Punya Mata Juling, Alasan Leonardo da Vinci Bisa Jadi Seniman Hebat

Lukisan Mona Lisa sampai saat ini masih menjadi salah satu lukisan paling terkenal di dunia. Lukisan yang kini dipajang di Museum Louvre, Paris, tersebut merupakan buah karya dari pelukis yang juga terkenal akan kejeniusannya, Leonardo da Vinci.
Selain Mona Lisa, beberapa lukisan karya da Vinci lainnya yang terkenal adalah The Last Supper yang menggambar Jamuan Terakhir Yesus Kristus.
Hasil sebuah riset yang dipublikasikan di JAMA Ophthalmology mengungkapkan bahwa alasan mengapa Leonardo da Vinci bisa menjadi pelukis yang luar biasa adalah karena ia memiliki kondisi mata langka yang membuatnya dapat melihat ruang secara berbeda.
Kondisi mata yang dimiliki oleh da Vinci ini disebut sebagai strabismus, atau dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan nama mata juling. Mata juling menyebabkan mata tidak bisa bergerak ke arah yang sama.
Meskipun mata juling membuat penglihatan seseorang menjadi ganda, namun keadaan ini justru memberikan keuntungan bagi seniman. Kondisi ini menyebabkan penderitanya mempersepsikan ruang di sekitar mereka secara berbeda.

"Kondisi ini mungkin lebih menguntungkan bagi pelukis. Karena melihat dunia dengan satu mata memungkinkan pelukis untuk membandingkan (dunia nyata) dengan gambar yang sedang digambar atau dilukis,” kata Profesor Christopher Tyler dari University of London yang menulis hasil riset ini, sebagaimana dilansir Medical Express.
Dalam riset ini, Tyler melakukan studi terhadap enam karya seni yang diduga diinspirasi atau dimodeli oleh da Vinci sendiri, seperti patung David dan Young Warrior yang dipahat oleh Andrea del Verrocchio, serta lukisan-lukisan buatan da Vinci, Salvator Mundi, Young John The Baptist dan Vitruvian Man yang diduga merupakan gambar-gambar dari diri da Vinci saat sudah tua.

Pada orang normal, angka kesejajaran pupil biasanya positif, namun pada lukisan dan patung yang menggambarkan da Vinci, angkanya semua negatif. Ia diduga memiliki kondisi mata juling eksotropia, atau juling ke luar.
Hasil sebuah riset dari Harvard Medical School dan Wellesley College juga menunjukkan memang mata juling lebih umum ditemukan pada seniman. Dan selain da Vinci, beberapa seniman lain yang memiliki mata juling adalah Rembrandt, Degas, dan Picasso.
