kumparan
12 Nov 2018 13:25 WIB

Penjelasan BNN soal Rebusan Pembalut Wanita yang Disebut Bikin Nge-fly

Pembalut Wanita. (Foto: Shutterstock)
Belakangan ini fenomena meminum air rebusan pembalut wanita sedang ramai diperbincangkan. Kejadian ini pertama kali ditemukan dilakukan oleh para remaja di Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT
Fenomena ini dijelaskan oleh Deputi Penindakan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Arman Depari. Menurut dia, ada anak-anak muda yang menggunakan air rebusan pembalut wanita sebagai bahan pengganti narkoba.
"Anak-anak muda. Anak-anak muda yang belum dewasa," tutur Arman di kantor BNN, Cawang, pekan lalu.
Pernyataan Arman ini sontak membuat publik bertanya-tanya, apa benar pembalut wanita mengandung zat seperti narkoba?
Demi mendalami kasus ini, BNN sendiri telah melakukan penelitian khusus di laboratorium mereka. Kabag Humas BNN Kombes Sulistiandriatmoko menuturkan kepada kumparanSAINS bahwa BNN telah menguji lima merek pembalut wanita yang dibeli secara acak di sekitar laboratorium BNN di daerah Lido, Bogor.
“Semuanya negatif. Tidak mengandung narkotika maupun psikotropika,” ungkap Sulis, sapaan Kombes Sulistiandriatmoko, saat dihubungi kumparanSAINS, Senin (12/11).
Pembalut Wanita. (Foto: Shutterstock)
Lalu kenapa bisa bikin 'nge-fly'?
ADVERTISEMENT
Sulis mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan oleh BNN Provinsi Jawa Tengah, para remaja yang meminum air rebusan pembalut wanita adalah anak-anak dari komunitas punk. “(Mereka) sering mangkal di pinggir jalan. Jadi bukan anak-anak yang hidup di rumah tangga normal,” katanya.
Sulis juga menuturkan bahwa dokter ahli jiwa atau psikiater dari BNN, yakni Dr. dr. Diah Setia Utami Sp.Kj., telah menjelaskan bahwa sensasi “nge-fly” yang terjadi pada para remaja di Jawa Tengah itu lebih disebabkan oleh sugesti dari mereka sendiri.
“Jadi lebih karena sugesti mereka. Mungkin sebelum-sebelumnya mereka pernah menggunakan narkotika atau psikotropika sehingga untuk me-recall sensasi dari narkotika atau psikotropika yang mereka pernah gunakan pada waktu-waktu yang lalu, mereka mengasosiasikan seolah-olah pembalut wanita itu mengandung zat psikotropika yang pernah mereka gunakan sebelumnya,” papar Sulis.
Kombes Sulistiandriatmoko. (Foto: Aprilandika Pratama/kumparan)
Jadi, kalau anak-anak punk di Jawa Tengah itu mengklaim bahwa air rebusan pembalut wanita bisa menimbulkan efek halusinasi yang bisa bikin “nge-fly", Sulis menegaskan, itu lebih disebabkan oleh sugesti mereka untuk mendapatkan halusinasi seolah-olah mereka menggunakan narkotika atau psikotropika sebagaimana berdasarkan pengalaman mereka sebelum-sebelumnya.
ADVERTISEMENT
“Kalau orang normal yang belum pernah menggunakan narkotika sebelumnya, mungkin tidak akan mendapati efek itu karena sifatnya sugesti itu muncul dari pengalaman bawah sadar dia,” pungkas Sulis.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan