Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Berwajah Bulldog, Begini Penampakannya
·waktu baca 2 menit

Peneliti berhasil menambah koleksi salah satu ekosistem prasejarah paling berbahaya di dunia. Ditemukan di Formasi Bahariya, sebuah situs fosil terkenal Gurun Sahara Mesir, ahli paleontologi Mesir dan Amerika berhasil menemukan fosil tulang belakang yang diduga milik spesies dinosaurus abelisaurid.
Hewan ini merupakan karnivora yang hidup selama Zaman Kapur sekitar 145 juta hingga 66 juta tahun lalu.
Seperti abelisaurid lainnya, dinosaurus yang baru ditemukan ini punya wajah pendek seperti bulldog. Terlepas dari wujudnya yang terlihat ganas, karnivora ini kemungkinan bukan spesies terbesar dan paling kejam pada masanya.
"99% kami yakin tidak seperti beberapa kerabatnya dari waktu dan tempat lain, abelisaurid ini tidak berada di puncak rantai makanan," kata Matthew Lamanna, ahli paleontologi di Carnegie Museum of Natural History, Pittsburgh, dan salah satu peneliti yang menemukan dinosaurus.
Meski peneliti hanya menemukan satu tulang, mereka tetap bisa mengidentifikasinya sebagai vertebrata abelisaurid karena fosil memiliki struktur yang khas disebut epipophyses. Abelisaurid adalah dinosaurus pertama dari jenisnya yang ditemukan di situs Formasi Bahariya.
Studi yang diterbitkan di jurnal Royal Society Open Science, abelisaurid ini agak mirip dengan Tyrannosaurus rex. Tapi, lengannya lebih pendek. Saat mereka hidup, mereka menjelajahi Belahan Bumi Selatan dari pertengahan periode Jurassic hingga asteroid Chicxulub membunuh semua dinosaurus Zaman Kapur.
Dinosaurus jenis Abelisaurid yang paling terkenal adalah Carnotaurus bertanduk, predator ganas dengan panjang mencapai 7,6 meter. Peneliti menduga, Abelisaurid yang baru ditemukan ini punya ukuran lebih kecil dari Carnotaurus, dengan panjang 5 hingga 6 meter.
Formasi Bahariya sendiri merupakan rumah bagi kehidupan prasejarah. Rawa bakau yang dulunya luas menampung banyak spesies ikan, kura-kura, ular, dan dinosaurus. Menemukan banyak predator besar yang hidup dalam satu ekosistem sangat jarang terjadi.
Bagaimana lingkungan berusia 98 juta tahun ini berhasil mendukung bukan hanya satu tapi empat dinosaurus pemangsa besar yang tetap menjadi teka-teki,”
- Matthew Lamanna, ahli paleontologi di Carnegie Museum of Natural History -
Fosil baru yang telah dideskripsikan sekarang disimpan di Pusat Paleontologi Vertebrata Mansoura University, Mesir. Di masa depan, Lamanna dan rekannya berencana kembali ke Formasi Bahariya untuk mencari lebih banyak tulang dari abelisaurid.
