sebuah obat tetes mata yang bisa membantu mengatasi masalah mata dengan menggunakan bantuan teknologi nano. Dilansir The Week, tetes mata yang dinamai Nano-Drops ini dikembangkan oleh sekelompok tim peneliti di Bar-Ilan University Institute of Nanotechnology and Advanced Materials (BINA) di Israel.
ADVERTISEMENT
Nano-Drops ini dilaporkan akan memanipulasi material yang memiliki ukuran sangat kecil, dan bisa mengatasi tiga masalah utama penglihatan. Tiga masalah tersebut adalah hipermetropi (rabun dekat), miopi (rabun jauh), dan juga presbiopi (penglihatan kabur akibat usia).
Semua masalah mata yang disebutkan itu terjadi akibat adanya kesalahan yang terjadi ketika cahaya masuk ke dalam mata. Karena cahaya tidak mengalami pembiasan dengan benar, maka gambar yang mata terima agak terganggu.
Biasanya kesalahan tersebut berasal dari bentuk fisik bola mata atau lensa mata. Bola mata mungkin terlalu pendek atau terlalu panjang, kornea mata terlalu cekung, atau lensa terlalu tebal.
Jadi apa yang Nano-Drops ini lakukan adalah mereka bisa mengubah cara cahaya masuk ke dalam mata dan memperbaiki penglihatan.
Kesehatan mata anak. (Foto: Thinkstock)
Menggunakan Nano-Drops
ADVERTISEMENT
Sekarang ini masih cukup sulit untuk bisa memakai Nano-Drops. Sebab pengguna harus menghitung tingkat bias mata mereka. Setelah itu para peneliti akan menggunakan laser dengan pola khusus untuk mengangkat bagian kecil di kornea.
"Nanopartikel ini akan masuk ke daerah kornea yang sudah diangkat," ujar Zeev Zalevsky, profesor teknik elektro di Bar-Ilan University.
"Mereka (nanopartikel) akan mengubah pembiasan cahaya di dalam daerah kornea yang memiliki pola khusus tersebut. Hal ini akan memperbaiki masalah penglihatan yang pengguna miliki," tambahnya.
Berbeda dengan operasi tradisional, proses ini tak memakan banyak waktu. Dalam beberapa detik saja, proses ini akan selesai.
Ilustrasi mata (Foto: Pixabay)
Masih dalam tahap penelitian
Meski memiliki potensi besar, Nano-Drops masih berada dalam tahap uji coba. Sebenarnya para peneliti di BINA telah melakukan uji coba pada 10 ekor babi dan berhasil mengobati miopi dan hipermetropi di hewan-hewan tersebut.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya, para peneliti akan menguji tetes mata ini pada kelinci, dan kemudian baru kepada manusia.
Hasil tidak permanen
Selain masih dalam tahap uji coba, kekurangan dari Nano-Drops adalah efek mereka yang tidak akan permanen. Hal ini dikarenakan seiring berjalannya waktu, mata pasien akan menyembuhkan dirinya sendiri.
Karenanya, para pengguna harus mengulang prosedur tersebut setiap satu atau dua bulan sekali.
Masalah lain dari Nano-Drops adalah masih belum efektifnya ia dalam membantu orang yang memerlukan lensa kuat. Hal ini membuat tetes mata tersebut tampaknya hanya efektif mengobati masalah penglihatan ringan.
Selain itu, para peneliti juga masih mempelajari efek samping dari penggunaan nanopartikel ini di mata manusia. Sebab ada kemungkinan mereka akan menumpuk di tubuh dan dalam jangka panjang dapat mengganggu kesehatan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan