Punya Masalah Kebotakan? Ilmuwan Ini Punya Solusinya!

Kamu punya masalah kebotakan? Mungkin penemuan solusi baru ini bisa jadi jalan keluar buat kamu mengatasi masalah itu. Caranya bukan dengan sihir tentunya, tapi dengan obat-obatan yang dikembangkan ilmuwan Korea Selatan.
Dilaporkan AsiaOne, sekelompok ilmuwan Korea selatan telah mengembangkan zat biokimia yang bisa memicu pertumbuhan pada struktur kulit yang menjadi kunci untuk menumbuhkan rambut baru.
Hal ini menjadi terobosan baru dalam bidang perawatan rambut rontok, karena tidak hanya terbatas pada melambatkan rontoknya rambut atau mempercepat pertumbuhannya, tapi regenerasi rambut baru.

Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informatika Korea Selatan mengatakan pada hari Senin (20/11) lalu jika tim peneliti yang dipimpin oleh profesor Choi Kang-yell dari Universitas Yansei telah mengembangkan obat potensial yang bertujuan untuk menyasar sebuah protein yang menghambat pertumbuhan strukur kulit kepala (folikel) baru.
Penelitian ini didanai pihak kementerian sebagai bagian dari program penelitian riset dasar.
Tim Choi telah menemukan sebuah protein yang disebut protein tipe CXXC yang terikat dengan protein perusak rambut. Pengikatan protein itu telah menghambat pertumbuhan dan regenerasi rambut orang dewasa.
Zat Biokimia PTD-DBM Jadi Solusi Regenerasi Rambut
Berdasarkan temuan ini, para peneliti kemudian mengembangkan zat biokimia PTD-DBM yang bertugas mengatasi CXXC untuk mengikat protein perusak rambut. Ini dibuktikan ketika obat tersebut dioleskan pada kulit tikus yang menjadi percobaan, mereka melihat tumbuhnya rambut baru pada struktur kulit.
Penelitian mengenai solusi rambut rontok ini sudah dipublikasi melalui jurnal investigasi dermatologi dengan judul " Targeting of CXXC5 by a Competing Peptide Stimulates Hair Neogenesis" pada Oktober lalu.
Berbeda dengan perawatan kebotakan yang ada sekarang, di mana kebanyakan lebih berfokus melambatkan rambut rontok atau untuk mempercepat pertumbuhan rambut, obat baru ini lebih berfokus untuk mengakselerasi regenerasi rambut.
Terlebih, diketahui obat-obat untuk rambut rontok memiliki sejumlah efek samping bagi penderitanya, seperti impotensi dan ejakulasi abnormal. Hal tersebut disebabkan oleh perubahan hormonal, pembekakan, dan nyeri kepala.

Pengembangan zat yang memicu regenerasi struktur kulit kepala membuka harapan baru dalam pengembangan obat melawan kebotakan, kata tim peneliti yang berbasis di Seoul tersebut.
"Zat yang baru dikembangkan ini adalah kandidat obat dengan kualitas terbaik pada kelasnya. Obat tersebut diharapkan bisa menjadi pengobatan bukan hanya untuk kerontokan rambut dan kebotakan tapi juga untuk regenerasi jaringan kulit yang rusak," kata Choi yang memimpin penelitian tersebut, dilansir AsiaOne.
Langkah selanjutnya, Choi bersama timnya sedang melakukan uji coba laboratorium untuk mengetahui apakah PTD-DBM mengandung karakteristik racun atau tidak.
Kerontokan rambut telah berdampak pada jutaan orang di seluruh dunia, namun penyembuhanya belum ada yang benar-benar ampuh. Padahal, penelitian terkait masalah ini sudah dilakukan selama puluhan tahun.
Reporter: Shinta Indri Pratiwi
