Kumparan Logo

Polisi Sita Koleksi 1.090 Hewan Langka yang Diawetkan Senilai Rp 459 M

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lebih dari 1.000 hewan yang diawetkan disita oleh polisi Spanyol. Mulai dari gajah hingga singa. Foto: Dok. Spanish Civil Guard
zoom-in-whitePerbesar
Lebih dari 1.000 hewan yang diawetkan disita oleh polisi Spanyol. Mulai dari gajah hingga singa. Foto: Dok. Spanish Civil Guard

Polisi spanyol telah menyita lebih dari 1.000 hewan taksidermi atau diawetkan yang menjadi koleksi pribadi. Semua hewan yang disita ditaksir mencapai 32 juta dolar AS atau setara Rp 459 miliar (kurs Rp 14.361,4), dan ini menjadi salah satu penangkapan satwa liar terbesar di Eropa.

Hampir setengah dari spesimen yang ditemukan terdaftar sebagai hewan terancam punah atau telah dinyatakan punah.

Petugas Garda Sipil Spanyol menyita koleksi dari sebuah gudang besar di kota Bétera dekat Valencia, Spanyol. Total ada 1.090 spesimen taksidermi, termasuk gajah, badak putih, cheetah, macan tutul, singa, buaya, harimau, dan beruang kutub, serta 198 gading gajah yang ditemukan petugas.

Macan kumbang yang diawetkan dan disimpan di dalam gudang. Foto: Dok. Spanish Civil Guard

Selain itu, tim juga menemukan barang lain berbahan hewan, seperti bangku yang terbuat dari kaki gajah dan kursi berlapis kulit buaya. Menurut pejabat setempat, 405 spesimen adalah spesies yang tak boleh diperjualbelikan secara internasional di bawah Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Fauna dan Flora Liar yang Terancam Punah (CITES).

Koleksi juga termasuk kijang pedang yang dinyatakan punah pada 2000, dan addax, sejenis kijang yang punah di alam liar, yang berarti hanya sedikit addax yang tersisa sehingga mereka akan segera menghilang dari muka Bumi.

Gading gajah yang ditemukan di dalam gudang dan disita polisi. Foto: Dok. Spanish Civil Guard

Gedung seluas 50.000 meter persegi yang digerebek petugas Garda Sipil Spanyol tampak seperti museum sejarah alam. Dindingnya dicat dengan pemandangan dari beberapa habitat alami hewan dan sejumlah spesimen disimpan di dalam etalase kaca.

Kini, pemilik gudang telah menjadi DPO Internasional sejak November 2021, dan sampai saat ini belum tertangkap.