Psikolog Ungkap Alasan yang Mendorong Perempuan Sering Pamer Foto Selfie Seksi
·waktu baca 2 menit

Para peneliti psikologi dari University of New South Wales (UNSW), Australia, melakukan studi spesifik untuk mengetahui hal-hal yang mendorong perempuan mempublikasi foto selfie dengan pose seksi.
Berdasarkan riset yang diunggah di Proceeding of the National Academy of Sciences of USA (PNAS), para peneliti mencari hubungan antara kebiasaan foto selfie perempuan dengan kondisi atau ketimpangan ekonomi.
Penelitian ini sepenuhnya menyadari adanya pendapat akademisi lain yang menganggap itu merupakan hak kebebasan berekspresi, hingga isu kesetaraan gender.
Tim peneliti psikologi yang dipimpin oleh Dr. Khandis Blake --peneliti perempuan dari UNSW Science's School of Biological, Earth and Environmental Sciences-- kemudian mengumpulkan 68.562 foto selfie seksi yang diunggah di media sosial seperti Instagram dan Twitter dari 113 negara.
Dengan menggunakan tag sexy, hot dan kata-kata sensual lainnya, tim berhasil melacak lokasi di mana foto seksi itu diambil. Mereka mencari data informasi di lokasi tersebut, termasuk tentang persoalan gender maupun ekonomi.
"Salah satu cara mengartikan narsis, yaitu sesuatu yang dilakukan perempuan ketika mereka dipaksa melakukan mengeksploitasi tubuh mereka secara seksual," kata Dr Blake sebagaimana dikutip ABC Australia.
"Kita sering berpandangan tentang perilaku semacam ini bahwa mereka itu tidak berdaya. Bahwa perempuan yang menjadikan Instagram, sebagai pekerjaan dengan banyak memajang selfie itu, hidupnya hampa dan mereka hanya narsistik," ujarnya.
Hasilnya, mereka menemukan bahwa wanita yang tinggal di daerah dengan tingkat ekonomi rendah lebih banyak mem-posting foto selfie seksi di media sosial, bukan di daerah di mana budaya patriarki menjamur kuat secara sosial atau ketidaksetaraan gender merajalela.
Dr Blake menyebut ketimpangan pendapatan menjadi faktor signifikan kenapa wanita pamer foto selfie seksi. Semakin timpang ekonomi di suatu kota, lingkungan, dan negara, semakin besar kemungkinan lebih banyak foto selfie seksi berseliweran. Penelitian dilakukan di Amerika Serikat.
Foto-foto tersebut menjadi salah satu cara bagi perempuan untuk mendaki hierarki sosial dan senjata untuk meningkatkan perekonomian, terutama bagi mereka yang mendapatkan penghasilan dari media sosial atau menjadi influencer.
"Jika memiliki satu juta followers di Instagram, kamu dapat menghasilkan ratusan ribu dolar untuk posting-an yang ditata dengan baik," katanya. "Yang kita lupakan yaitu bahwa hal ini bisa menjadi strategi kompetitif dengan imbalan yang sangat besar.”
Peneliti bilang, dengan ekonomi yang meningkat, harapannya dapat mendapatkan pasangan yang lebih baik secara ekonomi pula.
“Jadi, ketika perempuan muda mem-posting foto selfie seksi di media sosial, jangan anggap dia kesepian atau sebagai korban. Pikirkan dia sebagai pemain strategis dalam permainan sosial dan evolusi yang kompleks. Dia keluar untuk meningkatkan taraf hidupnya, sama seperti yang lainnya,” Dr Blake.
Penelitian tersebut bisa kamu akses di link jurnal berikut ini.
