kumparan
22 Juni 2018 7:43

Pesawat Tempur Star Wars Punya Desain Aerodinamis yang Buruk

Pesawat Tempur Star Wars, X-wing.
Pesawat Tempur Star Wars, X-wing. (Foto: Star Wars/YouTube)
Di luar angkasa yang hampa udara memang tidak ada hambatan udara ataupun angin. Oleh karena itu tidak dibutuhkan prinsip aerodinamika bagi pesawat untuk terbang di sana.
ADVERTISEMENT
Namun ketika pesawat terbang di wilayah planet yang memiliki atmosfer dan udara, seperti yang sering kita temukan dalam adegan-adegan di film-film Star Wars, prinsip aerodinamika sangatlah penting sehingga pesawat harus memiliki desain yang aerodinamis.
Dilansir Gizmodo, seorang YouTuber bernama EC Henry mencoba mempelajari desain aerodinamis dari pesawat-pesawat yang ada di Star Wars. Mulai dari pesawat T-65B X-wing ikonik yang ditunggangi Luke Skywalker hingga pesawat TIE fighter milik Empire.
Video
Henry mempelajari desain dari pesawat tersebut dengan menggunakan simulasi Autodesk yang disebut Flow Design dan juga model 3D kecil dari pesawat-pesawat tersebut.
Flow Design membantu memberikan simulasi serta ilustrasi atas bagaimana sebuah kendaraan bergerak melalui suatu medium tertentu, seperti udara.
Dari sini Henry menemukan bahwa meski X-wing dapat terbang dalam kecepatan cahaya, ternyata desain pesawat ini sangatlah buruk. Bahkan X-wing lebih buruk dibandingkan dengan pesawat jet tempur primitif di Bumi.
ADVERTISEMENT
Hal ini dikarenakan koefisien drag (Cd), hambatan fluida (atau dalam kasus ini udara) yang dialami suatu objek, yang dimiliki oleh X-wing adalah 0,45. Diketahui bahwa semakin kecil angka Cd maka semakin rendahlah hambatan yang dialami dan semakin cepatlah objek bisa bergerak.
Cd X-wing tersebut sangat mendekati Cd objek berbentuk bulat, yaitu 0,47. Tentu saja bentuk bulat bukanlah suatu desain yang efektif dari sisi aerodinamis.
Pesawat X-wing.
Pesawat X-wing Star Wars. (Foto: wikimedia commons)
Selain itu TIE fighter juga memiliki desain aerodinamis yang dibilang sangat buruk, yaitu dengan Cd 0,98, nyaris mirip dengan Cd objek berbentuk persegi yang bernilai 1,05.
Sementara itu pesawat T-70 X-wing yang digunakan oleh Poe Dameron pada salah satu film trilogi terbaru Star Wars, The Force Awakens, merupakan salah satu pesawat dengan desain aerodinamis terbaik di Star Wars.
ADVERTISEMENT
T-70 memiliki koefisien drag 0,24, tapi pesawat ini masih kalah dibandingkan dengan pesawat lain milik pasukan Rebel yang dipimpin Princess Leia, yakni A-wing. Pesawat A-wing milik pasukan ini Rebel memiliki koefisien drag 0,17 dan dalam kisah Star Wars merupakan salah satu pesawat tempur paling aerodinamis.
Uniknya, Henry menemukan bahwa salah satu pesawat tempur paling lambat milik Rebel, Y-wing, yang memiliki Cd 0,68 masih jauh lebih aerodimasin dibandingkan dengan pesawat tercepat Empire, yakni TIE/IN. Dalam kisah Star Wars, TIE/IN dikenal sebagai salah satu pesawat tempur tercepat di galaksi, memiliki koefisien drag 0,78.
Pesawat Tempur Star Wars, TIE/IN.
Pesawat Tempur Star Wars, TIE/IN. (Foto: Star Wars/YouTube)
Angka koefisien drag tentu saja ini hanya berlaku jika pesawat-pesawat ini terbang di dalam suatu lingkungan atmosfer.
ADVERTISEMENT
Pasalnya, jika dibandingkan dengan pesawat tempur yang kita miliki di Bumi, misalnya F-4 Phantom yang keluar pada tahun 60-an, pesawat-pesawat tempur di Star Wars sungguh memiliki desain aerodinamis yang sangat buruk. Sebab, F-4 Phantom diketahui memiliki koefisien drag 0,02 atau tujuh kali lebih rendah dibanding A-wing.
Alasan buruknya koefisien drag pada pesawat Star Wars
Dalam aerodinamika, bagian belakang dari suatu objek sama pentingnya dengan bagian depannya. Sementara kebanyakan pesawat tempur di Star Wars memiliki bagian belakang yang memiliki sudut 90 derajat, yang menyebabkan peningkatan koefisien drag pada pesawat.
Jadi mungkin untuk memperbaiki desain aerodinamis dari pesawat-pesawat tempurnya, para ahli desain pesawat tempur di galaksi nun jauh di sana bisa memulai dengan mengubah desain bagian belakang pesawat mereka.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan