Peneliti Temukan Fosil Binatang Aneh 99 Juta Tahun Lalu, Dinosaurus?

Sekelompok ilmuwan mengungkap temuan terbaru yang disebut sebagai ‘dinosaurus terkecil’ pada awal 2020. Fosil tersebut tampak sama mengerikannya seperti burung pada zaman dinosaurus, hanya saja bentuknya lebih kecil.
Fosil tersebut ditemukan di Burma dan diperkirakan telah berusia 99 tahun. Penelitian tersebut dipublikasi di jurnal Nature dengan menyebut temuan itu sebagai ‘dinosaurus terkecil’ dan ‘fosil teraneh’ yang pernah mereka temukan.
Sebelumnya, mereka mengidentifikasi fosil itu sebagai burung kecil dengan berat hanya 2 gram, dan diberi nama Oculudentavis khaungraae. Namun, setelah diteliti lebih seksama, mereka menemukan bahwa itu bukanlah spesies dinosaurus yang mereka pikirkan.
"Dengan mata bulat, tengkorak sepanjang 14 milimeter, dan lusinan gigi tajam, itu adalah 'fosil teraneh' yang pernah saya pelajari," kata Jingmai O'Connor, seorang peneliti dari Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology di Beijing, China.
Fosil yang dinamai HPG-15-3, kemungkinan adalah kadal, dan bukan dinosaurus burung. Kini, penelitian yang menyebut bahwa itu adalah dinosaurus burung berukuran kecil telah ditarik oleh jurnal Nature dan masuk ke dalam penelitian terbaru.
“Meskipun deskripsi Oculudentavis khaungraae tetap akurat, spesimen baru yang belum diterbitkan meragukan hipotesis kami mengenai posisi filogenetik (dalam pohon evolusi) HPG-15-3, kami salah, dan Oculudentavis bukanlah burung, melainkan kadal, yang akan ditunjukkan oleh waktu dan data baru," kata O'Connor.
Selain itu, ahli paleontologi lain bernama Andrea Cau dari Parma, Italia, juga meragukan klasifikasi tersebut. Ia pun tidak terkejut dengan penarikan penelitian tersebut dan sangat penting untuk melakukan penelitian ulang terhadap fosil itu.
"Karena begitu banyak fitur spesimen yang mirip kadal (sekitar sepuluh, menurut perkiraannya). Gagasan bahwa itu adalah kadal tidak dapat dikesampingkan," kata Cau.
Di sisi lain, bukan hal yang wajar bagi ahli paleontologi untuk salah mengidentifikasi spesimen dan data baru. Apalagi sampai memperbaiki atau meralat hipotesis sebelumnya.
Ketika diminta untuk menjelaskan pencabutan tersebut, juru bicara dari Nature mengatakan dalam email bahwa mereka tidak dapat membahas proses di balik pencabutan karena semua korespondensi dengan penulis akan dirahasiakan. Makalah penelitian ditarik oleh penulis dan tertera catatan mengapa makalah tersebut ditarik.
“Nature menarik kembali atau menyetujui permintaan untuk pencabutan ketika ada kesalahan atau kesalahan kontemporer yang penting dan telah diidentifikasi atau diakui yang merusak kesimpulan penelitian. Perkembangan ilmiah selanjutnya tidak dengan sendirinya menjadi alasan pencabutan kecuali mereka membatalkan metodologi yang digunakan,” jelas Nature.
Sementara untuk penelitian terbaru, beberapa ilmuwan sepakat bahwa itu bukanlah fosil spesies dinosaurus burung kecil, melainkan lebih mirip seperti kadal.
