Kumparan Logo

Peneliti Temukan Ikan Spesies Baru Berwarna Pelangi di Laut Maladewa

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ikan spesies baru yang diberi nama peri berkerudung mawar berjenis kelamin jantan. Foto: California Academy of Sciences/Yi-Kai Tea
zoom-in-whitePerbesar
Ikan spesies baru yang diberi nama peri berkerudung mawar berjenis kelamin jantan. Foto: California Academy of Sciences/Yi-Kai Tea

Para peneliti berhasil menemukan ikan spesies baru berwarna pelangi di laut Maladewa. Ikan itu ditemukan bersembunyi di antara terumbu karang yang dikenal sebagai twilight reefs.

Ikan yang diberi nama peri berkerudung mawar (Cirrhilabrus finifenmaa) mirip dengan ikan ikan peri beludru merah (Cirrhilabrus rubrisquamis) yang ditemukan di seberang Samudra Hindia bagian barat.

Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) keduanya sama-sama hidup di terumbu karang mesofotik yang tumbuh jauh lebih dalam ketimbang terumbu karang tropis pada umumnya, antara 30 hingga 149 meter di bawah permukaan laut.

Para ilmuwan sebenarnya telah mengumpulkan spesimen C. finifenmaa pada tahun 1990-an, tetapi karena ikan ini mirip dengan C. rubrisquamis membuat peneliti tidak sadar kalau peri berkerudung mawar adalah spesies yang berbeda.

Ilustrasi Maladewa Foto: Shutter Stock

Dam baru-baru ini, setelah menyadari kekeliruan tersebut sekelompok peneliti lain kembali mengumpulkan spesimen C. finifenmaa dari terumbu karang di sekitar Maladewa. Ketika mereka membandingkan C. finifenmaa dengan C. rubrisquamis mereka menemukan bahwa ikan C. finifenmaa betina sangat mirip dengan C. rubrisquamis.

Tapi yang jantan berbeda, di mana C. finifenmaa jantan menampilkan lebih banyak warna oranye dan kuning pada sisiknya. Para peneliti juga menemukan bahwa C. finifenmaa memiliki jumlah sisik yang berbeda di daerah tubuh tertentu serta duri di punggung yang lebih panjang daripada C. rubrisquamis.

Analisis DNA menegaskan bahwa kedua spesies ini secara genetik berbeda. Selain itu, studi juga mengungkapkan bahwa C. finifenmaa memiliki jangkauan geologis yang jauh lebih kecil ketimbang C. rubrisquamis.

Apa yang sebelumnya kami pikir adalah satu spesies ikan yang tersebar luas sebenarnya adalah dua spesies berbeda, masing-masing dengan potensi penyebaran yang jauh lebih terbatas,"

- Yi-Kai Tea, penulis utama studi dan mahasiswa doktoral di University of Sydney di Australia -

Ikan betina peri berkerudung mawar. Foto: California Academy of Sciences/Luiz Rocha

Adapun nama finifenmaa punya arti mawar dalam bahasa Dhivehi Maladewa, merujuk pada warna pink dan merah pada tubuh ikan serta sebagai cerminan bunga nasional Maladewa. Ini pertama kalinya peneliti Maladewa memilih nama ilmiah spesies ikan lokal, padahal pulau itu menjadi rumah bagi sekitar 1.100 spesies ikan.

“Selalu ilmuwan asing yang mendeskripsikan spesies yang ditemukan di Maladewa, tanpa banyak keterlibatan dari ilmuwan lokal,” kata Ahmed Najeeb, seorang ahli biologi di Institut Penelitian Kelautan Maladewa.

Sayangnya, menurut peneliti populasi C. finifenmaa Maladewa kemungkinan tengah mengalami penurunan populasi. C. rubrisquamis diketahui telah lama menjadi target nelayan lokal untuk dijual sebagai ikan hias di akuarium, di mana menurut United Nations Environment Programme, penjualan ikan ini mencapai 330 juta dolar setiap tahunnya.

“Meskipun spesiesnya cukup melimpah, tapi ikan ini berisiko tinggi untuk dieksploitasi secara berlebihan, dan mengkhawatirkan ketika ikan sudah dikomersialkan bahkan sebelum memiliki nama ilmiah,” ujar Luiz Rocha, rekan penulis studi yang merupakan kurator ichthyology di California Academy of Sciences, San Francisco.