kumparan
20 Jul 2019 9:59 WIB

Pesawat Tanpa Awak LAPAN Pecahkan Rekor MURI Terbang Jarak Terjauh

Pesawat tanpa awak LSU-02 NGLD milik LAPAN. Foto: Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) via Twitter
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) kembali menorehkan rekor baru setelah pesawat tanpa awak buatannya, LAPAN Surveillance Uav-2 New Generation Low Drag (LSU-02 NGLD), berhasil terbang sejauh 405 kilometer pada Rabu (17/7).
ADVERTISEMENT
Atas keberhasilan ini, pesawat tersebut sukses meraih penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), dalam kategori “Pesawat Tanpa Awak (UAV) Tebang Menempuh Jarak Terjauh”.
LSU-02 NGLD melakukan landing pertama dari LANUD TNI AU Cikelet, Pameungpeuk, Garut, pada pukul 11.38 WIB. Dengan kecepatan rata-rata 100 km/jam, di ketinggian kurang lebih 200 meter di atas permukaan laut, pesawat ini terbang ke arah barat menuju Pantai Citepus, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, dan berhasil mendarat di titik pertama landing pada pukul 15.40 WIB, dengan jarak tempuh sejauh 405 km.
Pesawat ini memiliki panjang sayap 3,3 meter, dengan lebar badan 1,5 meter, serta bobot maksimum hingga 20 kilogram. Misi penerbangan kali ini selain untuk memecahkan rekor MURI, juga untuk menguji performa terbang pesawat dengan desain terbaru, dan mengetahui tingkat efisiensi aerodinamikanya.
ADVERTISEMENT
“Dengan keberhasilan terbang sejauh 405 km, ke depannya pesawat ini akan diaplikasikan untuk berbagai misi. Selain untuk foto udara, pemantauan, mitigasi bencana, juga untuk memperkuat pengembangan sistem pemantauan maritim berbasis pesawat tanpa awak (Maritime Surveillance System),” ujar Agus Bayu Utama, Kabid Diseminasi Pusat Teknologi Penerbangan, dalam rilis pers yang diterima kumparan.
Pesawat tanpa awak LSU-02. Foto: LAPAN
Sebelumnya, pada 2 Juni 2013, pesawat tanpa awak milik LAPAN juga pernah memecahkan rekor MURI dengan terbang sejauh 200 km dari Pameungpeuk ke Pangandaran dan kembali ke titik awal. Kemudian pada 29 November 2015, LAPAN kembali memecahkan rekor dalam kategori yang sama, dengan jarak tempuh 340 km. Saat itu rute yang diambil adalah Pameungpeuk ke Cilacap (pergi-pulang).
Pada tahun 2018, LAPAN mencoba mengembangkan pesawat LSU-02, yang kemudian mereka beri nama LSU-02 NGLD.
ADVERTISEMENT
“Alhamdulilah akhirnya mampu membuktikan keandalannya dengan raihan rekor MURI di 17 Juli ini,” papar Agus.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan