Kumparan Logo

Peneliti Mau Ungkap Rahasia yang Tersimpan dalam Piramida Giza

kumparanSAINSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Piramida Mesir (Foto: Sam Valadi via Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Piramida Mesir (Foto: Sam Valadi via Pixabay)

Mungkin kamu bertanya-tanya, apa sebenarnya yang ada di dalam Piramida Agung Giza di Mesir. Apakah ada sesuatu yang disembunyikan di dalam bangunan ikonik yang megah itu.

Untuk mengungkapnya, peneliti menggunakan partikel kosmik bernama 'muons' dan robot kecil untuk melihat ke dalam Piramida Giza tersebut.

Piramida Giza dibangun pada masa Fir'aun Khufu yang memerintah sekitar tahun 2551 SM. Tinggi piramida ini mencapai 138 meter dan merupakan bangunan tertinggi yang dibangun manusia, sampai akhirnya dikalahkan oleh Lincoln Cathedral di Inggris yang selesai dibangun pada abad ke-14.

Para ilmuwan bersama sebuah proyek bernama ScanPyramid melaporkan adanya penemuan dua ruang kosong di dalam Piramida Giza di jurnal Nature pada November 2017. Ruang kosong yang paling besar memiliki panjang 30 meter dan terletak di atas sebuah lorong besar yang disebut ‘Grand Gallery’.

Lorong ini menuju ke kamar di mana Khufu dimakamkan.

Sementara ruang kedua terletak di belakang sisi utara Piramida dan terdiri dari koridor yang panjangnya belum diketahui.

Selanjutnya, para ilmuwan akan melakukan penelusuran lebih lanjut ke dalam Piramida Giza dengan menggunakan robot kecil yang dapat memasuki celah-celah kecil dan mengambil gambar lewat kamera resolusi tinggi.

Ilustrasi piramida di Mesir. (Foto: auntmasako via Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi piramida di Mesir. (Foto: auntmasako via Pixabay)

Beragam Ruangan 'Rahasia' di Dalam Piramida

Saat ini peneliti sudah mengetahui ada perbedaan fungsi ruang di dalam Piramida berdasarkan panjangnya.

Menurut Mehdi Tayoubi, Direktur dan Pendiri Heritage Innovation Presevation Institute, dilansir Live Science, apabila ruangan tersebut memiliki ukuran besar namun lebih condong, ruangan tersebut berfungsi sebagai lorong. Tapi kalau ruangan tersebut berbentuk horizontal, maka bisa jadi ruangan tersebut memiliki beberapa kamar.

Sementara ruangan yang lebih kecil, menurut Tayoubi bisa jadi merupakan koridor yang menghubungkan ke ruangan yang lebih besar.

Untuk mengumpulkan informasi ini, para peneliti akan menaruh detektor 'muons' di beberapa titik di dalam Piramida Giza untuk memeriksa kamar-kamar yang berada di dekat kamar yang menyimpan sarkofagus yang menurut para peneliti milik Fir'aun Khufu.

Kamar ini juga diyakini dibangun untuk mengurangi tekanan dari langit-langit sehingga piramida tidak akan rubuh.

Peneliti temukan ruangan di Piramida Giza. (Foto: Heritage Innovation Presevation Institute)
zoom-in-whitePerbesar
Peneliti temukan ruangan di Piramida Giza. (Foto: Heritage Innovation Presevation Institute)

Selain dengan menggunakan partikel 'muons', tim lain yang dipimpin oleh Jean Baptiste Mouret, peneliti dari Inria, French National Institute untuk bidang Ilmu Komputer dan Matematika, sedang merancang dua buah robot yang dapat menembus celah kecil.

Mouret mengatakan, timnya akan membuat lubang sebesar 3,8 sentimeter untuk memasukkan robot kecil itu.

Apabila ditemukan sesuatu yang menarik, robot yang mencari jalan ke dalam Piramida ini akan diganti dengan robot eksplorasi yang selain bisa masuk ke celah kecil juga bisa mengambil gambar.

Sampai saat ini, robot sedang dalam pengembangan, dan para peneliti masih mengumpulkan informasi mengenai celah-celah kecil yang ada di dalam Piramida. Mereka juga sedang menunggu izin dari Kementerian Barang Antik di Mesir untuk membuat lubang di Piramida.