Kumparan Logo

Puluhan Gunung Bawah Laut Ditemukan di Perairan Flores, Ada yang Masih Aktif

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penampakan gunung berapi bawah. Foto:  Alexis Rosenfeld/UNESCO
zoom-in-whitePerbesar
Penampakan gunung berapi bawah. Foto: Alexis Rosenfeld/UNESCO

Pusat Hidro Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) bersama para peneliti dan akademisi dari lima universitas di Indonesia telah menemukan puluhan gunung bawah laut di sekitar perairan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Beberapa di antaranya bahkan masih aktif.

Komandan Pushidrosal (Danpushidrosal), Laksamana Madya TNI Nurhidayat, mengatakan ada 29 gunung bawah laut yang ditemukan di sekitar perairan Flores. Puluhan gunung itu ditemukan saat mereka menggelar “Ekspedisi Jala Citra-3 2023 Flores” yang berlangsung selama kurang lebih 3 bulan di wilayah NTT.

“29 gunung itu belum semuanya diteliti lebih lanjut mana saja yang aktif dan tidak,” kata Nurhidayat sebagaimana dikutip ANTARA. “Ini karena berdasarkan data hasil penelitian tidak ditemukan adanya gelembung di sekitar gunung.”

Meski begitu, peneliti menemukan adanya coral dan batu-batuan yang ditemukan di puncak gunung. Sampel batu-batuan dan coral yang diambil akan diperiksa di Badan Geologi di Bandung untuk memastikan status dari setiap gunung bawah laut yang ditemukan.

Gambar satelit sebuah pulau yang diciptakan oleh gunung berapi bawah laut Hunga Tonga Hunga Ha'apai terlihat pada 3 Januari 2022. Foto: Planet Labs PBC via AP

Untuk sebaran, gunung-gunung itu tersebar di bagian barat Pulau Flores bagian utara, Flores bagian selatan, dan masuk di beberapa pulau di sekitar Flores. Beberapa gunung juga ditemukan dekat dengan permukaan laut sehingga kapal yang berlayar perlu hati-hati. Kendati begitu, Nurhidayat menegaskan agar masyarakat tak perlu takut atau cemas akan potensi adanya gunung meletus bawah laut.

“Masyarakat tidak perlu takut dengan gunung-gunung yang ada ini, walaupun pernah terjadi di Jepang kapal pecah karena ada gunung meletus di bawah laut sehingga kapal-kapal tersebut langsung dimuseumkan,” ujar Nurhidayat.

Adapun “Ekspedisi Jala Citra-3 2023 Flores” tahap keempat akan kembali digelar dalam waktu dekat dan rencananya akan melakukan penelitian di sejumlah lokasi yang sudah ditentukan.