Kumparan Logo

Peneliti Sebut Ada Planet ke-9 Paling Misterius di Tata Surya, Ini Tandanya

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Replika Tata Surya Foto: Bella Cynthia Ratnasari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Replika Tata Surya Foto: Bella Cynthia Ratnasari/kumparan

Sejak Pluto dikeluarkan dari kelompok planet, total ada delapan planet yang diketahui di Tata Surya. Namun, sejumlah ilmuwan menemukan beberapa bukti bahwa ada satu planet lain yang tersembunyi di Tata Surya--bukan Pluto.

Menurut peneliti, planet ke-9 ini bersembunyi di tepi Tata Surya kita. Belum diketahui letak pasti planet tersebut. Namun, sebuah studi telah menentukan di mana planet itu seharusnya berada. Bukti adanya Planet Sembilan ini berdasarkan tarikan gravitasinya terhadap benda luar angkasa.

Sebagaimana diketahui, jika di suatu tempat ada planet, maka gravitasinya akan memengaruhi orbit planet lain. Dari sinilah peneliti bisa mencari di mana letak planet berada. Hal yang sama juga pernah dilakukan ketika peneliti menemukan Neptunus. Kala itu, John Couch Adams dan Urbain Le Verrier memperhatikan secara detail bagaimana Uranus tampak ditarik oleh planet yang tidak terlihat.

Ilustrasi planet dan bulannya. Foto: Comfreak via pixabay

“Dalam kasus Planet Sembilan, tidak ada efek gravitasi yang menarik planet. Apa yang kita lihat adalah kelompok aneh benda-benda es kecil di luar Tata Surya yang dikenal sebagai Kuiper Belt Object (KBO),” kata peneliti sebagaimana dikutip Science Alert.

“Jika tidak ada planet di luar sabuk Kuiper, seharusnya orbit KBO berorientasi secara acak di dalam bidang orbit Tata Surya. Tapi sebaliknya, kami melihat banyak orbit KBO yang berkumpul dalam orientasi yang sama. Mungkin ini kebetulan, tapi itu mustahil.”

Dalam penelitian yang dilakukan pada 2016, para ilmuwan melihat penyebaran KBO dan menyimpulkan bahwa pengelompokan tersebut disebabkan oleh planet luar yang tidak terdeteksi. Berdasarkan perhitungan mereka, planet misterius tersebut memiliki massa lima kali lebih besar dari Bumi dengan jarak 10 kali lebih jauh Matahari ke Neptunus.

Galaksi J0437+2456 tempat lubang hitam supermasif bergerak dengan kecepatan tinggi. Foto: Sloan Digital Sky Survei (SDSS)

Penelitian tersebut bahkan menghitung wilayah langit di mana planet kesembilan berada. Namun, setelah dicari, planet itu tidak kunjung ditemukan. Hal ini menyebabkan kecurigaan di kalangan ilmuwan bahwa planet ke-9 tidak ada. Sementara ilmuwan lain berpendapat bahwa planet itu memang ada, namun kita tidak bisa melihatnya karena itu adalah lubang hitam besar.

Baru-baru ini, para peneliti melakukan studi ulang untuk mengkaji penelitian pada 2016 dengan mempertimbangkan sejumlah pendapat dari para ahli. Ketika peneliti menghitung ulang kemungkinan orbit planet ke-9, mereka menemukan bahwa letak planet tersebut lebih dekat ke Matahari daripada perhitungan sebelumnya. Ini aneh, karena jika planet ini lebih dekat dengan Matahari, seharusnya kita telah menemukannya.

Studi ini pun akhirnya diragukan, banyak astronom yang berpendapat planet ke-9 ini tidak ada. Akhirnya, keberadaan planet tersebut masih menjadi misteri. Apakah planet ini bisa ditemukan di masa depan? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.