Kumparan Logo

Peneliti Sebut Retina Mata Bisa Ungkap Sisa Umur Seseorang

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi mata. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mata. Foto: Shutterstock

Manusia menjadi tua itu pasti. Dan itu berarti kematian akan semakin dekat, meski tidak ada yang tahu kapan itu terjadi.

Ada banyak faktor yang bisa membuat seseorang meninggal dunia, salah satunya adalah kesehatan. Dan kesehatan setiap orang itu berbeda, ada yang 70 tahun masih bugar seperti Kak Seto, ada juga yang renta yang bahkan jalan pun tak bisa. Kini, ada sebuah cara yang ditawarkan peneliti untuk melihat usia manusia, medianya lewat mata.

Melihat jauh ke dalam mata seseorang tampaknya bisa menjadi cara untuk memperkirakan usia biologis seseorang dan ini bisa memberikan gambaran sekilas tentang kesehatan pasien di masa depan,”

- Peneliti -

Semua itu diwujudkan melalui metode machine learning. Algoritmanya diklaim sangat akurat sehingga dapat memprediksi usia hampir 47.000 orang dewasa paruh baya dan lanjut usia di Inggris dalam rentang 3,5 tahun.

Dalam penelitian yang terbit di jurnal British Journal of Ophthalmology dijelaskan, lebih dari satu dekade setelah retina dipindai, 1.871 orang telah meninggal dan mereka memiliki retina yang tampak lebih tua dari orang pada umumnya. Misalnya, jika algoritma memprediksi retina seseorang satu tahun lebih tua dari usia sebenarnya, maka dalam 11 tahun ke depan risiko kematian orang tersebut meningkat sebesar 2 persen.

Ilustrasi lansia di panti jompo. Foto: Getty Images

Pada saat yang sama, risiko kematian mereka akan meningkat sebesar 3 persen jika mengidap penyakit kardiovaskular atau kanker. Temuan ini murni hasil observasi dan membuktikan bahwa retina sangat sensitif terhadap kerusakan akibat penuaan. Ini tak lain karena jaringan mata menampung pembuluh darah dan saraf sehingga dapat memberi tahu informasi penting tentang kesehatan pembuluh darah dan otak manusia.

Penelitian sebelumnya mengatakan bahwa sel-sel bagian belakang mata manusia dapat membantu memprediksi timbulnya penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal, dan tanda-tanda penuaan lainnya.

"Hubungan signifikan antara kesenjangan usia retina dan kematian non-kardiovaskular/non-kanker, bersama dengan bukti yang berkembang dari hubungan antara mata dan otak, dapat mendukung gagasan bahwa retina adalah 'jendela' penyakit saraf," tulis peneliti sebagaimana dikutip Science Alert.

Kendati begitu, karena hanya 20 orang yang meninggal akibat demensia, peneliti tidak dapat menghubungkan gangguan otak spesifik dengan kesehatan retina. Mereka juga mengatakan kematian akibat penyakit kardiovaskular semakin menurun dalam beberapa tahun terakhir karena penggunaan obat-obatan.

Ini artinya, kesehatan retina masih menjadi lensa penting dalam kesehatan kardiovaskular. Sebab, dalam studi sebelumnya, foto-foto retina dapat membantu memprediksi risiko timbulnya penyakit kardiovaskular.

“Studi ini mendukung hipotesis bahwa retina memainkan peran penting dalam proses penuaan dan sensitif terhadap kerusakan kumulatif penuaan yang meningkatkan risiko kematian,” kata para peneliti.

Retina sendiri dapat dengan mudah dipindai dalam waktu kurang dari 5 menit. Jika kita dapat mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana lapisan jaringan ini terhubung ke seluruh tubuh, ini artinya dokter berpotensi memiliki alat baru yang dapat membantu mereka dalam menyelamatkan pasien.