Pertanyaan Sederhana Tapi Tak Banyak Orang Tahu, Kenapa Manusia Berkedip?
·waktu baca 1 menit

Pernahkah kamu buat permainan adu kuat saling tatap? Rasanya, sulit untuk menjaga mata tetap terbuka dalam waktu cukup lama karena naluri alami memaksamu untuk berkedip. Pertanyaannya, kenapa manusia berkedip?
Dr. Brenda Pagan-Duran, juru bicara klinis American Academy of Ophthalmology mengatakan bahwa ada dua alasan utama kenapa manusia berkedip. Pertama, berkedip berfungsi untuk membersihkan partikel di mata.
Kedua, berkedip melumasi bola mata. Mata membutuhkan permukaan yang halus agar cahaya dapat fokus dengan baik sehingga penglihatan tidak kabur. Berkedip melepaskan air mata terdiri dari air, minyak, dan lendir untuk menjaga permukaan bola mata tetap halus. Ini juga mencegah mata kering yang bisa membuat kamu tidak nyaman.
"Bila kamu memiliki area kekeringan yang luas, hampir terasa seperti goresan pada kornea yang merupakan lapisan pelindung luar mata, ini bisa sangat menyakitkan, karena ada banyak ujung saraf di kornea,” kata Pagan-Duran sebagaimana dikutip Live Science.
Lapisan mata juga memasok oksigen ke mata. Pembuluh darah tidak mencapai kornea, tetapi lapisan air mata langsung mengirim oksigen ke kornea. Lapisan ini juga mengandung enzim untuk melawan bakteri dan membantu mencegah mata dari infeksi.
Berkedip juga membantu masa-masa emosional tiba. Ketika menangis, kamu akan lebih sering berkedip untuk menghapus air mata. Berkedip mencegah air menggenang di mata yang bisa mengaburkan penglihatan.
Berkedip adalah refleks. Ia terjadi tanpa disengaja, tapi kamu juga bisa mengedipkan mata secara sengaja. Setiap orang membutuhkan rata-rata 400 milidetik untuk berkedip. Sebagian besar orang berkedip antara 10 sampai 20 kali per menit. Namun, ada beberapa kondisi yang bisa membuat orang lebih sering berkedip.
Misalnya, kamu mungkin akan lebih sering berkedip jika ada sesuatu yang masuk ke matamu. Alergi mata merah dan jenis peradangan lainnya juga bisa memicu refleks. Beberapa orang memiliki tics atau kebiasaan gerakan tak sadar yang membuat mereka sering berkedip dan stres serta kecemasan dapat membuat kamu lebih sering berkedip.
Jika ada kerusakan pada saraf wajah yang bertanggung jawab atas kelopak mata, seseorang mungkin lebih lambat atau jarang berkedip. Kelelahan dan konsumsi obat-obatan juga dapat menyebabkan efek yang sama.
