kumparan
23 September 2019 7:10

Puluhan Juta Orang Bakal Tewas Jika Terjadi Perang Nuklir

Ilustrasi bom nuklir Foto: WikiImages/pixabay
Isu perang nuklir mencuat dan menebar ancaman bagi warga dunia. Terlebih, beberapa negara saat ini tengah adu kuat, mereka bergiliran melakukan uji coba senjata nuklir masing-masing.
ADVERTISEMENT
Perang nuklir memang hanya sekadar wacana, namun uji coba senjata nuklir sudah menimbulkan persoalan dari penyebaran debu radioaktif yang dihasilkan. Dampak itu tentu belum seberapa jika dibandingkan ketika perang nuklir benar-benar terjadi.
Sekelompok peneliti dari Science & Global Security di Princeton, Amerika Serikat, mencoba menakar kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi saat perang nuklir pecah. Mereka memprediksi bakal ada puluhan juta korban tewas yang berjatuhan ketika AS dan Rusia benar-benar mengobarkan perang nuklir.
Begini rinciannya menurut peneliti, 91,5 juta orang akan terkena dampak dari perang nuklir, 34,1 juta orang di antaranya akan tewas seketika, dan 57,4 juta orang lainnya diperkirakan akan mengalami luka-luka beberapa jam setelah dimulainya konflik.
Dalam sebuah video yang diunggah ke YouTube, para peneliti menggambarkan kemungkinan pertama yang mereka sebut Plan A. Mereka menggabungkan sejumlah data lengkap dari senjata nuklir yang ada dan digunakan saat ini, termasuk tentang kekuatan dan jangkauannya. Selanjutnya, para peneliti mengelompokkannya ke dalam empat fase, mulai dari tembakan peringatan nuklir sampai meluasnya kehancuran kota-kota besar.
ADVERTISEMENT
Video
Pertama-tama, peneliti membuat sebuah simulasi untuk menggambarkan bagaimana perang nuklir bermula. Digambarkan bahwa pasukan AS-NATO dan Rusia bakal bertarung habis-habisan. Perang akan diawali dengan tembakan peringatan nuklir, yakni dengan mengirimkan rudal ke pangkalan militer.
Situasinya akan semakin mencekam setelah rencana taktis dijalankan. Menurut para peneliti, begitu ambang batas aman nuklir dilewati, faksi yang bertikai akan mengerahkan ratusan perangkat nuklir lagi.
Rusia akan mengirimkan 300 hulu ledak melalui rudal jarak pendek dan pesawat terbang yang mencoba menghantam pangkalan NATO yang tersebar di seluruh Eropa. NATO kemudian membalas dengan menembaki balik menggunakan 180 perangkat nuklir. Fase ini akan berlangsung selama tiga jam dan diprediksi akan ada 2,6 juta orang yang tewas dan luka-luka.
ADVERTISEMENT
Setelah pasukan militer Eropa berhasil diluluhlantakkan, selanjutnya akan dijalankan rencana counterforce. Bakal ada sekitar 600 hulu ledak dari daratan AS dikirimkan. Rudal-rudal yang berbasis di bawah laut kemudian akan menghantam Rusia, yang dengan sigap melawan balik. Hanya butuh waktu 45 menit, peristiwa tersebut akan menelan korban sebanyak 3,4 juta orang, baik yang kehilangan nyawa maupun mengalami cacat.
Terowongan Nuklir Korut Dihancurkan Foto: News1/Pool via REUTERS
Ternyata, jumlah korban tewas ini belum cukup, Perang nuklir masih terus meminta korban jiwa. Digambarkan dalam simulasi itu, kita akan memasuki fase terakhir atau yang disebut rencana countervalue. Dari fase ini kita bakal menyaksikan aksi pembunuhan kepada banyak orang disertai dengan kehancuran sumber daya yang masif.
Dalam skenario ini, Rusia dan NATO sama-sama menargetkan 30 kota terpadat sebagai sasaran dengan menggunakan 5 hingga 10 hulu ledak di setiap kotanya, bergantung pada ukurannya. Lagi-lagi, hanya dalam waktu 45 menit, sebanyak 85,3 juta orang akan menjadi korban dari senjata nuklir.
ADVERTISEMENT
Beberapa skenario yang dibuat untuk memprediksi dampak perang nuklir ini sebenarnya masih belum seberapa. Mengingat, ada sejumlah negara selain AS dan Rusia yang mungkin juga memiliki ribuan senjata nuklir yang sengaja disembunyikan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan