Kumparan Logo

Puma Putih 'Harta Karun' Super Langka Tertangkap Kamera, Ini Wujudnya

kumparanSAINSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Puma putih di Serra dos Órgãos National Park, Brasil. Foto: Instituto Chico Mendes de Conservação da Biodiversidade (ICMBio)
zoom-in-whitePerbesar
Puma putih di Serra dos Órgãos National Park, Brasil. Foto: Instituto Chico Mendes de Conservação da Biodiversidade (ICMBio)

Pada 2013 lalu, sebuah kamera pengintai di hutan lindung Serra dos Órgãos di Rio de Janeiro, Brasil, berhasil mengabadikan foto seekor puma yang sangat langka. Berbeda dari puma lain yang punya warna cokelat di tubuhnya, tubuh puma ini seluruhnya berwarna putih.

Hewan langka tersebut sebenarnya tak cuma muncul sekali di kamera pengintai. Setidaknya, ia pernah tertangkap kamera sebanyak empat kali di dua lokasi berbeda dalam rentang waktu dua bulan, antara 5 Juli hingga 7 September 2013. Ia tak pernah lagi muncul setelah itu.

Lima tahun berselang, sekelompok peneliti Brasil mengonfirmasi bahwa puma tersebut memang bukan puma biasa. Dalam sebuah laporan ilmiah di CAT News pada 2018 lalu, para peneliti Brasil menyebut kalau puma putih itu merupakan satu-satunya puma yang diketahui mengalami leukisme.

“Ini adalah leukisme pertama yang pernah terekam untuk puma di populasi liar. Kami tidak menemukan catatan leukisme pada spesies ini, baik di populasi liar maupun di penangkaran, yang dijelaskan dalam literatur ilmiah,” kata para peneliti yang dipimpin oleh seorang peneliti lingkungan bernama Cecilia Cronemberger dari Instituto Chico Mendes de Conservação da Biodiversidade (ICMBio).

Penyimpangan genetik warna, seperti leukisme dan albinisme, memang cukup umum di kalangan “kucing besar.” Anehnya, manusia tak pernah melihat dan mendengar contoh kelainan genetik ini pada puma.

Leukisme sendiri merupakan kondisi di mana tubuh hewan menjadi putih karena kekurangan total sel berpigmen pada bulu di area tubuh. Sedangkan albinisme, atau yang biasa dikenal sebagai albino, adalah gangguan dari jalur biokimia produksi melanin yang memengaruhi semua bagian tubuh, termasuk rambut, mata dan kulit. Berbeda dengan albinisme, leukisme tak pernah memengaruhi perubahan warna pada mata.

Peneliti bilang, meski jarang, puma albino memang ada. Yang membuat puma putih yang tertangkap kamera itu menjadi spesial dan sangat langka adalah karena ia satu-satunya yang mengalami leukisme.

“Tidak ada catatan fenotipe melanistik atau leukistik untuk spesies ini dalam populasi liar, meskipun albinisme jarang dicatat,” kata peneliti.

instagram embed

Puma dewasa umumnya memiliki warna seragam tanpa corak tubuh. Bagian punggung puma dewasa biasanya berwarna cokelat tetapi mungkin juga tampak keabu-abuan, kemerahan, atau kecokelatan, dan bulu perut berkisar dari krem hingga putih.

Ujung ekor dan bagian belakang telinga puma biasanya berwarna cokelat sampai hitam, dan moncong putih dibatasi oleh garis hitam. Puma subtropis cenderung memiliki warna yang lebih pucat dan keabu-abuan, sedangkan puma tropis cenderung lebih cerah, warna kemerahan.

Peneliti menyebut, puma putih yang tertangkap kamera itu berjenis kelamin pejantan dan masih muda. Berdasarkan analisis ukuran dan strukturnya, ia tampak seperti individu yang sama yang muncul di empat kesempatan berbeda.

Meski demikian, peneliti tak mau berasumsi kalau puma putih di luar sana hanya ada seekor saja.

Peneliti mencatat, selain di dua lokasi di mana puma putih itu terekam, terdapat satu kamera perangkap di lokasi lain yang berhasil mengambil gambar puma betina dan pejantan. Namun, karena mereka berdua tertangkap kamera pada malam hari, di mana kamera perangkapnya menggunakan cahaya inframerah, sulit untuk mengetahui warna bulu kedua puma tersebut.

Sayangnya, puma putih super langka kemudian hilang begitu saja. Batang hidungnya tak pernah lagi muncul di kamera perangkap. Padahal, Serra dos Órgãos National Park punya ribuan kamera perangkap.

Puma. Foto: George Gentry/U.S. Fish and Wildlife Service via Wikimedia Commons

“Sayangnya, hewan leukistik tidak terlihat pada tahun-tahun berikutnya, meskipun telah diupayakan 5.531 hari perekaman kamera pada tahun 2014, 2.023 pada tahun 2015 dan 1.561 pada tahun 2016, termasuk lokasi yang sama dimana fenotipe ini terekam pada tahun 2013,” kata para peneliti.

Keberadaan puma putih sendiri disebut peneliti sebagai sebuah “harta karun.” Peneliti menyebut, mereka sedang berupaya menemukan lokasi puma putih tersebut dan menangkapnya guna mendapatkan sampel biologis. Tujuannya, mengidentifikasi mutasi leukisme pada puma, yang mana sangat jarang terjadi.

Selain itu, peneliti berharap mereka dapat membandingkan data genetik puma putih itu dengan mutasi genetik harimau dan singa putih untuk menguji apakah mutasi yang berbeda ini muncul secara independen.

“Karena catatan ini sangat langka dan tidak umum, hewan ini dapat diperlakukan sebagai harta karun dan membuka jalan baru untuk menyelidiki fenotipe polimorfik pewarnaan ini pada kucing liar dan implikasi ekologisnya,” kata mereka.

“Mengingat sifat resesif leukisme, tren penurunan populasi puma, dan lanskap terfragmentasi dari Hutan Atlantik, munculnya spesimen leukistik ini (puma putih) dapat menjadi indikator dari perkawinan sedarah atau stres lingkungan pada populasi lokal, yang menjadi perhatian konservasi.”

***

Saksikan video menarik di bawah ini.