Kumparan Logo

Pertama Kalinya Hiu Goblin Terekam Kamera di Habitat Aslinya

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hiu Goblin Foto: Museums Victoria
zoom-in-whitePerbesar
Hiu Goblin Foto: Museums Victoria

Salah satu hiu paling misterius di lautan akhirnya berhasil direkam di habitat alaminya untuk pertama kali. Hiu goblin itu terekam saat kendaraan tanpa awak menyelam di kedalam lebih dari 1.000 meter di bawah permukaan laut Pasifik Tengah.

Hiu goblin (Mitsukurina owstoni) selama ini hanya diketahui dari individu yang tertangkap lalu dibawa ke permukaan. Kini, rekaman baru memperlihatkan penampakan hewan misterius tersebut secara langsung di kedalaman laut. Rekaman tersebut sekaligus mengubah pemahaman ilmuwan tentang bagaimana hiu goblin langka ini menjalani hidup.

Hiu goblin pertama kali ditemukan pada 1898 di perairan dalam dekat Jepang. Lebih dari satu abad kemudian, predator unik ini masih menghuni bagian laut yang paling gelap dengan persebaran luas di Samudra Atlantik, Hindia, dan Pasifik. Mereka umumnya hidup di zona benthopelagik, wilayah laut dalam dekat dasar laut.

Hewan ini memiliki moncong panjang dan pipih, serta rahang yang menonjol dan bisa melesat keluar dari wajahnya dengan kecepatan ekstrem saat menangkap mangsa. Dari sudut pandang manusia yang terbiasa melihat hewan darat, tampilannya memang terasa cukup asing, bahkan menyeramkan.

video youtube embed

Namun, kehidupan di laut dalam memang punya aturan yang berbeda. Bentuk tubuh hiu goblin yang tidak biasa justru merupakan hasil adaptasi terhadap lingkungan ekstrem tempat mereka hidup.

Spesies ini diketahui memiliki salah satu rahang tercepat di lautan, setidaknya di antara kelompok hiu. Saat berburu, rahangnya bisa meluncur keluar seperti ketapel hingga mencapai sekitar 8,6–9,4 persen dari panjang total tubuhnya.

Kemampuan itu memungkinkan hiu goblin menyambar mangsa yang sebelumnya berada di luar jangkauan. Strategi berburu ini sangat efektif. Rahangnya dapat meluncur dengan kecepatan sekitar 3,1 meter per detik. Bahkan mangsa yang bergerak cepat pun sulit lolos, meski hiu goblin sendiri sebenarnya bukan perenang yang cepat.

Selama ini, pengetahuan ilmuwan tentang kemampuan tersebut diperoleh dari pengamatan terhadap hiu yang ditangkap lalu ditempatkan di akuarium untuk direkam. Metode itu tentu tidak ideal untuk memahami perilaku alami hewan di habitat sebenarnya. Karena itulah penemuan terbaru ini dianggap sangat penting.

Untuk pertama kalinya, ilmuwan berhasil mengamati hiu goblin langsung di lingkungan laut dalam tempat mereka hidup. Pengamatan dilakukan dalam dua kesempatan berbeda dan di dua lokasi berbeda yang diduga mewakili individu jantan dan betina.

Pengamatan pertama dilakukan pada ekspedisi E/V Nautilus pada 2019 saat menjelajahi ekosistem laut dalam di sekitar Pulau Jarvis, Pasifik Tengah. Kendaraan bawah laut tanpa awak (ROV) Hercules merekam hiu tersebut pada kedalaman 1.237 meter.

video youtube embed

Individu yang terlihat merupakan hiu jantan yang hidup sendiri dengan panjang sekitar 3,43 meter. Berdasarkan estimasi pertumbuhan ilmuwan memperkirakan usianya mencapai sekitar 51,5 tahun.

Sementara pengamatan kedua terjadi pada 2024 di lereng Palung Tonga. Temuan ini bahkan memperluas batas kedalaman yang diketahui untuk Mitsukurina owstoni hingga 697 meter lebih dalam dibanding rekor sebelumnya yang berada di 1.300 meter.

Meski kualitas gambar tidak sempurna, peneliti tidak menemukan keberadaan claspers, struktur mirip sirip yang digunakan hiu jantan untuk reproduksi. Karena itu, mereka menduga individu kedua merupakan hiu betina.

Temuan ini membuka sudut pandang baru terhadap kehidupan tersembunyi hiu goblin di laut dalam. Informasi seperti ini bukan hanya menambah rasa penasaran terhadap dunia bawah laut, tetapi juga penting untuk merancang strategi konservasi yang lebih efektif dalam melindungi satwa liar, termasuk spesies yang sangat jarang terlihat manusia.

Dalam laporan yang terbit di jurnal Fish Biology, peneliti menyebut bahwa penelitian ini merupakan pengamatan in situ pertama terhadap Mitsukurina owstoni di habitat alaminya.

Selain memperluas wilayah persebaran spesies di Samudra Pasifik, penelitian tersebut juga memperluas pemahaman ilmuwan mengenai batas kedalaman hidup hiu goblin hingga hampir 700 meter lebih jauh dari yang pernah diketahui sebelumnya.

Peneliti menambahkan, di tengah meningkatnya tekanan terhadap ikan bertulang rawan dan ancaman aktivitas manusia di laut dalam, pemetaan habitat serta persebaran spesies seperti hiu goblin menjadi semakin penting untuk mendukung upaya konservasi jangka panjang.