Kumparan Logo

Peneliti Tepis Anggapan Ikan Tak Mengalami Rasa Sakit

kumparanSAINSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Memancing ikan di laut. Foto: Dok. Daniel Ruff
zoom-in-whitePerbesar
Memancing ikan di laut. Foto: Dok. Daniel Ruff

Orang-orang yang gemar memancing kerap berdalih bahwa hobi mereka tersebut tak akan menyakiti ikan-ikan. Kepada para aktivis yang memperjuangkan hak-hak hewan, mereka menyebut ikan tak bisa merasa sakit sebab tak ada saraf di mulut mereka.

Namun argumen tersebut segera dipatahkan oleh sebuah studi terbaru yang diterbitkan di jurnal Philosophical Transactions of Royal Society. Lyne Sneddon dari Liverpool University yang menggarap riset ini, menuturkan bahwa sama halnya seperti manusia, binatang di laut pun bisa merasa kesakitan. Reaksi yang ikan-ikan tersebut tunjukkan ketika mendapat rangsangan yang menyakitkan juga tak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan manusia.

Dalam risetnya, Sneddon mengamati ada perubahan perilaku pada beberapa spesies ikan yang mengalami rasa sakit. Ikan-ikan tersebut menjadi kurang aktif hingga tidak mau makan.

“Saat mulut ikan diberi sebuah rangsangan yang menyakitkan, mereka lantas mengusap mulutnya ke sisi kolam, sama seperti saat kita mengusap jari kaki saat tergores,” terang Sneddon seperti diberitakan IFL Science.

Seorang pria berhasil memancing ikan Lundu. Foto: Anggi Dwiky Darmawan/kumparan

Ikan mengonsumsi sedikit makanan ketika rangsangan menyakitkan datang. Padahal, mereka membutuhkan banyak energi untuk membuat rasa sakit itu hilang, demikian menurut pengamatan sang peneliti.

Hewan-hewan vertebrata air itu baru akan kembali aktif setelah diberikan obat penghilang rasa sakit. Dengan demikian, peneliti menyimpulkan bahwa perilaku “aneh” yang ikan-ikan tunjukkan disebabkan oleh rasa sakit yang mendera mereka.

Sneddon menegaskan bahwa ikan dan mamalia memiliki kesamaan dalam mencerna rasa sakit. Hanya saja, ikan hidup di habitat yang tentu berbeda dengan mamalia darat sehingga pemicu timbulnya rasa sakit pada ikan-ikan tersebut juga akan berbeda dengan mamalia yang hidup di darat.

Sebagai contoh, akibat gravitasi kita berisiko terjatuh dan terluka. Nah, ikan yang memiliki gelembung renang, memungkinkan mereka bisa mengendalikan daya apungnya. Dengan demikian, tak seperti kita, ikan tak mungkin bisa tersandung atau terbentur kepalanya.

Untuk itulah, Sneddon semakin dihinggapi rasa ingin tahu untuk mengulik lebih dalam lagi mengenai apa saja pemicu yang bisa menyebabkan binatang laut itu bisa merasa kesakitan di habitatnya.

Ilustrasi ikan salem atau Pacific Mackerel. Foto: Shutter Stock

“Setelah mengetahui ikan ternyata bisa mengalami rasa sakit, maka penting bagi kita untuk memikirkan bagaimana harus memperlakukan hewan tersebut,” ujar Sneddon.

Menurut dia, mulai saat ini harus dipikirkan pula bagaimana cara menangkap dan membunuh ikan-ikan tersebut dengan cara yang lebih manusiawi.