Kumparan Logo

Pria Ini Pecahkan Rekor Dunia, Nekat Nge-plank 9 Jam Nonstop

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi olahraga plank. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi olahraga plank. Foto: Shutterstock

Kamu suka olahraga plank atau planking? Berapa durasi terlama yang pernah kamu tembus? 1 menit atau bahkan 5 menit?

Nyatanya, kekuatan otot perutmu tak sekuat seorang pria di Australia yang satu ini. Namanya Daniel Scali, ia sukses mencatatkan namanya di rekor Guinness World Record dalam kategori plank terlama di dunia.

Rekor ini pecah saat Scali mengikuti kompetisi Planking for Chronic Pain Awareness di Australia. Momen langka ini kemudian ia bagikan di akun instagramnya @daniel_scalii.

Scali mengantongi pencapaian waktu 9 jam 30 menit, 1 detik untuk kompetisi plank kategori laki-laki.

instagram embed

Scali menderita sindrom nyeri regional kompleks (CRPS). Kondisi ini cukup langka, dapat menyebabkan seseorang merasa sakit dan mengalami peradangan berlebih secara berkepanjangan sesaat setelah cedera pada lengan atau kaki.

Scali mengungkapkan, ia menderita kondisi seperti ini setelah lengan kirinya patah pada usia 12 tahun.

“(sebuah) rollercoaster emosi dari proses yang saya lakukan selama ini. Upaya pertama saya tak mujur, (saya) lalu latihan fisik lagi (sambil) mengumpulkan kekuatan dan mental saya," tulis Scali dalam akun Instagramnya.

instagram embed

"Terima kasih untuk semua orang yang telah menemani perjalanan (ini). Saya sangat menghargai dukungan (kalian)!”

Scali mengalahkan rekor plank yang sebelumnya dipegang oleh George Hood yang merupakan seorang Atlet AS. Pada 2020 lalu, Hood nge-plank selama 8 jam 15 menit, 15 detik.

video youtube embed

Manfaat planking

Melakukan aktivitas plank ternyata amat bermanfaat bagi tubuh. Mengutip US National Library of Medicine via Insider, mempertahankan postur lewat menahan seluruh badan dengan lengan dan menahan perut adalah hal yang baik.

Studi lain tahun 2019 dalam Indian Journal of Public Health Research & Development mencatat, melakukan plank dapat membantu memperbaiki postur tubuh dan menyembuhkan postur pundak lesu dan melingkar.

Riset dilakukan dengan cara mengajak 30 partisipan yang didominasi orang dengan usia 20 tahun, melakukan plank 3 kali dalam seminggu selama 4 minggu.

Partisipan tersebut melakukan plank dengan bantuan stability ball dengan sudut yang berbeda-beda. Riset sederhana itu menunjukkan, mereka yang melakukan plank mengaku posisi tulang dan kepala mereka menjadi lebih baik dari sebelumnya, pundak juga menjadi lebih kuat.