Pertama Kalinya, Astronom Temukan Galaksi dengan 3 Lubang Hitam

Hampir setiap galaksi, termasuk Bima Sakti, memiliki paling tidak satu lubang hitam superpadat alias supermasif yang berputar-putar di pusatnya.
Namun tak jarang, para astronom juga menemukan sepasang lubang hitam dalam waktu bersamaan. Ini menandakan ada dua galaksi yang bergabung menjadi satu.
Selama beberapa dekade, para astronom meyakini bahwa di galaksi NGC 6240 terdapat dua lubang hitam supermasif.
Nah, yang mencengangkan terjadi baru-baru ini. Tim peneliti luar angkasa internasional berhasil untuk pertama kalinya menemukan galaksi yang memiliki tiga lubang hitam supermasif.
Menggunakan Very Large Telescope kepunyaan European Southern Obesrvatory, para ilmuwan mulai mengamati galaksi tersebut dengan instrumen Multi Unit Spextroscopic Explorer.
Dari pantauan ini ditemukan bahwa masing-masing lubang hitam memiliki massa 90 juta kali Matahari. Hal ini menjelaskan bagaimana beberapa galaksi bisa menjadi sangat besar sekaligus sangat cepat.
Penemuan tiga lubang hitam ini lantas mengundang rasa penasaran para astronom soal bagaimana galaksi paling masif di alam semesta kita berhasil terbentuk hanya dalam 14 miliar tahun setelah Big Bang.
Jawabannya mungkin karena evolusi mereka melibatkan banyak galaksi yang bergabung secara bersamaan.
"Sampai sekarang, konsentrasi tiga lubang hitam supermasif seperti itu belum pernah ditemukan di alam semesta," kata peneliti luar angkasa, Peter Weilbacher, dalam pernyataan resmi sebagaimana diberitakan Futurism.
"Kasus ini memberikan bukti proses penggabungan simultan dari tiga galaksi bersama dengan lubang hitam pusatnya," imbuhnya.
Penemuan bersejarah ini telah dipublikasikan dalam jurnal Astronomy & Astrophysics yang terbit pada 27 Oktober 2019.
