kumparan

Peneliti Temukan 'Otak Kedua' di Bagian Bokong

Denim dengan resleting di bokong
Denim dengan resleting di bokong. (Foto: Twitter @FASHIONOTES)
Pernahkah kamu menyangka kalau tubuhmu ternyata punya otak di bagian bokong? Sebenarnya ini bukanlah benar-benar otak, melainkan jutaan neuron di usus besar mamalia yang bisa mengatur pergerakan otot di sana tanpa bantuan sistem saraf utama.
ADVERTISEMENT
Menurut sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal JNeurosci, "otak kedua" atau yang biasa juga disebut sistem saraf enterik ini membantu kita untuk bisa mengarahkan feses dalam tubuh keluar ke arah yang benar, yaitu melalui rektum.
"Sistem saraf enterik memiliki jutaan neuron yang sangat penting dalam mengatur sikap dari usus," tulis tim peneliti dalam studi, dikutip dari Live Science.
Dalam studi ini tim peneliti menstimulasi usus besar seekor tikus dengan tegangan listrik dan menemukan adanya pergerakan neuron yang berhubungan langsung dengan pergerakan otot di daerah-daerah di usus besar.
Saluran pencernaan manusia.
Usus besar dan saluran pencernaan manusia. (Foto: Elionas2 via pixabay)
Pergerakan neuron yang beritme itu kemungkinan besar membantu stimulasi beberapa bagian spesifik dari otot. Hal tersebut mendorong terjadinya kontraksi otot usus besar yang membuat feses bergerak ke arah yang benar dalam kecepatan yang stabil.
ADVERTISEMENT
"Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas di sistem saraf enterik dapat mengkoordinasi aktivitas otot sepanjang usus besar," jelas tim peneliti.
Menurut para peneliti, rutinitas neuron sinkron yang serupa juga terjadi pada awal masa perkembangan otak. Hal ini dapat berarti bahwa pola yang tim peneliti temukan di usus besar adalah properti primordial atau properti paling dasar yang telah ada sejak evolusi awal sistem saraf enterik.
Namun ada juga hipotesis yang mengatakan bahwa neuron di usus besar adalah "otak pertama" manusia. Sebab, pola gerakan neuron di usus besar menunjukkan fungsi awal otak di tubuh.
Dan jika hipotesis ini terbukti benar, maka bisa dikatakan bahwa otak mamalia berevolusi pertama kali untuk mengatur pergerakan feses dalam tubuh, dan baru kemudian berkembang untuk mengatur fungsi tubuh lain yang lebih kompleks.
Ilustrasi otak manusia
Ilustrasi otak manusia. (Foto: Shutterstock)
Memang sejauh ini para peneliti baru menemukan pergerakan neuron di tikus saja. Namun mereka yakin bahwa temuan mereka juga bisa ditemukan di mamalia lain, misalnya manusia.
ADVERTISEMENT
Para peneliti perlu melakukan studi lebih mendalam untuk bisa memahami fungsi dari sistem saraf enterik di manusia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan