Peneliti Temukan Cumi-cumi Stroberi Langka Mata Zombie di Dasar Laut

1 April 2022 8:39
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Cumi-cumi stroberi bermata zombie ditemukan di laut California.  Foto: Dok. Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI)
zoom-in-whitePerbesar
Cumi-cumi stroberi bermata zombie ditemukan di laut California. Foto: Dok. Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI)
ADVERTISEMENT
Jauh di lepas pantai California, AS, kapal tanpa awak menyelam hingga kedalaman ratusan meter. Di dasar laut gelap gulita itu, terekam makhluk dengan warna dan mata tak biasa, cumi-cumi stroberi merah cerah dengan mata besar berwarna hijau menakutkan bak zombie di film fiksi.
ADVERTISEMENT
Cumi-cumi stroberi (Histioteuthis heteropsis) itu terlihat sedang berenang di habitatnya yang gelap gulita. Ia terkadang melakukan manuver memutar dengan menggulungkan delapan lengan dan dua tentakelnya, disertai dengan sirip putih hantu yang tampak berdesir.
"Kami sering melihat mereka (mungkin satu kali menyelam dalam empat kali), tetapi jumlahnya jauh dari kata melimpah," kata Bruce Robison, ilmuwan senior di Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI) sebagaimana dikutip Live Science.
Peneliti menangkap cumi-cumi stroberi menggunakan kapal selam yang dikendalikan dari jarak jauh (ROV) dikenal sebagai Doc Ricketts–kapal selam tanpa awak yang dilengkapi dengan kamera beresolusi 4K–. Cumi-cumi mata zombie terlihat di Monterey Canyon di lepas pantai California, AS. Tempat itu telah menjadi rumah bagi beragam kehidupan laut dan menjadi salah satu ngarai bawah laut terdalam di Pantai Barat AS.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Selama penyelaman laut dalam baru-baru ini, tim kami menemukan salah satu penghuni paling luar biasa di zona senja samudra: cumi-cumi stroberi (Histioteuthis heteropsis). Kami melihat cephalopoda merah ini di kedalaman 725 meter di Monterey Canyon,” cuit MBARI di akun Twitter.
MBARI menjelaskan, cumi stroberi punya satu mata besar dan satu mata kecil. Kedua mata ini membantu cumi-cumi berburu makanan di kedalaman laut. Mata kiri yang besar melirik ke atas untuk melihat bayangan, memangsa di perairan samar-samar. Sementara mata kanan cumi-cumi melihat ke bawah untuk mencari kilatan bioluminesensi yang dihasilkan dari hewan lain yang bersembunyi di perairan lebih gelap.
Warna merah cumi-cumi stroberi membantu dia bersembunyi dari pemangsa seperti paus sperma, lumba-lumba, tuna, ikan todak, dan hiu. Ini tak lain karena di laut dalam warna merah cerah akan tampak hitam.
Cumi-cumi stroberi punya dua mata dengan ukuran berbeda. Yang satu besar yang satu kecil. Foto: Dok. Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI)
zoom-in-whitePerbesar
Cumi-cumi stroberi punya dua mata dengan ukuran berbeda. Yang satu besar yang satu kecil. Foto: Dok. Monterey Bay Aquarium Research Institute (MBARI)
Faktanya, selain berwarna merah, cumi-cumi stroberi juga memiliki bintik-bintik gelap pada tubuhnya, yang terlihat seperti biji stroberi. Bintik-bintik ini adalah fotofor atau organ yang menghasilkan cahaya melalui reaksi kimia atau melalui bakteri simbiosis bercahaya.
ADVERTISEMENT
Cumi-cumi stroberi menggunakan fotofornya untuk melawan cahayanya sendiri, artinya ia menggunakan cahaya ini untuk menyesuaikan sekelilingnya sebagai bentuk kamuflase. Ini membantu cumi-cumi menghindari pemangsa yang mungkin melihat wajah gelapnya di zona senja yang redup,”
- Bruce Robison, Ilmuwan Senior di MBARI -
"Riak sirip cumi-cumi umumnya untuk menjaga stasiun atau jelajah lambat. Ketika ingin bergerak cepat, ia menggunakan propulsi jet keluar dari siphon. Ia memiliki sirip seperti canard yang lembut di lengan sampingnya seperti yang dilakukan beberapa jet tempur. "
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020